• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Zulkifli Hasan dan Luka 1,64 Juta Hektare: Ketika Hutan Dijadikan Komoditas Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
December 5, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Zulkifli Hasan dan Luka 1,64 Juta Hektare: Ketika Hutan Dijadikan Komoditas Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Angka 1,64 juta hektare bukan sekadar deretan digit di atas kertas. Ia adalah simbol luka ekologis yang menganga, simbol kebijakan yang meniadakan nurani, dan simbol kekuasaan yang dipakai untuk melemahkan masa depan bangsa sendiri. Luasan itu setara dengan 22 kali negara Singapura atau hampir 25 kali luas DKI Jakarta—skala yang begitu mencengangkan sehingga hanya bisa dipahami melalui perbandingan geografis ekstrem. Dan di balik angka raksasa ini, berdirilah satu nama yang tak bisa dihapus: Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat izin-izin itu diteken.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, seorang menteri seharusnya menjadi penjaga garda depan lingkungan hidup, bukan penandatangan legalitas atas kehancuran hutan. Namun yang terjadi justru sebaliknya: hutan yang menjadi benteng terakhir ekosistem Indonesia dijadikan objek transaksi kebijakan, seolah-olah ia hanyalah angka dalam neraca komoditas.

Kesalahan Zulkifli Hasan: Bukan Sekadar Administrasi, Melainkan Keputusan Politik

Tindakan memberikan izin penebangan/konversi hingga 1,64 juta hektare bukanlah kesalahan teknis. Ini adalah keputusan politik—dan karena itu, tanggung jawab moral dan historisnya pun bersifat politik.

Pertama, skala izinnya menunjukkan bahwa keputusan itu tidak bersifat kasuistik, melainkan sistemik. Ini bukan satu-dua izin yang lolos tanpa pengawasan; ini adalah gelombang kebijakan yang mengizinkan perubahan permanen atas lanskap ekologis Indonesia.

Kedua, keputusan itu diambil dalam situasi ketika dunia sedang bergerak ke arah transisi hijau. Negara-negara dari Eropa hingga Asia memprioritaskan zero deforestation, restorasi alam, dan ekonomi hijau. Ironisnya, Indonesia mengambil arah sebaliknya—dan Zulkifli Hasan berada di pusat arah kebijakan itu.

Ketiga, skala 1,64 juta hektare menunjukan bahwa izin tersebut bukan sekadar “membuka lahan”; itu adalah pemberian konsesi atas masa depan, atas air, udara, iklim, dan keberlanjutan hidup generasi berikutnya.

Dampak Ekologis: Bencana yang Mengintai

Ketika hutan seluas 22 kali Singapura hilang, itu bukan hanya persoalan hilangnya pepohonan. Yang hilang adalah:

  • pusat-pusat keanekaragaman hayati yang hanya ada di Indonesia,
  • habitat satwa endemik yang akan punah tanpa diberi kesempatan,
  • tutupan karbon alami yang melindungi kita dari krisis iklim,
  • sistem penyangga air yang mencegah banjir, longsor, dan kekeringan.

Maka, kebijakan Zulkifli Hasan bukan hanya memotong hutan; ia memotong lingkaran kehidupan.

Motif Politik yang Tak Bisa Diabaikan

Sulit membayangkan bahwa izin sebesar itu diberikan tanpa landasan kepentingan politik. Di era ketika kekuasaan bergeser menjadi seperti jaringan patronase, hutan menjadi bagian dari negosiasi:

  • sebagai alat tukar dukungan,
  • sebagai komoditas ekonomi yang bisa mengamankan posisi politik,
  • sebagai aset yang digunakan untuk memperkuat kelompok tertentu.

Zulkifli Hasan, yang selama ini dikenal sebagai politisi senior dan ketua partai, tentu tidak bisa dilepaskan dari konteks ini. Ia bukan teknokrat; ia adalah aktor politik. Karena itu, setiap keputusannya di kementerian tidak mungkin benar-benar steril dari kalkulasi politik.

Hutan yang Dijual, Masa Depan yang Dipertaruhkan

Jika bangsa ini kehilangan hutan hingga skala jutaan hektare dalam satu periode menteri, itu berarti negara sedang dikelola tanpa kompas moral lingkungan. Dan di titik ini, kesalahan Zulkifli Hasan bukan hanya administratif atau teknis—melainkan historis.

Ia akan dikenang sebagai menteri yang bertanggung jawab atas salah satu gelombang izin penebangan terbesar di era modern Indonesia. Dan sejarah tidak pernah menulis hal seperti itu dengan tinta kebanggaan.

Penutup: Menamai Dader, Menghadirkan Kesadaran

Dalam setiap tragedi ekologis, selalu ada pelaku. Dan untuk menyembuhkan luka ekologis bangsa, kita harus berani menyebutkan namanya.

Pada kasus ini:
Zulkifli Hasan adalah dader-nya.

Ia harus bertanggung jawab—setidaknya melalui ingatan publik—atas apa yang telah diputuskan, dilegalkan, dan dibiarkan terjadi. Karena hutan yang hilang bukan hanya statistik; itu adalah masa depan yang tercerabut sebelum sempat matang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berkat Tuhan itu Bak Hujan: Ia Jatuh Kepada Ladang Yang Diolah, Bukan Pada Tanah yang Dibiarkan Tidur

Next Post

Banjir Aceh Rugi Rp 2,04 Triliun – PNBP Tambang Hanya Rp 929 miliar.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Banjir Besar Aceh Soroti Konsesi HTI dan Kerusakan Hulu Sungai – “Milik Prabowo?”

Banjir Aceh Rugi Rp 2,04 Triliun - PNBP Tambang Hanya Rp 929 miliar.

Jokowi dan Gibran Tak Mau Hadir di Persidangan, KPK Tak Mau Panggil Bobby Nasution

Jokowi dan Gibran Tak Mau Hadir di Persidangan, KPK Tak Mau Panggil Bobby Nasution

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist