FusilatNews- Elektabilitas berbagai hasil survei yang kerap menempatkannya Ganjar Pranowo diurutan teratas, namun dengan kenyataannya banyak persoalan yang menimpa ganjar, Salah satunya Upah Minimun Provinsi (UMP) Jawa Tengah paling rendah se-Indonesia, maka sulit bagi Ganjar Pranowo untuk mendapatkan kepercayaan publik jika ingin maju sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Ia menanggapi soal UMP Jawa Tengah paling rendah secara nasional, yakni hanya Rp 1,9 juta dan meyakini cuma bisa jualan pencitraan.
“Ini artinya Ganjar gagal sejahterakan buruh selama dua periode sebagai Gubernur Jawa Tengah. Itu dua periode loh. Dan itu di daerah tempat dia dilahirkan,” ujar Muslim Dikutip, Rmol.id Senin (5/12).
Muslim mengatakan nasib buruh merana di tengah tingginya kebutuhan harga pokok meningkat. menurutnya, Ganjar gagal mensejahterakan buruh karena UMP di wilayahnya paling rendah.
Lebih lanjut Muslim mengungkapkan Jawa Tengah merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan paling tinggi. Dari dua indikator itu, ujar Muslim, menunjukkan kegagalan Ganjar memimpin Jawa Tengah.
“Jadi aneh kalau yang usung Ganjar sebagai capres dan Ganjar ngotot capres yang didukung oleh sejumlah lembaga survei menjadi hal yang tidak masuk akal,” tutur Muslim.
Muslim menilai lembaga survai membohongi public dengan cara menjual pencitraan ganjar, akan beda halnya bila ganjar punya prestasi.
“Jadi sebagaimana lembaga survei, tim relawan, timses, dan Ganjar sendiri jangan tipu publik dengan pencitraan untuk maju sebagai capres. Berhentilah untuk copras capres karena tidak ada prestasi yang mau dijual,” ucapnya.
“Jadi Gubernur saja gitu, apalagi yang diharapkan pimpin negara dan bangsa yang lebih besar? Bisa jadi setiap hari hanya bisa jualan pencitraan yang terjadi dan didukung oleh lembaga-lembaga survei dan media-media bayaran,” jelasnya.




















