• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

2024 Butuh Pemimpin Inovatif

fusilat by fusilat
October 12, 2022
in Feature
0
2024 Butuh Pemimpin Inovatif

Peneliti di JPIPNetwork, Rosdiansyah/Ist

Share on FacebookShare on Twitter
Oleh : Rosdiansyah

WALAU perhelatan Pilpres masih tahun 2024, namun tidak ada salahnya jika kita mulai menggulirkan gagasan pentingnya pemimpin inovatif. Pemimpin yang bukan sekadar mengikuti apa kata pembisiknya atau apa keinginan pengusungnya.

Melainkan, pemimpin yang benar-benar menunjukkan kualitas prima dalam memimpin, berkomunikasi bagus, serta mampu mengelola pemerintahan secara transparan serta akuntabel.

Di dunia bisnis dan perusahaan, perbincangan pentingnya pemimpin inovatif sebenarnya sudah lama berlangsung. Idem ditto di jagat birokrasi atau pemerintahan.

Ujung perbincangan soal ini berkaitan pada upaya bertahan hidup. Dan inovasi sangat dibutuhkan agar bisa bertahan menghadapi tekanan, mengantisipasi perubahan cepat sekaligus beradaptasi pada situasi dinamis. Semua langkah inovatif sangat dibutuhkan agar persoalan segera terselesaikan.

Selama ini, banyak pemimpin daerah yang telah menggulirkan inovasi program atau kebijakan di daerahnya masing-masing. Mereka melakukan replikasi program dari daerah lain lalu memodifikasinya sesuai kebutuhan setempat.

Maka, jadilah program inovatif hasil replikasi yang dimodifikasi. Langkah lain yang bisa ditempuh adalah dengan melihat secermat mungkin persoalan daerah, lalu berupaya menemukan pilihan kebijakan kreatif menyelesaikan persoalan tersebut.  

Di Indonesia saat ini, ada dua kata penting dalam kamus pemerintahan, yakni ‘daerah’ dan ‘pusat’. Kata ‘daerah’ mengacu pada dua wilayah, lokal dan provinsi. Sedangkan kata ‘pusat’ tertuju pada pusat pemerintahan di Jakarta. Pemimpin daerah punya keleluasaan merancang kebijakan kreatif sekaligus inovatif, sehingga memungkinkan para pemimpin daerah mendongkrak popularitas bahkan elektabilitas. Inovasi berbuah elektabilitas kepala daerah merupakan berkah dari situasi ini.

Kepala daerah inovatif selalu melihat layanan publik bukan untuk pencitraan, melainkan sebagai arena berinovasi. Tentunya, inovasi yang bermanfaat untuk seluruh warga daerah. Bukan sembarang inovasi dan tidak sembarangan berinovasi.

Misal, pelebaran trotoar agar pejalan kaki lebih leluasa bergerak. Tidak tergantung pada kendaraan, sehingga warga lebih nyaman serta aman dengan berjalan kaki. Inovasi sederhana memenuhi kebutuhan warga.   

Itulah yang dilihat Asim Şen dan Erol Eren dalam artikelnya ”Innovative Leadership for the Twenty-First Century” sebagai kepemimpinan efektif mengubah kondisi melalui inovasi publik. Kepemimpinan semacam itu berorientasi pada kebutuhan warga, menjadikan data sebagai acuan, lalu mengubah situasi tanpa pamrih.

Artikel yang terbit di jurnal Procedia – Social and Behavioral Sciences (2012) tersebut juga menyebut, kepemimpinan seperti itu membutuhkan visi jelas, cara baru, proses serta teknik baru ketika melihat layanan prima kepada warga adalah prioritas.  

Nilai Kepemimpinan Inovatif

Mantan dekan Haas School of Business di Universitas California, Berkeley Raymond E. Miles, dalam artikelnya “Innovation and Leadership Values” yang terbit di California Management Review (2007) menyatakan tiga hal penting dalam sebuah kepemimpinan abad ini.

Pertama, knowledge creation, kreasi pengetahuan. Kreasi ini membutuhkan dasar pengetahuan yang kuat. Seorang calon pemimpin tanpa dasar pengetahuan memadai, maka ia akan sulit merancang kebijakan atau program.  

Kedua, knowledge sharing. Berbagi pengetahuan. Ketika mengetahui sesuatu, tidak disimpan sendiri atau tak berbagi. Calon pemimpin harus bisa berbagi pengetahuan yang ia punya, kepada berbagai pihak. Menurut Raymond, ada saling percaya dan saling menghormati dalam proses berbagi pengetahuan ini.

Kepemimpinan seseorang akan teruji ketika ia mampu meyakinkan siapa saja yang bekerjasama dengan dirinya agar menjadikan pengetahuan sebagai dasar kebijakan.

Contoh paling nyata ditunjukkan oleh para pendiri bangsa kita ketika merumuskan Pancasila. Dalam proses perumusan, ada kerjasama berbagi pengetahuan tentang gagasan-gagasan besar. Saling mengisi, saling memberi, saling melengkapi. Sampai rumusan itu menjadi final lalu diumumkan sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa.

Proses perumusan Pancasila ini jarang dilihat dalam bingkai berbagi pengetahuan diantara para pendiri bangsa, padahal pelajaran penting di dalam proses tersebut justru terletak disana.

Ketiga, inovasi. Ada dua kata kunci dalam inovasi. Observasi dan aksi. Dalam sebuah organisasi, tulis Raymond, pengetahuan sering mengendap dalam diri masing-masing anggota organisasi.

Tapi, pengetahuan itu muncul ketika para anggota organisasi mengobservasi situasi lalu melakukan aksi perubahan sekaligus peningkatan kinerja. Kerja-kerja birokrasi melayani publik juga tidak lepas dari dua kata kunci ini. Utamanya, ketika hendak mengupayakan peningkatan layanan publik.  

Yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah kolaborasi. Perlu dibangun hubungan saling percaya antara pemimpin dan yang dipimpin. Ini sudah lama diperbincangkan. Seorang capres tetap butuh pihak lain. Ia perlu berkolaborasi bukan saja dengan parpol yang mengusungnya, namun juga dengan relawan yang mendukungnya.

Dalam kolaborasi itu harus timbul rasa saling percaya. Tiap individu bebas berkolaborasi dalam proses inovasi ketika hendak menggulirkan program. Bahkan kelak ia harus berbagi pengetahuan guna menciptakan kebijakan atau program baru.

Tak Sekadar Merakyat

Rasanya, semangat kerakyatan harus benar-benar dibumikan ke dalam layanan yang benar-benar bermutu untuk rakyat. Jargon ‘wong cilik’ tapi kenyataannya sama sekali tak berpihak pada ‘wong cilik’, sudah harus diakhiri. Jargon semacam itu terbukti telah memanipulasi kesadaran orang banyak, seakan-akan calon pemimpin yang sering turun ke bawah atau blusukan adalah sosok yang memahami apa yang dibutuhkan rakyat.

Kenyataannya, justru jauh panggang dari api. Jauh harapan dari kenyataan. Apa yang dibutuhkan rakyat, malah seperti tak dihiraukan. Tampilan merakyat tak menjamin kebijakan yang dikeluarkan benar-benar berpihak pada rakyat. Situasi ini menunjukkan minimnya inovasi melayani rakyat, sebab melayani rakyat dianggap hanyalah rutinitas biasa.

Apalagi, terjadi keterpisahan antara kebutuhan rakyat dari kebijakan yang digulirkan. Situasi ini kian menunjukkan merosotnya inovasi. Tak ada terobosan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat atau minimal tak menganggu kebutuhan rakyat.

Harus dipahami, rakyat butuh terobosan kebijakan atau program yang benar-benar bermanfaat atau terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Itu tantangan kepemimpinan inovatif di masa mendatang. 

Rosdiansyah Peneliti di JPIPNetwork

Dikutip Rmol.id Senin, 10 Oktober 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sidang Perdana TIPIKOR Pengadaan Helikopter AW-101

Next Post

Biden Ancam Putuskan Hubungan dengan Saudi Arabia

fusilat

fusilat

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Harga Minyak Terjungkal Akibat Perbedaan Pendapat Uni Eropa soal Rusia

Biden Ancam Putuskan Hubungan dengan Saudi Arabia

Refleksi Tragedi Kanjuruhan: Antara Kemanusiaan dan Etika Bisnis

Diperiksa 12 Jam, Dua Tersangka Tragedi Kanjuruhan Tak Ditahan, Kok Bisa? 

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist