Kepada Elon Musk pemerintah Indonesia menegaskan negara ini memiliki sumber daya nikel yang kaya, yang merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai EV. Upaya ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengembangkan sektor kendaraan listrik di Indonesia.
Bali – Fusilatnews – Setelah pertemuan antara CEO Tesla, Elon Musk dan Presiden Joko Widodo pada Senin (20/6/2024) kemarin Musk akan mempertimbangkan tawaran untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia
Pertemuan yang berlangsung di Bali tersebut terjadi setelah keduanya menghadiri Forum Air Dunia. Dalam pertemuan itu pemerintah Indonesia telah mengajukan tawaran kepada Musk untuk mendirikan pabrik baterai EV serta fasilitas prekursor katoda di tanah air.
“Kami mengajukan tawaran, mungkinkah di sini dibangun pabrik baterai EV, prekursor katoda. Dan dia akan mempertimbangkannya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Investasi Indonesia, Luhut Pandjaitan
kepada wartawan.
Luhut juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo meminta Musk untuk mempertimbangkan investasi di pusat kecerdasan buatan (AI) di Indonesia serta pembangunan landasan peluncuran SpaceX di pulau Biak, provinsi Papua.
Tawaran untuk pembangunan landasan peluncuran ini telah diajukan oleh pemerintah Indonesia sebelumnya.
Sejak Presiden Jokowi dilantik sebagai Presiden untuk masa jabatan kedua kalinya pada tahun 2019 lalu pemerintah Indonesia sudah berupaya merayu Elon Musk dengan mengundangnya ke Indonesia atau mendatangi kantornya di AS untuk merayu Tesla membangun pabrik yang berkaitan dengan kendaraan listrik di Indonesia
Kepada Elon Musk pemerintah Indonesia menegaskan negara ini memiliki sumber daya nikel yang kaya, yang merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai EV. Upaya ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengembangkan sektor kendaraan listrik di Indonesia.
Pada Ahad (19/5/2024) kemarin , Musk meluncurkan layanan internet satelit SpaceX, Starlink, untuk sektor kesehatan di Indonesia.
Starlink kini tersedia secara komersial, namun pemerintah akan memfokuskan layanannya terlebih dahulu pada wilayah terluar dan tertinggal.
SpaceX, yang memiliki sekitar 60% dari sekitar 7.500 satelit yang mengorbit bumi, mendominasi bidang internet satelit global
























