• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Pendidikan

75% Anak Bisa Membaca Tanpa Mengerti, Dipimpin Gibran yang Tak Suka Membaca – Bagaimana?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 30, 2025
in Pendidikan, Tokoh/Figur
0
Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-Cita dan Realita – “Panggung Wapres Ditimpuki Penonton”
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di sebuah negeri yang katanya sedang menuju Indonesia Emas 2045, 75 persen anak-anaknya bisa membaca, tapi tidak paham apa yang dibacanya. Mereka bisa mengeja “demokrasi,” tapi tak mengerti mengapa suara rakyat bisa dikalahkan surat putusan MK. Mereka bisa membaca “kedaulatan rakyat,” tapi tidak tahu siapa yang sesungguhnya berdaulat—rakyat atau satu keluarga di Solo?

Ironis, memang. Tapi siapa yang peduli ironi, jika negeri ini toh lebih sibuk memoles citra ketimbang merawat nalar?

Mari kita tengok istana: Gibran Rakabuming Raka, kini Wakil Presiden Republik Indonesia, naik panggung bukan karena prestasi intelektual, apalagi gagasan. Ia naik karena garis keturunan. Tentu, ini bukan nepotisme—kita hanya sedang menghargai bibit unggul, katanya. Putra sulung Jokowi itu bahkan terang-terangan mengatakan tidak suka membaca. Bahkan saat menjadi walikota, urusan riset dan bacaan tebal bukan prioritasnya. Ia lebih suka blusukan digital lewat TikTok dan branding gaya muda—karena siapa butuh isi jika kulit sudah cukup menarik?

Ayahnya, Presiden Joko Widodo, juga bukan dikenal karena keintiman dengan buku. Ia pernah menjelaskan bahwa dalam mengambil keputusan, ia lebih mengandalkan feeling ketimbang literatur. Mungkin itu pula sebabnya proyek-proyek besar seperti IKN digenjot tanpa telaah matang. Karena membaca laporan itu berat, lebih baik mendengar bisikan lingkaran dalam.

Kini negeri ini dipimpin oleh mereka yang tak suka membaca, sedang rakyatnya hanya bisa membaca tanpa mengerti. Kombinasi sempurna untuk mencetak generasi yang mudah diarahkan, cukup diberi slogan dan tontonan. Pendidikan jadi ritual tahunan, bukan pembebasan. Kurikulum berubah tiap ganti menteri, murid dan guru kebingungan, tapi tak pernah ada pertanyaan: mengapa kita tak bertumbuh secara kritis?

“Indonesia darurat literasi!” seru para pengamat. Tapi suara itu tenggelam di antara deru anggaran pembangunan IKN dan selebrasi 17-an Rp 87 miliar. Toh, membaca itu tidak menghasilkan elektabilitas. Yang penting visual, bukan verbal.

Mungkin di masa depan, kita tidak perlu sekolah. Cukup ikut kursus jadi viral, hafal jargon, dan siapkan koneksi ke istana. Maka kelak anak-anak kita bukan hanya bisa membaca tanpa paham, tapi juga bisa memimpin tanpa tahu arah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Sebab Bisa Baca, Tapi Tak Tahu Apa-Artinya?

Next Post

Presiden Bersama 200.000 Massa Akan Hadiri Hari Buruh ( Mayday ) di Monas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Next Post
Presiden Bersama 200.000 Massa Akan Hadiri Hari Buruh  ( Mayday ) di Monas

Presiden Bersama 200.000 Massa Akan Hadiri Hari Buruh ( Mayday ) di Monas

AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

Dari Reruntuhan Menuju Keajaiban: Warisan Pikiran Eiichi Shibusawa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist