• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

80 TAHUN MERDEKA: MENJAGA JANJI MENGHADAPI DIRI

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
August 12, 2025
in Feature
0
KPU Membebani Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Delapan puluh tahun lalu, bangsa ini mengucapkan kata yang paling berharga: merdeka. Satu kata yang lahir dari perjuangan panjang, darah, dan air mata. Namun seperti yang diingatkan Bung Hatta, kemerdekaan hanyalah “jembatan emas” — sebuah jalan penghubung dari dunia penindasan ke dunia yang kita cita-citakan.

Pertanyaannya: apakah kita sudah menyeberang?

Tahun 1945, kemerdekaan berarti bebas dari penjajah asing. Hari ini, musuh kita tidak lagi datang dengan kapal perang dan senapan, tapi dengan kontrak investasi yang timpang, dengan kebijakan yang dibungkus jargon pembangunan, dan dengan kebohongan yang diulang-ulang sampai terdengar seperti kebenaran.

Dulu, penjajah jelas berwajah asing. Sekarang, penjajah bisa berbicara dengan bahasa kita, duduk di kursi pemerintahan kita, dan tersenyum dalam iklan televisi. Inilah wajah baru penjajahan dari dalam — kekuasaan yang memonopoli masa depan dan membatasi pilihan rakyat tanpa disadari.

Merdeka bukan hanya berarti terbebas dari kekuatan luar, tetapi juga dari kekuatan dalam negeri yang mengekang. Oligarki politik, korupsi, dan ketakutan untuk berbeda pendapat adalah bentuk-bentuk penjajahan baru.

Kita sering bangga mengatakan “Indonesia negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” tapi lupa bertanya: demokrasi untuk siapa? Jika rakyat hanya dipanggil lima tahun sekali untuk mencoblos, lalu kembali dilupakan, maka kemerdekaan itu kehilangan ruhnya.

Konstitusi kita memuat janji yang indah: melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memajukan kesejahteraan umum. Tapi janji ini hanya menjadi kalimat di dinding jika hukum masih tunduk pada kekuasaan, jika pendidikan hanya melahirkan tenaga kerja murah, dan jika kekayaan alam lebih banyak mengalir keluar ketimbang dinikmati rakyat.

Kemerdekaan sejati berarti rakyat berdaulat atas tanah, air, dan masa depannya sendiri. Itulah yang seharusnya menjadi tolok ukur kita merayakan kemerdekaan, bukan sekadar panjangnya deretan panji merah putih di sepanjang jalan.

Kemerdekaan bukan hadiah abadi yang tinggal dinikmati. Ia harus dirawat setiap hari:

  • Dengan menolak kompromi terhadap kebenaran.
  • Dengan membela yang lemah, meski tidak populer.
  • Dengan membuka ruang bagi kritik, bahkan terhadap diri sendiri.

Kemerdekaan adalah proses kolektif, di mana warga negara menjadi pelaku sejarah, bukan penonton. Jika kita membiarkan rasa acuh tumbuh, kemerdekaan bisa hilang perlahan, tanpa dentuman senjata, tanpa invasi.

Delapan Puluh Tahun: Cermin untuk Bangsa

Di usia 80 tahun, manusia sudah matang untuk bercermin dan jujur pada diri sendiri. Begitu pula bangsa. Sudah saatnya kita bertanya:

  • Apakah kita sudah adil terhadap rakyat kecil?
  • Apakah kita sudah berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu?
  • Apakah kita sudah membuka pintu lebar-lebar bagi gagasan baru, bahkan yang menantang kekuasaan?

Kalau jawabannya ragu-ragu, berarti kemerdekaan kita masih setengah jalan.

Kemerdekaan adalah hak yang diwariskan oleh generasi pejuang, tapi hanya menjadi kenyataan bila kita menegakkannya setiap hari. Penjajahan bisa datang dalam bentuk apapun: keserakahan penguasa, manipulasi informasi, hingga kebiasaan kita membiarkan ketidakadilan.

Maka pada 80 tahun kemerdekaan ini, mari kita ucapkan kata merdeka bukan sebagai ritual, tetapi sebagai janji baru — janji untuk melawan penjajahan dalam bentuk apa pun, termasuk yang bersembunyi di dalam sistem kita sendiri, dan yang bersemayam di dalam diri kita.

“Kemerdekaan tidak diberikan untuk disimpan, tapi untuk digunakan — demi keadilan, demi kebenaran, demi manusia yang merdeka.”

Cimahi 12 Agustus 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MPR Diminta Batalkan Jabatan Gibran dalam Sidang Tahunan 15 Agustus

Next Post

Tak Ada Maaf Bagimu, Sudewo!

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik
Economy

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026
Birokrasi

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026
Feature

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Next Post
Tak Ada Maaf Bagimu, Sudewo!

Tak Ada Maaf Bagimu, Sudewo!

Kapal Tanpa Nahkoda dalam Reformasi TNI

Kapal Tanpa Nahkoda dalam Reformasi TNI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

PRABOWO, THE ECONOMIST, DAN PERTARUNGAN MEMBACA INDONESIA

May 16, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

Rupiah Lemah Tidak Selalu Patriotik

May 16, 2026

Tumbal Birokrasi di Balik Sepatu Sekolah Rakyat: Ketidaktahuan atau Pembiaran?

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist