• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Advokat Diam Ketika Profesinya Dilecehkan, Ada Apa?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 28, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Advokat Diam Ketika Profesinya Dilecehkan, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Diam berarti setuju. Demikianlah pemahaman umum yang berlaku hingga kini.

Maka ketika profesinya dilecehkan, sementara advokat diam saja, munculllah tanda tanya besar: ada apa?

Adalah Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Edward Omar Syarief Hiariej alias Eddy Hiariej yang patut diduga melecehkan profesi advokat.

Dalam podcast yang viral di TikTok dan dikutip, Kamis (28/8/2025), Eddy yang kini memangku jabatan sebagai Wakil Menteri Hukum ini mengatakan para advokat tak pantas menyandang status sebagai “officium nobile” (profesi yang mulia) karena tingkah laku mereka.

Wajah hukum di Indonesia, kata Eddy, tidak ditentukan oleh advokat, tapi oleh tiga lembaga: kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Dikutip dari sebuah sumber, “officium nobile” adalah frasa Latin yang berarti “profesi mulia,” merujuk pada profesi hukum seperti advokat dan notaris yang dianggap mulia karena sifatnya yang melayani kemanusiaan, menegakkan keadilan, dan bertindak sebagai pembela kepentingan publik.

Istilah ini menekankan idealisme dan etika tinggi dalam menjalankan profesi, meskipun penerapannya dalam praktik kini sering diperdebatkan karena adanya aspek komersial dan persaingan di antara para profesional hukum.

“Officium nobile” menggambarkan profesi yang dijalankan atas dasar panggilan nurani, rasa tanggung jawab, dan pengorbanan demi keadilan dan kemanusiaan, bukan sekadar mencari keuntungan.

Profesi advokat, misalnya, disebut demikian karena perannya dalam memberikan perlindungan hukum, membela yang lemah, dan memastikan martabat kemanusiaan serta nilai keadilan.

Akan tetapi, ketika profesinya dilecehkan, sejauh ini tak ada organisasi profesi advokat seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Ikatan Advokat Indonesia (IAI) bersuara membela profesi anggotanya. Tak juga pimpinan atau anggota organisasi advokat dimaksud. Mereka diam saja. Membisu. Beberapa advokat senior yang saya hubungi juga menolak bersuara.

Ada dua kemungkinan mengapa para advokat diam ketika profesi mereka dilecehkan.

Pertama, setuju bahwa mereka tidak pantas menyandang profesi mulia karena banyaknya oknum advokat yang bermasalah. Sebut saja OC Kaligis yang pernah dipenjara karena kasus suap.

Lalu, Fredrich Yunadi yang pernah dipenjara dalam kasus obstruction of justice atau perintangan penyidikan saat menjadi pengacara Setya Novanto, bekas Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar.

Pun Lisa Rahmat, pengacara Ronald Tannur, yang dipenjara karena menyuap hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur.

Kedua, tidak berani melawan Eddy Hiariej yang saat ini menjabat Wakil Menteri Hukum. Jika berani melawan, izin praktik advokat mereka bisa terancam dicabut.

Dus, para advokat memilih diam saja ketika profesinya dilecehkan. Bisa karena setuju dengan stigma miring itu, bisa karena takut. Yang dominan adalah takutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kelimpungannya Jaksa Eksekutor Silfester Matutina

Next Post

Penganugerahan Bintang Mahaputera Bertentangan dengan UU

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Penganugerahan Bintang Mahaputera Bertentangan dengan UU

Penganugerahan Bintang Mahaputera Bertentangan dengan UU

Prabowo: “Ape Lhoe? Mau Mau Gue?”

Prabowo: "Ape Lhoe? Mau Mau Gue?"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...