Stand Up Comedy Bintang Mahaputera
Saudara-saudara, mari kita kasih tepuk tangan dulu buat Presiden kita tercinta… yang baru saja jadi event organizer dadakan. Acara: bagi-bagi 122 Bintang Mahaputera.
Bintang Mahaputera ini tadinya simbol kehormatan negara. Tapi sekarang? Simbol kalau lo deket sama Presiden. Jadi inget spanduk warung pecel lele: “Yang penting akrab, rasa belakangan.”
Wiranto: Dari Tragedi Jadi Comedy
Penerimanya ada Wiranto. Loh, Wiranto? Iya, bapak kita semua yang nongol di episode tragedi 1998.
Biasanya, kalau orang terlibat tragedi, dikasih vonis. Tapi di sini beda, dikasih bonus!
Kalau tragedi 1998 itu film, Wiranto bukan cameo—dia produser eksekutif. Dan sekarang, tiba-tiba disodorin medali. Pertanyaannya: ini medali atau voucher cuci dosa?
Burhanuddin Abdullah: LP → VIP
Terus ada Burhanuddin Abdullah. Dulu alumni Sukamiskin, sekarang alumni Istana.
Dulu dadanya dipasangin nomor tahanan, sekarang dipasangin bintang. Upgrade kelas berat, bos!
Kebayang maling ayam di kampung nuntut haknya:
“Lah saya juga mantan napi, Pak. Bedanya cuma saya nggak sempet bikin APBN.”
Menteri Dapet Bonus
Dan jangan lupa, menteri-menteri baru juga kebagian. Baru masuk kabinet, baru isi absen, eh langsung bawa pulang medali.
Prestasi apa? Ya prestasi paling susah: berhasil bilang “Siap, Pak Presiden” tanpa gagap.
Kalau begini, OB kementerian bentar lagi dapet juga. Jasa besarnya: bikin kopi nggak tumpah waktu rapat.
UU Jadi Wallpaper
UU No. 20 Tahun 2009 jelas bilang harus ada asas: keteladanan, keterbukaan, kehati-hatian.
Tapi di Istana, UU itu kayak kaleng Khong Guan pas Lebaran: gagah di luar, dalemnya kosong.
Presiden kayak bilang: “Asas-asas boleh ngomong, tapi yang punya asas tunggal gue.”
Bintang Mahaputera: Dari Simbol Jadi Merchandise
Akhirnya, Bintang Mahaputera bukan lagi tanda kehormatan. Udah jadi merchandise resmi Istana.
Besok-besok mungkin bisa dibeli di marketplace:
“Bintang Mahaputera, diskon 70%, free ongkir, bisa COD.”
Dan kalau ini berlanjut, jangan kaget kalau seleb TikTok juga kebagian. Alasannya simpel: “Jasa besar bikin Presiden ngakak pas joget Jaran Goyang.”
Punchline Final
Dan ketika rakyat ribut, aktivis marah, intelektual menulis panjang lebar, Presiden kita mungkin cuma nyengir dan bilang:
“Ape lhoe? Mau mau gue.”
Tepuk tangan buat negara kita. Satu-satunya negara di dunia… di mana penghargaan negara lebih gampang dapetnya daripada stiker WhatsApp.

























