• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Agamis di Bibir, Serakah di Laku: Mengapa Korupsi Tetap Subur?

fusilat by fusilat
December 5, 2025
in Crime, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: YUS DHARMAN, SH., MM., M.Kn
Advokat / Ketua Dewas FAPRI (Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Jakarta, 5 Desember 2025 – Indonesia sering digambarkan sebagai bangsa religius—tempat rumah ibadah berdiri di setiap sudut, dan simbol-simbol keagamaan menghiasi ruang publik. Namun ironinya, tingkat korupsi tetap tinggi. Religiusitas yang semestinya menjadi fondasi moral ternyata tidak selalu menjelma menjadi integritas dalam perilaku keseharian, pemerintahan, maupun dunia bisnis.

Menurut Pew Research Center, lebih dari 90% warga Indonesia menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup. Namun Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2023 dari Transparency International menempatkan Indonesia di peringkat 115 dari 180 negara, dengan skor 34. Angka ini memperlihatkan jurang antara identitas religius dan perilaku etis.

Setidaknya terdapat beberapa faktor yang menjelaskan paradoks masyarakat yang agamis di permukaan, tetapi permisif terhadap korupsi.

1. Agama yang diwarisi, bukan dipahami

Sebagian besar masyarakat mewarisi agama secara turun-temurun. Namun pemahaman terhadap inti ajaran—termasuk larangan keras terhadap korupsi—tidak selalu mendalam. Akibatnya, agama berhenti sebagai identitas simbolik, bukan sebagai pedoman moral yang mengekang godaan untuk menyalahgunakan kekuasaan.

2. Dorongan keserakahan dan budaya pamer

Korupsi sering dipicu oleh nafsu untuk mengejar kekayaan instan. Kekuasaan dan harta digunakan sebagai alat pamer kepada lingkungan sosial, untuk mencitrakan kesuksesan, padahal diperoleh dari hasil kejahatan. Dalam budaya tertentu, pencapaian materi sering kali lebih dihargai daripada proses yang bersih.

3. Patronase, balas budi, dan KKN yang mengakar

Struktur sosial Indonesia masih kuat dipengaruhi hubungan patronase. Jasa mendapatkan jabatan, promosi, atau status sosial sering dianggap wajar untuk “dibalas.” Tetapi tradisi balas-budi inilah yang membuka pintu bagi kolusi, korupsi, dan nepotisme.

4. Penegakan hukum yang lemah dan tidak konsisten

Indonesia memiliki banyak instrumen hukum: Kepolisian, Kejaksaan, KPK, serta UU Tipikor sebagai lex specialis. Namun, implementasinya sering tidak tuntas. Hukuman koruptor tidak selalu memberikan efek jera; bahkan ada yang setelah bebas kembali ke panggung politik. Ketidaktegasan ini mengirim pesan bahwa korupsi bukanlah kejahatan serius.

5. Konflik kepentingan pejabat–pengusaha

Banyak pejabat merangkap sebagai pengusaha. Dalam kondisi demikian, keputusan yang diambil sering bercampur antara kepentingan publik dan kepentingan bisnis pribadi atau kelompok. Proses politik dan ekonomi pun menjadi tertutup, memudahkan praktik koruptif terjadi tanpa pengawasan optimal.

6. Sikap permisif masyarakat

Tumbuh pandangan pragmatis seperti “yang penting pembangunan jalan” atau “asal saya kebagian.” Cara pandang ini membuat korupsi dianggap sebagai keniscayaan dan bukan pelanggaran moral. Di titik ini, masyarakat turut menjadi bagian dari normalisasi korupsi.

7. Relasi agama–budaya yang mengutamakan loyalitas kelompok

Di banyak komunitas, loyalitas kepada keluarga, kelompok, atau tokoh lebih diprioritaskan ketimbang kepatuhan kepada hukum. Struktur hierarkis dalam institusi agama dan negara juga sering menghambat kritik, sehingga pengawasan independen melemah.


Religiusitas sejatinya mampu menjadi pagar moral yang kuat—jika benar-benar dihayati. Namun ketika agama hanya berhenti sebagai identitas simbolik tanpa internalisasi nilai, korupsi akan terus tumbuh subur.

Pertanyaannya: sampai kapan bangsa ini membiarkan jurang antara simbol kesalehan dan perilaku koruptif melebar tanpa batas?


Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dilempar dari Langit, Dipungut dari Lumpur: Potret Pedih Penyaluran Bantuan di Sumut

Next Post

OUTLOOK PETANI 2026: Tantangan dan Harapan Menuju Kesejahteraan Sejati

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Next Post
Susi Pudjiastuti Minta Pemerintah Subsidi Harga Garam Petani dan Stop Impor Garam

OUTLOOK PETANI 2026: Tantangan dan Harapan Menuju Kesejahteraan Sejati

Banjir Bandang Nyawa Rakyat Dibuat Mainan ; “Siapa Yang Bertanggung Jawab?”

Banjir Bandang Nyawa Rakyat Dibuat Mainan ; "Siapa Yang Bertanggung Jawab?"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...