• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ahok, Sudahlah Masuk Kotak Saja!

fusilat by fusilat
June 20, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Serang Anies Baswedan, Ternyata Ahok Belum Terima Atas Kekalahan di Pilgub DKI
Share on FacebookShare on Twitter
Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Ibarat wayang, sudahlah masuk kotak saja. Percuma dalang memainkan Anda.

Pesan tersebut sepertinya patut disampaikan kepada Ahok. Sosok bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu kini sedang digadang-gadang (atau menggadang-gadang diri?) untuk dicalonkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27 November mendatang.

Ahok disebut akan diajukan sebagai calon gubernur di Jakarta atau Sumatera Utara oleh partainya, PDI Perjuangan.

Di Jakarta, Ahok akan diadu dengan Anies Baswedan yang sudah resmi dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mungkin disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem; dan dengan Ridwan Kamil yang kemungkinan akan dicalonkan Partai Golkar. Ketiganya sama-sama bekas gubernur. Ahok dan Anies di DKI Jakarta, Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, di Jawa Barat.

PDIP memang sempat melirik Anies. Tapi sepertinya akan sulit jika partai banteng itu tidak dapat jatah kursi calon wakil gubernur, sehingga akan membentuk poros baru. Ahok-lah yang kemungkinan besar akan menjadi alternatif PDIP.

Adapun di Sumut, Ahok disebut akan ditarungkan dengan Bobby Nasution yang sudah dicalonkan oleh sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju. Bobby yang menantu Presiden Joko Widodo itu saat ini menjabat Walikota Medan.

Elektabilitas Anies sementara ini tertinggi di Jakarta. Disusul Ahok dan Kang Emil. Sedangkan elektabilitas Ahok di Sumut masih jadi tanda tanya. Apalagi pada Pilkada Sumut 2018, cagub dari PDIP, Djarot Saiful Hidayat kalah telak.

Ahok memang pintar. Tapi memilih seorang pemimpin tidak hanya yang pintar.

Ahok, sejauh ini memang belum terbukti korupsi alias masih bersih. Tapi memilih seorang pemimpin tidak hanya yang bersih (dan juga pintar).

Di samping pintar dan bersih, seorang pemimpin yang kita pilih juga harus “wise” (bijak). Ahok bukanlah tipe seorang pemimpin yang bijak. “Track records” atau rekam jejaknya semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta (2014-2017) sudah membuktikan itu. Tutur katanya cenderung sarkasme, jauh dari bijak.

Apakah sarkasme berarti melanggar aturan atau undang-undang? Tidak. Yang dilanggar adalah kepatutan dan etika sebagai seorang pemimpin. Derajat etika lebih tinggi daripada hukum.

Ahok dikenal sebagai politikus kutu loncat. Semula bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru dan terpilih menjadi anggota DPRD Bangka Balitung dan kemudian menjadi Bupati Belitung Timur, Ahok lalu loncat ke Golkar dan terpilih menjadi anggota DPR RI. Lalu Ahok loncat lagi ke Partai Gerindra saat dicalonkan di Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai cawagub berpasangan dengan cagub Jokowi. Setelah itu, Ahok bergabung dengan PDIP. Ahok kemudian diangkat menjadi Komisaris Utama Pertamina pada 2019.

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Ahok mundur dari Pertamina. Ahok kemudian pecah kongsi dengan Jokowi. Wong Solo itu mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ahok mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud Md yang diusung partainya. Ahok pun tak sungkan-sungkan lagi mulai mengkritisi pemerintahan Jokowi.

Apakah menjadi kutu loncat politik itu salah? Tidak. Tidak ada undang-undang yang dilanggar Ahok. Apalagi sudah jamak seorang politikus berganti-ganti parpol. Hanya saja dari sisi konsistensi patut dipertanyakan.

Ahok juga seorang bekas narapidana kasus penistaan agama yang dihukum dua tahun penjara. Salahkah jika bekas narapidana maju dalam pilkada? Tidak. Tidak ada undang-undang yang dilanggar Ahok jika maju sebagai cagub. Tapi dari sisi kepatutan, patut dipertanyakan.

Apakah dari 275 juta rakyat Indonesia hanya Ahok yang bisa menjadi gubernur Jakarta atau Sumut? Tidak!

Ahok, mohon maaf tanpa bermaksud diskriminatif atau intoleran, adalah non-Muslim. Sementara Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim, sekitar 82 persen. Salahkah Ahok yang memeluk agama minoritas jika memimpin Jakarta atau Sumut yang mayoritas Muslim?

Tidak. Ahok tidak salah. Tidak ada undang-undang yang dilanggar Ahok yang non-Muslim itu jika memimpin wilayah provinsi yang mayoritas penduduknya Muslim. Akan tetapi dari sisi kepatutan, perlu dipertanyakan.

Nyaris tak ada negara di muka bumi ini yang setoleran Indonesia. Lihat saja nasib minoritas Muslim di Myanmar, India, Tiongkok dan sebagainya yang tertindas. Sementara tidak ada minoritas non-Muslim di Indonesia yang tertindas. Kalau pun ada minoritas yang sedikit mengalami kesulitan dalam mendirikan rumah ibadah, itu masih dalam batas kewajaran. Hanya karena ulah oknum tertentu. Bukan karena ulah mayoritas Muslim atau bahkan negara dan pemerintah.

Di sisi lain, elektabilitas Ahok kini tak lagi menohok. Di wilayah mana pun, tingkat keterpilihan Ahok sudah tidak menjanjikan lagi. Apalagi setelah pecah kongsi dengan Jokowi.

Alhasil, untuk apa Ahok kembali dimainkan? Janganlah kondisi negara yang sudah kondusif untuk membangun ini kembali gaduh gara-gara pencalonan Ahok.

Sekali lagi, Ahok memang pintar. Tapi memilih seorang pemimpin tidak hanya yang pintar.

Ahok sementara ini memang masih relatif bersih. Tapi memilih seorang pemimpin tidak hanya yang bersih.

Jadi, ketika sang dalang nanti tidak mencalonkan Ahok, bukan karena dia tidak pintar, tidak bersih, atau memeluk agama minoritas. Tapi karena kepatutan. Tidak patut seseorang yang tidak bijak dan cenderung sarkasme memimpin sebuah wilayah di Indonesia. Apalagi memimpin seluruh wilayah dan rakyat Indonesia.

Bahkan berani taruhan, hari ini Ahok adalah kartu mati. Sudah tidak laku jual lagi.

Jadi, sudahlah, Ahok masuk kotak saja!

Jakarta, 21 Juni 2024.

Karyudi Sutajah Putra

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sidang Pembacaan Vonis Mantan Anggota BPK Achsanul Qosasi Dijadwalkan Hari Ini

Next Post

Sebelum Tewas Dikeroyok di Pati, ,Bos Rental Sudah Lapor Polisi dan Polisi Berdalih Setiap Laporan Ada Prosedurnya

fusilat

fusilat

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Jawaban Polisi Terkait Upaya Bos Rental Cari Mobilnya Hilang di Pati

Sebelum Tewas Dikeroyok di Pati, ,Bos Rental Sudah Lapor Polisi dan Polisi Berdalih Setiap Laporan Ada Prosedurnya

Jamaah Haji Dipungut Biaya Sangat Besar, Layanam Semakin Buruk dari Tahun ke Tahun

Jamaah Haji Dipungut Biaya Sangat Besar, Layanam Semakin Buruk dari Tahun ke Tahun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...