Berawal dari pertemuan seorang Pengusaha Spanyol, Alejandro Agag, pada malam hari tanggal 3 Maret 2011, dan Presiden FIA Jean Todt, disebuah restoran Paris, lalu lahirlah mimpi menjadi sebuah ajang balapan mobil elektrik yang pertama paling bergensi di Dunia. Single internasional all-electric – mobil balap satu kursi. Belakangan telah berkembang menjadi seri motorsport dengan pertumbuhan tercepat di planet ini. Menjelang musim 2020/21, Formula E telah meraih status Kejuaraan Dunia menjadi Kejuaraan Dunia Formula E ABB FIA.
Konsep dan Misi pendiri Formula E adalah untuk balapan melalui jalan-jalan di kota-kota paling ikonik di Dunia – dengan menampilkan para pembalap dunia dan tim terbaik disekitarnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempertunjukan apa yang dapat dilakukan sebagai kamampuan mobilitas yang berkelanjutan, mengemudikan kendaraan listrik ke depan dalam rangka perlombaan untuk masa depan yang lebih baik dan lebih bersih.
Sejak memulai debutnya di lapangan Olympic Park di Beijing pada tahun 2014, Formula E telah berkembang menjadi merek hiburan global dengan motorsport sebagai jantungnya. Sekarang, dengan 12 tim dan 24 pembalap di grid, kejuaraan tersebut telah menjadi tujuan bagi tim motorsport dan bakat balap terbaik dunia.
“Bagi Indonesia, E-Prix 2022 lebih dari sekadar ajang balap, tetapi juga pesan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia sedang memulihkan diri pascapandemi COVID-19,” kata Soesatyo. “Kami siap menyambut wisatawan dan investor kembali ke tanah air, dan ini akan mendukung rencana pemulihan ekonomi pemerintah pascapandemi.”
Sekjen IMI Ahmad Sahroni juga mengungkapkan optimismenya terhadap ajang Formula E di ibu kota. “Di Formula E, teknologi kendaraan listrik ditempatkan di depan dan tengah, yang merupakan tujuan utama pemerintah. Acara ini akan memberikan momentum kepada masyarakat dengan jumlah konsumen yang beralih ke EV di Indonesia masih agak rendah. Pemerintah terus mengintensifkan insentif EV, dan E-Prix akan menjadi bagian dari normalisasi mobil listrik skala besar di masyarakat,” kata Sahroni.
Alberto Longo, Co-Founder dan Chief Championship Officer Formula E, mengungkapkan keyakinannya bahwa Jakarta E-Prix akan membuktikan dirinya sebagai salah satu E-Prix tersukses di dunia. “Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Indonesia dan kerjasama luas yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut,” katanya.
“Ada banyak lokasi yang harus kami pilih, tetapi satu yang kami pikirkan adalah sirkuit yang ideal. Kami semua harus bekerja keras untuk menyatukan semuanya, dengan pengumuman dalam beberapa minggu mendatang,” Ini pernyataan sebelum Ancol ditentukan sebagai pilihan lokasi yang terbaik karena background lautnya.
“Tentunya sebagai ajang balap internasional, Formula E juga memastikan kesiapan DKI Jakarta sebagai tuan rumah, dan tentunya kami siap,” kata Widi Amanasto, Direktur Utama Jakpro. “Season 8 akan berlangsung di 12 kota, termasuk Jakarta, Vancouver, Seoul, Berlin, New York, Roma, dan Monaco. Kesempatan menjadi tuan rumah Formula E ini menempatkan Jakarta di puncak klasemen, bersama dengan daftar kota kelas dunia di seluruh dunia. “
Ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta 2022 atau Jakarta E-Prix 2022 akan segera diadakan pada 4 Juni 2022. Seri Formula E Jakarta akan dilangsungkan di Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Tiket penjualan juga telah dijual secara online sejak 1 Mei 2022.
Dilansir dari laman resmi Jakarta E Prix, ada empat kategori tiket Formula E Jakarta 2022. Keempat kategori tersebut yakni Ancol Festival, Circuit Festival, Grandstand, serta VIP dan VVIP. Managing Director Formula E, Gunung Kartiko mengatakan ada empat kategori dan lima subkategori dengan rentang harga tiket berada di Rp 250.000 hingga
Rp 10 jutaan, seluruh proses pembelian ini bisa dilakukan di https://jakartaeprix.goersapp.com/.
Sumber : ABB Formula E
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News





















