FusilatNews- Aksi seorang perempuan yang nekat menerobos penjagaan Paspampres untuk bisa bersalaman dengan Presiden Jokowi menjadi viral di media sosial (medsos). Hal tersebut terjadi saat mobil RI 1 yang membawa Presiden Jokowi melintasi kawasan Jalan Thamrin, Denpasar, Bali.
Penerobosan dan penghentian kendaraan Presiden Joko Widodo direspon oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam. Ia mengatakan, jika tidak ada settingan, maka publik menilai betapa rapuhnya pengamanan terhadap presiden.
“Namun apabila ada settingan, maka tentu ini yang disebut sebagai pencitraan, mengingat pintu mobil Presiden pada saat itu terbuka dan seperti penarikan terhadap tangan presiden seperti tidak ada perlawanan,” ujar Saiful Dikutip rmol.id, Jumat (18/11).
Akademisi Universitas Sahid Jakarta mengatakan Persoalan tersebut menjadi pertanyaan public dimana, tim pengamanan presiden seperti tidak sigap dalam melakukan pengamanan kepada presiden.
“Jangan-jangan memang ada skenario yang seolah-olah mengarah kepada penyesatan informasi terhadap adanya prempuan yang dapat menerobos barisan keamanan Presiden. Namun apabila benar, maka dapat dinilai betapa lemahnya tim pengamanan Presiden,” pungkasnya.
Senada Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menduga, hanya settingan, karena sepi dukungan dan seperti shooting film atau shooting sinetron yang sedang kejar tayang.
“Dan sepinya dukungan publik soal KTT G20 di Bali. Respon di medsos sebagai media rakyat sepi. Karena rakyat tahu G20 itu tidak bermanfaat bagi rakyat yang sedang susah. Rakyat tak gubris. Nah sekarang ada semacam setting sinetron untuk cari simpati publik?” kata Muslim
“Dan saya kira publik juga akan persepsi seperti itu,” ujar Muslim
Muslim menilai, maka tindakan wanita tersebut membahayakan keselamatan Jokowi, bila bukan settingan.
“Malah divideokan dan disebarkan? Publik akan tersenyum geli liat adegan itu,” pungkasnya
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

























