• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Aktivis Sejati Tak Butuh Panggung, Sejarah yang Akan Mengabadikan

fusilat by fusilat
August 24, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Achsin El-Qudri

Fusilatnews – Pernyataan Dr. Yulian Paonganan, atau yang akrab disapa Ongen, kembali menggugah kesadaran publik tentang makna sejati seorang aktivis. Dalam sebuah refleksi, ia menegaskan: aktivis sejati tak pernah merasa perlu mendeklarasikan diri, sebab pada akhirnya sejarahlah yang akan mengabadikan siapa yang layak disebut aktivis.

“Menyandang predikat sebagai aktivis itu berat, sodara-sodara. Aktivis sejati tidak akan mau mendeklarasikan diri… tapi sejarah yang mencatat siapa aktivis sebenarnya,” ujar Ongen, eks tahanan politik (Tapol/Napol) era Presiden Joko Widodo, Sabtu (23/8/2025).

Di tengah riuh rendah politik praktis dan klaim sepihak dari banyak pihak yang gemar menyebut dirinya “aktivis”, pernyataan Ongen terasa begitu relevan. Aktivisme, baginya, bukanlah gelar yang bisa dipajang di kartu nama atau dikapitalisasi demi kepentingan pribadi, melainkan konsekuensi dari perjuangan panjang, konsistensi, dan keberanian menghadapi risiko.

Sejarah Indonesia mencatat, aktivis selalu hadir di titik-titik kritis perjalanan bangsa: dari gerakan mahasiswa era Orde Lama, aksi 1966, demonstrasi 1974, gelombang reformasi 1998, hingga berbagai perjuangan menuntut keadilan di era demokrasi kini. Mereka yang turun ke jalan, berhadapan dengan aparat, bahkan rela kehilangan kebebasan, adalah wajah nyata aktivisme – bukan sekadar klaim verbal.

Sebagai eks Tapol/Napol, Ongen merasakan langsung betapa berat konsekuensi dari menyandang predikat “aktivis”. Ia pernah dikurung karena sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah di masa Jokowi. Pengalaman itu meneguhkan keyakinannya: aktivisme sejati selalu dibayar mahal – dengan kebebasan, rasa aman, bahkan masa depan.

Karena itu, Ongen menolak narasi aktivisme yang hanya berhenti pada pencitraan. Baginya, seorang aktivis tidak perlu mengklaim dirinya. Perjuangan sejati akan tercatat sendiri, sebab sejarah dan publiklah yang menjadi hakim.

Refleksi Ongen sekaligus menjadi kritik tajam terhadap fenomena “aktivis instan” yang marak belakangan ini. Mereka yang lebih sibuk membangun panggung di media sosial atau arena politik, sembari menempelkan label “aktivis” pada dirinya.

Contoh mutakhir adalah Immanuel Ebenezer alias Noel, mantan Wamenaker yang kerap menegaskan dirinya bagian dari “aktivis 98”. Dengan lantang ia menempatkan diri sebagai pejuang reformasi. Namun ironisnya, kini ia justru terjerat dugaan korupsi. Noel dituduh ikut merampok uang negara, sebuah ironi yang mencoreng nama besar gerakan mahasiswa 1998.

Fenomena Noel memperlihatkan: klaim sebagai aktivis tidak menjamin integritas. Label “aktivis 98” yang kerap ia banggakan justru runtuh ketika berhadapan dengan kenyataan hukum. Dalam kacamata Ongen, inilah bukti bahwa sejarah dan publiklah yang berhak menilai, bukan klaim sepihak.

Sejarah bangsa juga mengajarkan hal serupa. Soe Hok Gie, misalnya, tidak pernah mendeklarasikan dirinya aktivis. Namun catatan sejarah mengenangnya sebagai simbol perlawanan mahasiswa terhadap ketidakadilan. Demikian pula mahasiswa 1998, yang tanpa perlu mengklaim diri, kini dikenang sebagai pahlawan reformasi.

Itulah pesan yang ditegaskan Ongen: aktivis sejati tidak butuh panggung. Jejak langkah, keberanian, dan konsistensi mereka akan abadi dalam catatan bangsa.

Pesan ini juga menjadi renungan bagi generasi muda. Di era digital, ketika panggung aktivisme bisa dengan mudah diciptakan lewat gawai, perlu ada garis pemisah yang jelas antara aktivisme sejati dan aktivisme simbolik. Generasi baru diingatkan agar tidak terjebak pada euforia label, tetapi membangun tradisi perjuangan yang nyata.

Karena, sebagaimana diingatkan Ongen, hanya sejarah yang memberi pengakuan otentik: siapa yang benar-benar aktivis, dan siapa yang sekadar menjadikan label itu kendaraan politik atau alat memperkaya diri.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rektor UGM Bela Jokowi, Said Didu: Tanpa Ijazah Asli Itu Nol Besar

Next Post

BAP Bernuansa Sahabat: Korlabi Apresiasi Profesionalisme Penyidik Polda

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
BAP Bernuansa Sahabat: Korlabi Apresiasi Profesionalisme Penyidik Polda

BAP Bernuansa Sahabat: Korlabi Apresiasi Profesionalisme Penyidik Polda

Bulog Pastikan Tak Ada Atribut Kampanye Pemilu dan Pilpres di Bansos Beras

Bansos Beras: Penolong atau Sumber Masalah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...