• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Al-Insān Ḥayānun Nāṭiq: Tentang Penuaan Pikiran dan Keberanian Bertanya

Maka ketika akal berhenti digunakan, manusia tidak sedang menua; ia sedang kehilangan bentuk kemanusiaannya.

Ali Syarief by Ali Syarief
February 20, 2026
in Feature, Spiritual
0
Al-Insān Ḥayānun Nāṭiq: Tentang Penuaan Pikiran dan Keberanian Bertanya
Share on FacebookShare on Twitter

Maka ketika akal berhenti digunakan, manusia tidak sedang menua; ia sedang kehilangan bentuk kemanusiaannya.

Menariknya, penuaan sering disalahpahami sebagai urusan umur. Padahal, banyak orang yang sudah tua di usia muda karena lebih rajin menghafal gosip ketimbang gagasan. Otaknya penuh, tapi isinya bukan pikiran—melainkan kebiasaan. Di titik itu, tubuh tinggal mengikuti: bahu turun, langkah melambat, dan semangat hidup diganti dengan keluhan.

Sebaliknya, orang yang otaknya masih sibuk bertanya biasanya lupa untuk merasa tua. Ia masih ribut soal keadilan, masih gelisah membaca berita, masih tergoda untuk menulis atau berdebat. Hormon tubuhnya ikut kebingungan: “Ini orang sebenarnya sudah umur berapa?” Dopamin dan serotonin tetap bekerja karena pikiran belum menyerah pada rutinitas.

Aristoteles sejak awal telah menegaskan bahwa manusia adalah zoon logikon—makhluk yang memiliki logos: akal, bahasa, dan kemampuan menimbang baik-buruk. Hidup manusia, bagi Aristoteles, tidak diukur dari lamanya bernapas, tetapi dari aktivitas akalnya. Maka ketika akal berhenti digunakan, manusia tidak sedang menua; ia sedang kehilangan bentuk kemanusiaannya.

Tradisi filsafat Islam menerjemahkan gagasan ini dalam istilah al-insān ḥayānun nāṭiq—manusia adalah makhluk hidup yang berpikir dan berbicara. Al-Farabi menempatkan akal aktif (al-‘aql al-fa‘‘āl) sebagai jembatan antara manusia dan kesempurnaan dirinya. Berpikir bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan etik: sarana untuk membedakan yang adil dari yang zalim, yang benar dari yang sekadar nyaman.

Karena itu, penuaan sejati terjadi bukan ketika sel melemah, tetapi ketika akal berhenti bergerak. Ketika manusia menukar nalar dengan hafalan, pertanyaan dengan kepatuhan, dan pencarian makna dengan rutinitas sosial. Di titik ini, usia biologis menjadi tidak relevan—yang tua adalah kesadaran.

Hannah Arendt menyebut kondisi ini sebagai thoughtlessness—ketiadaan berpikir. Dalam analisisnya tentang kejahatan banal, Arendt menunjukkan bahwa kehancuran moral tidak selalu lahir dari niat jahat, melainkan dari kegagalan manusia untuk berpikir. Orang-orang yang berhenti bertanya menjadi sangat patuh, sangat normal, dan sangat berbahaya. Mereka menua secara moral bahkan ketika tubuh mereka masih kuat.

Sebaliknya, kegelisahan adalah tanda kehidupan. Orang yang masih mau mempertanyakan kekuasaan, masih resah membaca ketidakadilan, masih merasa terganggu oleh kebohongan publik—itulah manusia yang pikirannya belum pensiun. Ia mungkin lelah, mungkin kalah, mungkin dicap merepotkan. Tapi ia masih hidup dalam arti yang paling manusiawi.

Al-Farabi menyebut kebahagiaan tertinggi manusia bukan pada kenyamanan, melainkan pada kesempurnaan akal dan kebajikan. Dan kebajikan tidak pernah lahir dari diam yang malas, melainkan dari nalar yang aktif dan keberanian moral.

Maka jangan heran jika ada orang berumur tiga puluh tahun tapi pikirannya sudah uzur—takut berbeda, alergi terhadap kritik, dan sibuk menjaga kenyamanan sendiri. Dan jangan heran pula jika ada orang berumur tujuh puluh tahun yang masih membuat penguasa gelisah, karena pikirannya belum jinak dan nuraninya belum menyerah.

Pada akhirnya, usia hanyalah angka administratif. Yang menentukan tua atau muda adalah apakah manusia masih menggunakan akalnya sebagai alat pembebasan, atau justru menguburnya demi ketenangan semu. Sebab ketika berpikir berhenti, hidup tidak benar-benar berjalan—ia hanya menunggu selesai.

Dan di situlah manusia berhenti menjadi al-insān ḥayānun nāṭiq, lalu berubah menjadi makhluk biologis yang sekadar mengikuti waktu, tanpa pernah sungguh-sungguh hidup.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dua Halte Menuju Ikhlas

Next Post

Soal MBG dan Koperasi Merah Putih, Pigai: Ini Bukan Sekadar Program, tapi Hak Warga

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Soal MBG dan Koperasi Merah Putih, Pigai: Ini Bukan Sekadar Program, tapi Hak Warga

Soal MBG dan Koperasi Merah Putih, Pigai: Ini Bukan Sekadar Program, tapi Hak Warga

Membaca Alam dan Sejarah: Ayat-Ayat Kauniyah dalam Kehidupan Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...