• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Aliansi Jogja Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Tolak Revisi UU TNI

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
March 27, 2025
in News, Politik
0
Aliansi Jogja Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Tolak Revisi UU TNI
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA- FusilatNews -– Gelombang penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) terus berlanjut. Aliansi Jogja Memanggil kembali menggelar aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Rabu (27/3), sebagai bentuk protes terhadap revisi UU yang dinilai berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi ABRI dan mengancam supremasi sipil dalam demokrasi.

Massa aksi yang mayoritas mengenakan pakaian serba hitam membentangkan berbagai poster bernada satire. Beberapa di antaranya bertuliskan “Sudah tahu atau sudah gelap?” serta “Jaga ndasmu, jaga ndas kita, incar ndasnya!”. Poster-poster tersebut dibentangkan di area pedestrian Titik Nol Kilometer sebagai bentuk ekspresi kegelisahan mereka terhadap arah demokrasi Indonesia yang dianggap semakin mundur.

Selain orasi, aksi juga diisi dengan mimbar bebas, teatrikal, serta pembacaan pernyataan sikap. Salah satu adegan teatrikal yang dimainkan menggambarkan bagaimana militer secara perlahan mengambil alih jabatan-jabatan sipil, sebuah sindiran atas kekhawatiran bahwa revisi UU TNI akan membawa Indonesia kembali ke masa di mana militer memiliki peran ganda dalam pemerintahan.

Kritik terhadap Revisi UU TNI

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Bung Koes, menegaskan bahwa revisi UU TNI membuka jalan bagi militer untuk kembali menduduki jabatan sipil, yang dinilai sebagai ancaman bagi demokrasi.

“UU ini memberikan ruang bagi TNI untuk masuk ke dalam birokrasi sipil tanpa batasan yang jelas. Dengan karakter militer yang hierarkis dan berbasis komando, kebijakan pemerintahan bisa saja lebih dikendalikan oleh kekuatan militer ketimbang kepentingan rakyat. Ini jelas sebuah kemunduran besar bagi demokrasi kita,” tegasnya.

Menurutnya, revisi ini juga tidak melibatkan partisipasi publik yang memadai, sehingga cacat secara prosedural.

“Bagaimana mungkin aturan sepenting ini disahkan tanpa melalui diskusi mendalam dengan publik? Ini menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR sedang mendorong agenda yang mengabaikan suara rakyat,” tambahnya.

Sejumlah akademisi dan aktivis HAM juga menyatakan kekhawatiran bahwa revisi UU TNI dapat melemahkan supremasi sipil dan mengembalikan militerisme dalam politik. Beberapa organisasi hak asasi manusia telah mendesak agar revisi ini dibatalkan sebelum benar-benar diterapkan.

Proses Pengesahan yang Kontroversial

Sebagai informasi, DPR RI telah mengesahkan revisi UU TNI dalam Rapat Paripurna pada 20 Maret 2025. Pengesahan ini berlangsung di bawah pimpinan Ketua DPR, Puan Maharani, dan mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga mahasiswa.

Revisi ini dianggap memberi peluang lebih besar bagi anggota TNI aktif untuk menduduki jabatan-jabatan sipil tanpa harus pensiun terlebih dahulu. Padahal, reformasi TNI pasca-1998 telah menegaskan bahwa militer tidak boleh lagi terlibat dalam urusan pemerintahan sipil, kecuali dalam kondisi tertentu yang sangat mendesak.

Penolakan terhadap revisi UU TNI tidak hanya terjadi di Yogyakarta. Sebelumnya, aksi serupa juga digelar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota lainnya. Gelombang protes ini menunjukkan bahwa publik masih memiliki kekhawatiran besar terhadap arah demokrasi di Indonesia.

Aksi Berlangsung Damai, Massa Membubarkan Diri dengan Tertib

Aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta ini berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Meskipun demonstrasi berjalan dengan tensi yang cukup tinggi, tidak terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan.

Setelah sekitar dua jam menyampaikan tuntutan dan melakukan berbagai aksi simbolik, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai ada kejelasan mengenai sikap pemerintah terhadap revisi UU TNI.

“Ini bukan aksi terakhir. Jika revisi ini tetap dipertahankan, kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar,” ujar salah satu peserta aksi sebelum meninggalkan lokasi demonstrasi.

Gelombang penolakan terhadap revisi UU TNI masih terus berlanjut. Sejumlah elemen masyarakat sipil menegaskan bahwa jika pemerintah tetap bersikeras mengesahkan aturan ini tanpa melibatkan publik, maka akan ada aksi-aksi lanjutan yang lebih masif dalam waktu dekat.

(Fusilatnews)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hippo Family Club Snow Camp Participants Enjoy the Thrill of Playing in the Snow and Making Ice Cream in Nagano

Next Post

Apa Agenda Prabowo Memaksakan UU TNI yang Baru?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Prabowo Harus Belajar dari Pak Harto: Mengelola Kekuasaan, Akademisi, dan Peran Militer

Apa Agenda Prabowo Memaksakan UU TNI yang Baru?

Zakat Fitrah: Kewajiban dan Makna Sosial dalam Islam

Zakat Fitrah: Kewajiban dan Makna Sosial dalam Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist