• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

ANALISIS RESIKO POLITIK PRABOWO DI TENGAH DUNIA MULTIPOLAR

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
December 13, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Prabowo Subianto memasuki kursi kepresidenan bukan pada masa normal. Dunia sedang bergerak dari satu kutub ke banyak pusat daya. Amerika Serikat tidak lagi menjadi satu-satunya jangkar stabilitas global, sementara BRICS—yang kini tidak hanya ekonomi, tetapi juga politik—menawarkan alternatif institusional dan ideologis bagi negara-negara berkembang. Dalam konteks inilah risiko politik Prabowo harus dibaca: bukan semata dari dalam negeri, tetapi dari persilangan tekanan global dan konflik domestik.

Bermain di Banyak Papan

Keputusan Prabowo untuk merapat ke BRICS bukan langkah simbolik. Ia sadar bahwa ketergantungan tunggal pada Barat—khususnya AS—membatasi ruang gerak strategis Indonesia. Pertemuan dengan Vladimir Putin membuka kerja sama di bidang PLTN, energi, dan ekonomi; serangkaian pertemuan dengan Xi Jinping memperdalam hubungan yang sejak era Jokowi sudah terjalin kuat. Bahkan dalam isu sensitif seperti kereta cepat Whoosh, Prabowo memilih sikap tegas: “Saya akan bertanggung jawab.” Pernyataan ini bukan sekadar etika kepemimpinan, tetapi sinyal politik ke Beijing bahwa Indonesia tidak akan membiarkan proyek strategisnya runtuh oleh kekacauan domestik.

Namun Prabowo tidak memutus jalur lama. Hubungan dengan Amerika Serikat tetap dijaga. Ia merundingkan perjanjian dagang dengan administrasi Trump dan mendukung upaya perdamaian di Gaza yang dipimpin AS. Di permukaan, ini tampak sebagai diplomasi seimbang. Tetapi justru di sinilah risiko politik mulai mengeras: Prabowo menolak memilih satu kubu, dan dalam geopolitik, posisi “tidak memilih” sering kali dianggap sebagai pilihan itu sendiri.

Menyentuh Inti Kekuasaan Lama

Jika di luar negeri Prabowo bermain halus, di dalam negeri ia justru bergerak frontal. Pembatalan sejumlah Proyek Strategis Nasional yang dikendalikan oligarki adalah sinyal bahwa rezim baru tidak ingin menjadi kelanjutan pasif dari rezim lama. Pengambilalihan kebun-kebun sawit ilegal—yang selama ini menjadi ladang rente kekuatan ekonomi-politik—dan rencana penertiban tambang ilegal mempertegas arah itu.

Langkah-langkah ini bukan kebijakan teknokratis semata. Ia menyentuh jaringan kepentingan yang selama puluhan tahun membentuk apa yang bisa disebut political industrial complex: simpul antara modal besar, aparat, dan elite politik. Setiap sentimeter tanah sawit ilegal atau setiap konsesi tambang yang ditertibkan berarti ada aliran uang yang terputus. Di titik inilah risiko politik meningkat tajam.

Skenario Tradisional

Sejarah Indonesia memberi pelajaran keras: konflik domestik sering kali tidak murni domestik. Amerika Serikat pernah terlibat dalam PRRI dan memainkan peran penting dalam tragedi G30S/PKI. Bukan karena Indonesia lemah, tetapi karena posisinya strategis. Hari ini, ketika Indonesia mulai condong ke BRICS, logika geopolitik lama bisa aktif kembali.

AS, sebagai kekuatan yang lama “mengendapkan” Indonesia dalam orbitnya, tentu tidak akan sepenuhnya nyaman melihat pergeseran ini. Dukungan terhadap kekuatan oligarki yang kecewa oleh kebijakan Prabowo menjadi salah satu opsi klasik. Kelemahan utama aliansi semacam ini bukan pada modal atau akses internasional—itu selalu ada—melainkan pada kebutuhan akan elemen militan sebagai pemantik konflik.

Bibitnya kini terlihat. Ada elemen akar rumput militan yang masih setia pada pemerintahan lama, dan ada pula massa yang digerakkan oleh tokoh-tokoh politik daerah yang merasa terancam oleh penertiban pusat. Jika dua arus ini bertemu, risiko eskalasi meningkat.

Mengukur Risiko

Risiko politik Prabowo tidak bisa diukur secara statis. Ia harus dibaca sebagai tingkat kegentingan yang berubah dari waktu ke waktu. Selama konflik dengan oligarki masih bersifat administratif dan hukum, risiko berada pada level rendah-menengah. Namun jika tekanan ekonomi, mobilisasi massa, dan narasi delegitimasi internasional mulai bertaut, kegentingan naik.

Di sinilah tantangan terbesar Prabowo: menjaga agar konflik tetap berada dalam kanal institusional, sambil memastikan negara tidak kehilangan kendali atas aparatusnya sendiri. Pernyataan “Saya akan bertanggung jawab” penting, tetapi tidak cukup. Tanggung jawab personal harus segera diterjemahkan menjadi tanggung jawab institusional: transparansi, akuntabilitas, dan distribusi keputusan yang jelas.

Penutup

Prabowo memimpin Indonesia di masa ketika keberanian adalah prasyarat, tetapi kehati-hatian adalah kunci kelangsungan. Ia menghadapi risiko politik yang nyata: dari geopolitik multipolar yang tidak sabar, dari oligarki domestik yang terusik, dan dari sejarah yang menunjukkan bahwa konflik Indonesia jarang berdiri sendiri.

Pertanyaannya bukan apakah risiko itu ada—ia sudah ada. Pertanyaannya adalah apakah negara cukup kuat untuk menyerapnya tanpa runtuh. Di situlah ujian sesungguhnya dari kepemimpinan Prabowo.===

Cimahi, 13 Desember 2025

Penulis:
– Berijadah aslu dari Jurusan Studi Pembangunan FE-Unpad
– Anggota Komite Eksekutif KAMI
– Ketua Komite Kajian Ilmiah FTA

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

Next Post

Jokowi: Salah Duga dan Rasa Takut yang Mencekam

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi: Salah Duga dan Rasa Takut yang Mencekam

Demonstrasi APDESI: Dulu Diragukan, Kini Berbalik “Menjemput Bola”

Demonstrasi APDESI: Dulu Diragukan, Kini Berbalik “Menjemput Bola”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...