• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 13, 2025
in Feature, Komunitas, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Berebut Tuah Kiai Ma’ruf
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – KH Ma’ruf Amin ternyata masih cukup bertuah. Betapa tidak? Buktinya, dua kubu yang berseteru di Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) kini sedang berebut pengaruh Kiai Ma’ruf.

Maklum, selain Wakil Presiden ke-13 RI, Kiai Ma’ruf adalah Mustasyar dan mantan Rais Aam PBNU. Pun, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tidak itu saja. Kiai Ma’ruf adalah buyut dari Syech Nawawi al-Bantani, kiai berkaliber internasional yang lama tinggal di Mekkah, Arab Saudi yang kitab-kitab gubahannya jadi rujukan kiai sedunia. Kiai kelahiran Tangerang, Banten ini juga lulusan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, tempat kelahiran pendiri NU Hadratussyech KH Hasyim Asyari, kakek Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid.

Kiai Ma’ruf juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) dan pernah pula menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di awal era Reformasi, setelah cukup lama menjadi politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di era Orde Baru.

Alhasil, wajar jika Kiai Ma’ruf masih cukup bertuah dan menjadi rebutan dua kubu yang sedang bertikai di PBNU.

Dalam konflik internal PBNU yang melibatkan Rais Aam KH Miftachul Akhyar di satu kubu dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kubu lain, Kiai Ma’ruf dikonotasikan berpihak kepada Gus Yahya. Pasalnya, ia tidak setuju terhadap pemecatan kakak kandung mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut itu oleh Kiai Miftachul Akhyar.

Lalu, kubu Kiai Miftach pun mencoba merebut dukungan Kiai Ma’ruf dengan mengangkat KH Zulfa Mustofa, keponakan Kiai Ma’ruf menjadi Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU menggantikan Gus Yahya. Zulfa sebelumnya Wakil Ketua Umum PBNU.

Namun, keluarga Kiai Ma’ruf membantah klaim Zulfa yang menyebut dirinya direstui kiai yang pernah menjadi wapres itu.

Menurut keluarga Kiai Ma’ruf, ayahandanya itu seorang yang taat asas, dan menganggap pemecatan Gus Yahya tidak sah, karena tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Kiai Ma’ruf Seorang Politikus

Keluarga Kiai Ma’ruf agaknya alpa bahwa ayahandanya itu juga seorang politikus. Sebab itu, sepak terjangnya tak dapat dilepaskan dari politik.

Ya, sebagai seorang politikus, naluri politik Kiai Ma’ruf tak bisa dipadamkan begitu saja. Nyaris dapat dipastikan ia sedang menempuh siasat politik tertentu untuk mencapai tujuan politik tertentu. Misalnya mempertahankan posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.

Siasat politik tertentu itu pernah ditempuh Kiai Ma’ruf saat menjadi Ketua Umum MUI. Saat itu Kiai Ma’ruf banyak melancarkan serangan politik kepada Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta dan terlibat kasus penodaan agama.

Saat itu sosok yang akrab disapa Ahok tersebut digadang-gadang sebagai salah satu calon wakil presiden bagi Presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019 di samping Mahfud Md.

Di menit-menit terakhir, Kiai Ma’ruf muncul sebagai kuda hitam yang menyalip Mahfud sebagai cawapres bagi Jokowi yang saat itu diusung PDI Perjuangan. Langkah PDIP menggandeng Kiai Ma’ruf ini tak lepas dari strategi untuk meredam suara-suara anti-Ahok yang tidak menguntungkan bagi PDIP maupun Jokowi. Akhirnya Kiai Ma’ruf terpilih bersama Jokowi sebagai wapres dan presiden untuk periode 2019-2024.

Betapa jitunya strategi politik Kiai Ma’ruf. Sun Tzu (544-496 SM) berkata, strategi adalah senjata utama dalam perang. Mungkin karena itulah tuah Kiai Ma’ruf kini diperebutkan oleh dua kubu yang sedang bertikai di PBNU.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Next Post

ANALISIS RESIKO POLITIK PRABOWO DI TENGAH DUNIA MULTIPOLAR

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post

ANALISIS RESIKO POLITIK PRABOWO DI TENGAH DUNIA MULTIPOLAR

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi: Salah Duga dan Rasa Takut yang Mencekam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...