• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2025
in Bencana, Feature, Politik
0
Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia sedang bergerak menuju Pemilu dan Pilpres 2029 dengan membawa beban ekologis yang berat. Banjir tidak lagi musiman, kebakaran hutan berulang tanpa rasa malu, kualitas udara memburuk, pesisir tenggelam perlahan, dan konflik agraria menjadi rutinitas. Namun anehnya, dalam peta politik nasional, lingkungan hidup masih diperlakukan sebagai isu pinggiran—sekadar aksesoris visi-misi, bukan fondasi ideologi.

Ini bukan semata kegagalan kebijakan, melainkan kegagalan sistem politik.

Partai-partai politik di Indonesia, baik yang mengaku nasionalis, religius, maupun populis, pada dasarnya berbagi watak yang sama: pembangunan ditempatkan di atas keberlanjutan. Lingkungan hidup dikalahkan oleh investasi, dikorbankan demi pertumbuhan, dan ditundukkan oleh kepentingan oligarki. Dalam setiap kontestasi pemilu, yang dijual adalah janji ekonomi, bukan keberlangsungan hidup.

Pemilu 2029 seharusnya menjadi momentum koreksi sejarah.
Bukan hanya soal siapa presiden berikutnya, tetapi tentang arah republik ini: apakah tetap berjalan di jalur ekstraksi tanpa batas, atau mulai membangun politik yang menghormati daya dukung bumi.

Dalam kerangka Hannah Arendt, politik Indonesia terjebak dalam rutinitas administratif tanpa tanggung jawab moral. Kerusakan lingkungan terjadi bukan karena semua politisi jahat, melainkan karena sistem membiasakan ketidakpedulian. Izin tambang diterbitkan, hutan dilepas, pesisir direklamasi—semuanya dilakukan “sesuai prosedur”. Inilah banality of evil versi Indonesia: kejahatan ekologis yang dilegalkan oleh aturan dan dibungkus narasi pembangunan.

Di titik inilah, kebutuhan akan Partai Politik Lingkungan Hidup menjadi relevan dan mendesak bagi Indonesia.

Tanpa partai yang secara ideologis menjadikan lingkungan hidup sebagai poros perjuangan, isu ini akan selalu kalah dalam negosiasi kekuasaan. Di parlemen, lingkungan mudah dikompromikan. Dalam koalisi, ia menjadi alat tawar. Dalam pemerintahan, ia menjadi korban pertama ketika berhadapan dengan modal besar.

Jika menggunakan kacamata Martin Heidegger, politik pembangunan Indonesia mencerminkan cara pandang modern yang melihat alam sebagai standing-reserve—cadangan sumber daya yang siap dieksploitasi. Hutan Kalimantan direduksi menjadi konsesi, laut menjadi angka investasi, tanah adat menjadi objek sertifikat. Negara bukan lagi penjaga ruang hidup, melainkan manajer eksploitasi.

Partai politik lingkungan hidup dibutuhkan untuk mengganggu cara berpikir ini.
Ia harus hadir sebagai kekuatan yang memaksa politik nasional mengakui satu fakta mendasar: manusia Indonesia bukan pemilik bumi Nusantara, melainkan penghuninya. Kekuasaan tidak boleh berjalan melampaui batas ekologis.

Dalam filsafat ekologis Islam, yang dianut mayoritas rakyat Indonesia, gagasan ini sejatinya bukan hal asing. Manusia adalah khalifah fil ardh—pemegang amanah, bukan penguasa absolut. Kerusakan lingkungan (fasad fil ardh) adalah tanda rusaknya moral kekuasaan. Maka memperjuangkan lingkungan hidup bukan agenda sekuler, melainkan panggilan etis dan spiritual.

Pemilu 2029 memberi peluang untuk mengartikulasikan itu secara politik.
Partai politik lingkungan hidup tidak harus dimaknai sempit sebagai partai satu isu. Ia justru bisa menjadi rumah politik bagi keadilan ekologis: pangan berkelanjutan, ekonomi hijau yang adil, kesehatan publik, perlindungan masyarakat adat, dan demokrasi yang tidak tunduk pada oligarki sumber daya alam.

Argumen bahwa “semua partai bisa memperjuangkan lingkungan” telah diuji waktu—dan gagal. Realitas menunjukkan bahwa tanpa tekanan ideologis yang konsisten, lingkungan selalu dikalahkan oleh kepentingan jangka pendek. Karena itu, kehadiran partai politik lingkungan hidup bukan ancaman bagi demokrasi, melainkan koreksi atas kebuntuan politik yang ada.

Jika Pemilu 2029 kembali diisi oleh kontestasi janji kosong tanpa keberanian ekologis, maka rakyat Indonesia sedang memilih untuk menunda kehancuran, bukan mencegahnya.

Demokrasi kehilangan makna ketika ia hanya menentukan siapa berkuasa, tetapi gagal menjawab bagaimana kita tetap hidup.

Dan pada akhirnya, alam tidak akan menunggu hasil pemilu.
Ia hanya menagih akibat dari pilihan politik kita.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan – Bukan Gibran

Next Post

Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

Berebut Tuah Kiai Ma'ruf

ANALISIS RESIKO POLITIK PRABOWO DI TENGAH DUNIA MULTIPOLAR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...