• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan – Bukan Gibran

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2025
in Bencana, Feature, Politik
0
Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan – Bukan Gibran
Share on FacebookShare on Twitter

Sekarang baru terasa—dan mungkin justru karena terlalu lama diabaikan.
Alam tidak lagi memberi peringatan, ia menjatuhkan keputusan. Banjir, kekeringan, panas ekstrem, kebakaran hutan, dan rusaknya ruang hidup bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan konsekuensi politik. Alam sedang mengadili “kerajaan manusia” yang dibangun di atas keserakahan, legalisasi perusakan, dan kebijakan tanpa etika.

Dalam kacamata Hannah Arendt, inilah wajah kekuasaan modern yang kehilangan sense of responsibility. Politik berjalan mekanis, administratif, dan teknokratis—tanpa kesadaran moral atas akibat tindakannya. Arendt menyebutnya sebagai banality of evil: kejahatan yang lahir bukan dari niat jahat, melainkan dari kepatuhan buta pada sistem. Dalam konteks lingkungan, kerusakan terjadi bukan karena para pengambil kebijakan tidak tahu, tetapi karena mereka memilih untuk tidak peduli.

Pemilu dan Pilpres 2029 semestinya menjadi ruang pembalikan kesadaran itu.
Namun selama ini, demokrasi justru terjebak pada prosedur, bukan substansi. Yang diperebutkan adalah kursi, bukan arah sejarah. Lingkungan hidup dijadikan ornamen kampanye—bukan agenda ideologis.

Jika mengikuti Martin Heidegger, krisis ekologis adalah akibat cara manusia modern “memahami” dunia. Alam diposisikan sebagai standing-reserve—sekadar cadangan sumber daya yang siap dieksploitasi. Hutan bukan lagi makhluk hidup, melainkan angka; laut bukan ruang kehidupan, melainkan potensi ekonomi; tanah bukan ibu, melainkan objek izin. Politik pembangunan mewarisi cara berpikir ini: menguasai, mengukur, menghabiskan.

Di sinilah politik kehilangan dimensi ontologisnya.
Manusia lupa bahwa ia menghuni bumi, bukan memilikinya.

Pemilu 2029 harus memutus logika itu.
Rakyat perlu diajak memilih mereka yang menjadikan pemulihan lingkungan hidup sebagai agenda utama yang terukur—bukan sekadar jargon hijau. Isu lingkungan adalah satu-satunya isu politik yang tidak bisa disembunyikan di balik statistik atau narasi keberhasilan. Ia nyata: air bersih atau tidak, udara sehat atau beracun, tanah subur atau mati.

Janji-janji politik lain terlalu sering berakhir sebagai omon-omon demokrasi.
Kesejahteraan tanpa ekologi hanyalah fatamorgana. Pertumbuhan tanpa keberlanjutan adalah penundaan kehancuran. Pembangunan tanpa etika adalah perampasan yang dilegalkan.

Dalam filsafat ekologis Islam, manusia disebut khalifah fil ardh—bukan penguasa absolut, melainkan penjaga amanah. Alam bukan milik manusia, melainkan titipan. Kerusakan lingkungan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah itu. Al-Qur’an dengan tegas menyebut fasad fil ardh—kerusakan di muka bumi—sebagai akibat keserakahan manusia sendiri, bukan takdir.

Namun politik kita justru membalik logika amanah menjadi logika kuasa.
Negara lebih sering hadir sebagai pelindung kepentingan modal ketimbang penjaga keseimbangan semesta. Regulasi menjadi alat legitimasi, bukan pembatas keserakahan. Rakyat diposisikan sebagai penerima dampak, bukan subjek kebijakan.

Sering kita berlindung di balik dalih global: negara maju lebih dulu merusak.
Tetapi dalam etika filsafat—dan dalam ajaran agama—kesalahan orang lain tidak pernah menjadi pembenaran atas kejahatan sendiri. Apalagi ketika akibatnya menghantam rumah kita, sawah kita, laut kita.

Pemimpin yang layak dipilih pada 2029 adalah mereka yang berani melawan logika lama kekuasaan:
berani menolak eksploitasi berlebihan, berani menantang oligarki perusak, berani membangun negara yang menghitung bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan hidup.

Jika Pemilu 2029 kembali dimenangkan oleh politik janji kosong, maka demokrasi kehilangan maknanya. Rakyat tidak sedang memilih pemimpin, melainkan memperpanjang mandat kehancuran.

Karena manusia boleh mengganti presiden.
Tetapi ketika bumi runtuh, tidak ada pemilu ulang.

Alam tidak ikut kampanye.
Ia hanya menagih akibat dari pilihan kita.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Omon-Omon Politik dan Ilusi Dukungan Massa

Next Post

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan - Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

Berebut Tuah Kiai Ma'ruf

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...