• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Omon-Omon Politik dan Ilusi Dukungan Massa

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 13, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai hari Lubis

Di ruang digital Indonesia, klaim dukungan massa kerap diproduksi secara berlebihan. Ungkapan “jutaan rakyat mendukung” beredar luas tanpa mekanisme verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Fenomena ini bukan sekadar soal retorika politik, melainkan menandai krisis yang lebih mendasar: melemahnya rasionalitas publik dalam demokrasi elektoral.

Dalam perspektif ruang publik, demokrasi mensyaratkan pertukaran gagasan yang rasional dan terbuka. Jürgen Habermas menekankan bahwa legitimasi politik lahir dari komunikasi yang memungkinkan warga berargumentasi secara setara, bukan dari dominasi suara yang paling bising. Ketika klaim dukungan hanya diproduksi melalui gema media sosial, tanpa deliberasi dan partisipasi nyata, ruang publik tereduksi menjadi sekadar arena kebisingan.

Istilah “omon-omon” relevan untuk membaca gejala ini. Ia menggambarkan ujaran politik yang terlepas dari tindakan, janji yang tidak disertai tanggung jawab, serta dukungan yang tidak pernah diuji dalam praktik sosial. Dalam konteks ini, klaim massa lebih menyerupai simulasi politik ketimbang ekspresi kehendak rakyat yang sesungguhnya.

Joseph Schumpeter, dalam konsepsi demokrasi minimalisnya, melihat demokrasi sebagai mekanisme kompetisi elite untuk memperoleh suara rakyat. Namun, bahkan dalam kerangka ini, dukungan publik tetap harus terartikulasikan secara nyata melalui pilihan dan keterlibatan politik. Ketika dukungan hanya berhenti pada deklarasi sepihak dan tidak terkonversi menjadi mobilisasi atau partisipasi yang terukur, maka klaim tersebut kehilangan makna politiknya.

Negara hukum tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan kerapuhan partisipasi. Aparat keamanan, secara normatif, bertugas menjaga ketertiban umum, bukan menghalangi ekspresi politik warga negara. Sejarah politik modern menunjukkan bahwa massa yang sungguh-sungguh terorganisasi dan memiliki kesadaran politik sulit dibendung, sepanjang bergerak dalam koridor hukum. Karena itu, absennya kehadiran massa justru mengindikasikan lemahnya basis sosial klaim dukungan tersebut.

Robert A. Dahl menyebut demokrasi yang sehat mensyaratkan partisipasi efektif dan kontrol warga terhadap agenda politik. Dalam kerangka poliarki, rakyat bukan hanya objek mobilisasi simbolik, melainkan subjek yang secara aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Budaya omon-omon, sebaliknya, mendorong ilusi partisipasi: ramai di permukaan, tetapi miskin keterlibatan substantif.

Lebih jauh, omon-omon politik melahirkan apa yang bisa disebut sebagai kemalasan politik kolektif. Partisipasi direduksi menjadi aktivitas digital yang berbiaya rendah, tanpa risiko dan tanpa komitmen. Dalam jangka panjang, kondisi ini berbahaya bagi demokrasi karena mengikis akuntabilitas dan memperlebar jarak antara klaim elite dan pengalaman riil warga negara.

Esai ini tidak dimaksudkan untuk memihak satu figur atau meniadakan yang lain. Ia hendak mengingatkan bahwa demokrasi tidak dibangun oleh volume suara, melainkan oleh kualitas partisipasi. Tanpa kehadiran nyata, tanpa deliberasi rasional, dan tanpa tanggung jawab politik, klaim dukungan massal hanya akan menjadi omon-omon—ramai, tetapi kosong.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengurai Konflik Salafi-Wahabi dengan Rasionalisme Islam

Next Post

Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan – Bukan Gibran

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan – Bukan Gibran

Pemilu dan Pilpres 2029: Pilih Yg MengAgendakan Perbaikan Lingkunan - Bukan Gibran

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan – Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Perlu Parpol Lingkungan Hidup: Parpol Lama Memiliki Cacat Bawaan - Pelajaran Menjelang Pemilu 2029

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...