• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Jokowi: Salah Duga dan Rasa Takut yang Mencekam

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2025
in Bencana, Feature, Tokoh/Figur
0
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah kerap bergerak diam-diam. Ia tidak selalu mengetuk pintu dengan genderang kemenangan, tetapi sering datang seperti angin malam—dingin, sunyi, dan menggigilkan. Di titik inilah kekuasaan diuji: apakah ia akan dikenang sebagai pengabdian, atau dicatat sebagai kecemasan yang berusaha menunda penghakiman waktu.

Joko Widodo, dalam fase akhir kekuasaannya, tampak terjebak pada satu salah duga besar: mengira kendali adalah cara terbaik untuk memastikan warisan. Padahal, kendali yang lahir dari ketakutan bukanlah kepemimpinan; ia hanya naluri bertahan hidup yang disamarkan sebagai stabilitas.

Yang dikendalikan bukan lagi arah negara demi rakyat, melainkan masa depan politik demi keselamatan sebuah lingkaran. Bukan untuk memperkuat institusi, tetapi untuk memastikan bahwa jejak kekuasaan tidak berujung pada koreksi sejarah. Di sinilah rasa takut bekerja—takut pada ingatan kolektif, takut pada catatan kaki yang jujur, takut pada bab penutup yang tidak bisa diedit.

Dalam filsafat politik, kekuasaan yang percaya diri akan membiarkan dirinya diuji oleh waktu. Ia tidak sibuk menata penerus berdasarkan darah dan kedekatan, melainkan berdasarkan kapasitas dan etika. Sebaliknya, kekuasaan yang cemas akan memadatkan kontrol: merangkul oligarki, menekan kritik, dan merapikan suksesi agar tetap berada dalam radius aman.

Jokowi salah duga ketika mengira sejarah bisa dikelola seperti proyek. Dalam banyak peradaban, kesalahan serupa selalu berulang. Julius Caesar mengira kekuasaan personal dapat menggantikan republik; ia lupa bahwa sejarah Roma justru mengabadikannya lewat tikaman para senator. Soeharto mengira stabilitas bisa diwariskan melalui keluarga dan kroni; ia lupa bahwa sejarah Indonesia menutup eranya dengan kata: runtuh. Sejarah tidak tunduk pada deadline, tidak bisa direvisi dengan narasi resmi, dan tidak mengenal humas. Ia hanya mengenal satu hal: akibat. Apa yang ditanam hari ini—pembiaran etik, pelemahan hukum, normalisasi nepotisme—akan dipanen sebagai penilaian esok hari.

Ada ironi yang tajam: sejarah yang baik bukanlah sejarah yang sibuk mengulang nama pahlawan, melainkan sejarah yang berani mengingat para pengkhianat. Prancis tidak hanya mengenang Revolusi, tetapi juga Louis XVI sebagai simbol kekuasaan yang beku. Jerman modern tidak dibangun dengan melupakan Hitler, tetapi dengan terus-menerus mengingatnya sebagai peringatan abadi. Bukan untuk memuliakan mereka, tetapi untuk mencegah pengulangan. Ingatan kolektif bekerja dengan cara yang kejam namun adil—ia menempelkan label pada peristiwa, bukan pada slogan.

Ketika kekuasaan terlalu sibuk mengendalikan agar tidak dihukum oleh sejarah, sesungguhnya ia sedang mempercepat vonis itu sendiri. Rasa takut yang mencekam justru melahirkan keputusan-keputusan yang akan menjadi bukti. Bukti bahwa negara pernah dikelola dengan kecurigaan pada rakyatnya sendiri.

Dalam tradisi esai ala Tempo, kritik bukan dimaksudkan untuk membenci, melainkan untuk mengingatkan: kekuasaan yang besar menuntut keberanian untuk melepaskan. Sebab hanya dengan melepaskan, seorang pemimpin memberi ruang bagi sejarah untuk menilai secara wajar.

Jika tidak, maka yang tersisa hanyalah catatan tentang seorang penguasa yang ingin terus mengendalikan—bukan demi rakyat, tetapi demi menghindari penghakiman sejarah. Dan sejarah, seperti biasa, tidak pernah lupa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ANALISIS RESIKO POLITIK PRABOWO DI TENGAH DUNIA MULTIPOLAR

Next Post

Demonstrasi APDESI: Dulu Diragukan, Kini Berbalik “Menjemput Bola”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Demonstrasi APDESI: Dulu Diragukan, Kini Berbalik “Menjemput Bola”

Demonstrasi APDESI: Dulu Diragukan, Kini Berbalik “Menjemput Bola”

Sintingnya Kebijakan Publik

Parpol, Banjir, dan Dosa Ekologis yang Tak Pernah Diakui

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...