• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ancaman Disintegrasi: Dari Frustrasi ke Sentimen Regional

fusilat by fusilat
December 16, 2025
in Feature, Politik
0
Ancaman Disintegrasi: Dari Frustrasi ke Sentimen Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
15 Desember 2025

“Mualem terlanjur kecewa bener.” Kalimat sederhana itu, yang beredar di grup WhatsApp dan percakapan pribadi warga Aceh pasca-banjir bandang Desember 2025, mencerminkan luka yang lebih dalam daripada sekadar kekecewaan atas lambatnya bantuan. Mualem—Muzakir Manaf, tokoh eks-GAM yang kini Gubernur Aceh—telah menyuarakan kritik pedas terhadap respons pusat yang dianggap lamban dan kurang serius. Ucapannya bukan sekadar keluhan politisi, tapi cermin dari frustrasi kolektif masyarakat Aceh yang merasa kembali “dikhianati” oleh Jakarta.

Bencana yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa, menghilangkan ratusan orang, dan mengungsikan jutaan ini bukan hanya tragedi alam. Ia menjadi pemicu baru bagi sentimen regional yang selama ini tertahan pasca-perdamaian Helsinki 2005. Dari frustrasi atas banjir yang diperparah deforestasi masif, lambatnya logistik, hingga penolakan bantuan internasional, kekecewaan itu perlahan berubah menjadi pertanyaan mendasar: “Untuk apa tetap bersama negara yang tak peduli saat kami paling butuh?”

Frustrasi yang Menumpuk

Warga Aceh tak lupa betapa cepatnya respons dunia internasional pasca-tsunami 2004—bantuan mengalir deras, rekonstruksi masif, dan perjanjian damai Helsinki menyusul. Saat itu, Indonesia berhasil mengubah duka menjadi momentum integrasi yang lebih kuat. Kini, kontrasnya menyakitkan: meski empat bupati sudah menyatakan “menyerah, tidak mampu”, status bencana nasional baru ditetapkan belakangan. Logistik tertahan birokrasi, akses ke desa terisolasi lambat, dan ada kesan bahwa pusat lebih sibuk menjaga gengsi “kedaulatan” ketimbang menyelamatkan nyawa.

Mualem sendiri menyebut respons pusat “kurang cepat dan kurang masif”. Ia bukan satu-satunya. Mantan juru runding GAM, aktivis lokal, hingga warga biasa ramai-ramai menyuarakan hal serupa di media sosial dan forum tertutup. Narasi “Jawa-sentris” kembali mengemuka: SDA Aceh (gas, minyak, hutan) dikeruk habis-habisan, tapi saat bencana datang, bantuan datang terlambat.

Dari Frustrasi ke Sentimen Regional

Frustrasi ini bukan hal baru, tapi banjir 2025 menjadi katalisator. Di Aceh, ingatan kolektif atas konflik puluhan tahun lalu masih hidup. Banyak yang melihat pola yang sama: lahan dirusak untuk kepentingan korporasi besar (sawit, tambang), ekosistem hulu Bukit Barisan gundul akibat deforestasi jutaan hektare, dan ketika konsekuensinya datang—banjir bandang mematikan—dan pusat terlihat abai.

Sentimen “Aceh Merdeka” yang dulu redup pasca-MoU Helsinki kini muncul kembali, meski masih di tingkat obrolan dan postingan anonim. Bukan gerakan bersenjata seperti dulu, tapi erosi emosional yang pelan tapi pasti. Satu suara kecewa bisa menular dengan cepat, apalagi di era media sosial, amplifikasi semakin besar. Papua pun mengalami hal serupa: eksploitasi tambang dan food estate, konflik berkepanjangan, ditambah bencana ekologis—semua memperkuat rasa “kami hanya sapi perah Jakarta”.

Ancaman Nyata bagi Kesatuan Bangsa

Jika dibiarkan, frustrasi ini bisa berubah menjadi ancaman disintegrasi yang lebih serius. Bukan pemisahan wilayah secara militer, tapi pelepasan ikatan emosional rakyat perifer dengan negara. Kepercayaan adalah perekat utama NKRI. Saat kepercayaan runtuh—karena penanganan bencana lambat, eksploitasi SDA tak adil, dan ketidakpedulian berulang—maka fondasi bangsa goyah.

Ini bukan prediksi apokaliptik, tapi peringatan dari sejarah. Tsunami 2004 membuktikan bahwa respons cepat dan empati bisa memperkuat integrasi. Banjir 2025, sebaliknya, menunjukkan risiko sebaliknya.

Jalan Keluar: Reformasi, Bukan Sekadar Janji

Pemerintah pusat harus bertindak cepat dan konkret:
– Percepat integrasi One Map Policy untuk hentikan tumpang tindih izin yang merusak ekosistem.
– Moratorium izin ekstraktif di hulu DAS dan zona rawan bencana.
– Transparansi dan pemerataan manfaat SDA, terutama di Aceh dan Papua.
– Dialog nasional yang inklusif, bukan sekadar kunjungan performatif, apalagi pencitraan.

Mualem dan jutaan warga Aceh “terlanjur kecewa bener”. Tapi kekecewaan itu belum final. Masih ada waktu untuk mengubahnya menjadi momentum perbaikan—seperti 2004 dulu. Jika tidak, frustrasi hari ini bisa menjadi benih disintegrasi besok. NKRI harga mati, tapi hanya jika negara benar-benar hadir untuk semua anak bangsanya, terutama saat mereka sedang menderita.

*)Malika Dwi Ana,16 Desember 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Uji Coba Tanpa Kepastian Hukum: Ketika Eksperimen Lingkungan Dilakukan di Tengah Permukiman

Next Post

Siapa yang Dituduh Tokoh Besar oleh Jokowi?

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Demokrat Mengklaim Rakyat akan Senang Jika SBY dan Megawati Bertemu

Siapa yang Dituduh Tokoh Besar oleh Jokowi?

Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo

PEMIMPIN TANPA RENDAH HATI ADALAH BENCANA: JANGAN JUMAWA DI ATAS AMANAT RAKYAT

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...