• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PEMIMPIN TANPA RENDAH HATI ADALAH BENCANA: JANGAN JUMAWA DI ATAS AMANAT RAKYAT

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 16, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Makna jumawa dalam bahasa Indonesia merujuk pada sikap sombong, angkuh, dan merasa diri lebih unggul dari orang lain. Sikap ini kerap muncul dari rasa percaya diri yang berlebihan, melampaui batas kewajaran, hingga melahirkan kecenderungan meremehkan orang lain serta memandang rendah pendapat dan kemampuan pihak lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk baku dari jumawa adalah jemawa, yang diartikan sebagai angkuh, congkak, dan suka mencampuri urusan orang lain. Individu yang bersikap jemawa biasanya merasa dirinya selalu benar, sulit menerima kritik, dan minim penghargaan terhadap pandangan yang berbeda.

Beberapa ciri sikap jumawa antara lain:

  • Sombong, merasa lebih baik dan lebih tahu dari orang lain

  • Angkuh, menutup telinga terhadap pendapat berbeda

  • Egois, mengutamakan kepentingan pribadi

  • Minim empati, abai terhadap penderitaan dan aspirasi orang lain

Sikap jumawa memang kadang muncul sebagai mekanisme pertahanan diri. Namun dalam kehidupan sosial—terlebih dalam kepemimpinan—ia adalah sifat yang destruktif karena meniadakan kerendahan hati, padahal justru itulah fondasi kepemimpinan yang bermartabat.

Dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, sikap jumawa kerap tercermin dari pernyataan dan perilaku pejabat atau penguasa. Di lapangan, tidak sedikit pejabat yang setelah berkuasa mengalami unggah adat—berubah gaya hidup, berubah cara bicara, dan berubah sikap—jauh berbeda dengan saat mereka masih menjadi rakyat biasa.

Pada masa lampau, setiap ucapan penguasa sering dipandang sebagai “sabda pandito ratu”. Istilah yang berasal dari Sanskerta ini bermakna:

  • Sabda : ucapan atau perintah

  • Pandito : orang bijak dan berpengetahuan

  • Ratu : pemimpin atau penguasa

Secara filosofis, istilah ini menegaskan bahwa ucapan pemimpin haruslah lahir dari kebijaksanaan, keadilan, dan tanggung jawab moral, sehingga layak dihormati dan dijalankan. Dalam budaya Jawa dan Bali, konsep ini tidak sekadar simbol kekuasaan, tetapi juga tuntutan etis bagi seorang pemimpin agar menjaga bobot ucapannya.

Namun dalam praktik demokrasi hari ini, makna luhur itu kerap terkikis. Menjadi pejabat publik bukan perkara mudah. Prosesnya panjang, melelahkan, dan—harus diakui—sangat mahal. Tidak ada jabatan politik yang bisa diraih secara cuma-cuma. Mereka yang ingin menjadi kepala daerah atau anggota legislatif harus menyiapkan cost politik yang tidak sedikit.

Adalah ilusi bila ada yang mengaku bisa menjadi gubernur, bupati, atau wali kota hanya bermodal niat dan celana kolor. Mulai dari biaya mencari partai pengusung, mengumpulkan KTP bagi calon independen, hingga ongkos kampanye dan “saweran” politik—semuanya membutuhkan cuan dalam jumlah besar. Pemilu di negeri ini adalah demokrasi berbiaya mahal.

Ironisnya, setelah jabatan diraih dengan pengorbanan besar, kita justru kesulitan menemukan pejabat publik yang mampu menjaga idealisme, nasionalisme, dan patriotisme. Lebih sulit lagi mencari mereka yang mau bekerja dengan tulus tanpa pamrih.

Pamrih adalah maksud tersembunyi demi keuntungan pribadi. Ia menjadikan pengabdian sebagai transaksi. Sebaliknya, berbuat tanpa pamrih adalah manifestasi altruisme—kepedulian murni terhadap kepentingan orang banyak, tanpa kalkulasi balas jasa.

Di titik inilah kekecewaan publik sering bermula. Setelah jabatan diraih dengan biaya mahal, kekuasaan justru dijalankan secara sewenang-wenang. Rakyat kecewa melihat pejabat yang gemar mengumbar janji palsu, berbohong, atau bersikap jumawa dalam pernyataannya.

Padahal, yang dibutuhkan rakyat adalah ucapan yang menyejukkan, jujur, dan memberi harapan nyata—bukan retorika kosong, apalagi sikap over acting yang jauh dari realitas kehidupan rakyat sehari-hari.

Rakyat akan lebih menghormati pemimpin yang hidup bersahaja, mampu menyesuaikan diri dengan penderitaan dan keterbatasan masyarakatnya. Kesahajaan semestinya menjadi kekuatan moral, termasuk bagi Kabinet Merah Putih, baik dalam merumuskan kebijakan maupun dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

Hingga hari ini, bagi sebagian besar masyarakat, ucapan pejabat publik masih dijadikan rujukan dalam menjalani kehidupan. Ia masih diperlakukan layaknya sabda pandito ratu. Karena itu, para pejabat publik wajib menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut mereka memiliki dampak sosial, politik, dan moral yang besar.

Semoga tulisan ini menjadi percik permenungan bersama—bahwa kepemimpinan tanpa kerendahan hati hanya akan melahirkan jarak, kekecewaan, dan krisis kepercayaan.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa yang Dituduh Tokoh Besar oleh Jokowi?

Next Post

Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

Korupsi Kuota Haji: Luka Moral yang Tak Bisa Ditutup dengan Dalih Hukum

Nyali KPK Bangkit: Panggil Lagi Yaqut Qoumas, Ada Kaitannya dengan Kisruh PBNU?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...