• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

fusilat by fusilat
December 16, 2025
in Feature, Politik
0
Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
Ngawi, 15 Desember 2025

Jika Aceh hanya penghasil singkong, siapa yang akan berebut kuasa atasnya? Tak ada oligarki Jakarta yang gigit jari, tak ada Cina atau AS yang saling tikung demi gas Arun 14 TCF, minyak 1 miliar barel, dan nikel 2 juta ton yang bernilai triliunan dolar. Tapi karena Aceh kaya raya, ia jadi sasaran empuk kolonialisme baru: penguasaan SDA melalui “bencana alam” yang dicurigai buatan, yang skemanya mirip Timur Tengah yang dibuat porak-poranda demi minyak. Tsunami 2004—yang oleh banyak pengamat ditengarai sebagai HAARP AS—bukanlah akhir, tapi pembukaan. Banjir bandang 2025 ini lanjutannya: longsor ekologis yang “kebetulan” hancurkan Aceh, memicu bendera putih berkibar tanda keputus asaan, dan membuka pintu penjarahan lebih leluasa. Ini bukan musibah Tuhan—ini skenario geopolitik sadis untuk perkosa Aceh tanpa tuduhan penjajahan terbuka.

Pola Timur Tengah jadi cermin: Irak dihancurkan 2003 demi 115 miliar barel minyak Kirkuk, Libya runtuh pasca-Gaddafi 2011 agar Chevron-Exxon bagi ladang, Yaman porak-poranda demi Selat Bab el-Mandeb. Bencana sipil jadi kedok—perang “demokrasi” atau “terorisme” untuk menutupi perampokan SDA. Aceh kurang lebih sama, hanya saja bukan dengan kekuatan militer dengan memfitnah pemimpinnya, karena pasca reformasi, sudah tak ada lagi otoritarianisme ala Orde Baru. Aceh dihantam tsunami 2004 (9.1 Mw) menghancurkan basis kekuatan GAM, membuka akses ExxonMobil ke Arun—dan untung US$100 miliar, Aceh mendapatkan rekonstruksi tapi SDA tetap dikuasai pusat. Kini, banjir 2025 nampak “aneh” seperti kata Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dalam wawancara dengan Najwa Shihab: air hitam berbau kimia, bertahan lama seperti “tsunami kedua”, memicu gatal-gatal hingga infeksi kulit massal pada pengungsi. Lebih mengerikan: hewan air seperti biawak, ular, buaya—yang seharusnya selamat dalam banjir—mati mengapung massal. Korban ditemukan telanjang, meski tak ada evakuasi malam—seolah gelombang energi atau panas ekstrem “menguapkan” pakaian. Ini bukan banjir biasa—ini kontaminasi kimia dari bocoran tambang Arun saat longsor, atau dugaan lebih gelapnya adalah manipulasi cuaca ala HAARP yang picu plasma ionosfer, mengubah hujan menjadi senjata.

HAARP—program AS di Alaska—bukan dongeng. Ia memanipulasi ionosfer untuk komunikasi militer, tapi efek sampingnya bisa menimbulkan gempa atau badai ekstrem (walau ada bantahan resmi: “cuma riset”, tapi konspirasi dari Al-Osboa hingga aktivis global mengatakan lain). Tsunami 2004 dicurigai akibat nuklir bawah laut atau HAARP—yang menghancurkan Aceh, menekan GAM, membuka penjarahan migas. Lalu banjir 2025 kurang lebihnya sama: deforestasi PSN (500.000 ha hilang) jadi pemicu, tapi “keanehan-keanehan” seperti yang Mualem saksikan—air beracun, hewan air mati, kulit gatal, korban telanjang—menunjukkan kontaminan buatan atau energi anomali.

Motif geopolitiknya brutal: Aceh adalah pion di rivalitas AS-Cina. Cina butuh gas Arun untuk BRI dan LNG Eropa, AS tekan via QUAD/sanksi nikel untuk Indo-Pasifik. Bencana “buatan” menjadi skenario win-win: yang memicu gaung merdeka (trauma GAM bangkit), Aceh “bergolak” hingga lepas seperti Timor Leste, lalu asing bebas menjarah tanpa campur tangan Jakarta yang konon “nasionalis”.

Ini kolonialisme paling licik: tidak memakai kekuatan militer, senjata api, tidak pakai tank, tapi alam yang dimanipulasi. Royalti Aceh cuma 1%, PSN gusur lahan adat, oligarki pusat untung triliunan—rakyat dapat penyakit dari lumpur beracun, kerusakan ekologis, hutan musnah, satwa endemik mati punah, dan kemiskinan 12,33%. Jika Aceh menghasilkan singkong, tak akan ada yang peduli. Tapi karena Aceh kaya emas hitam, ia diperkosa berulang: dari tsunami “HAARP” hingga banjir “kimia” kini.

Bangun! Ini jebakan geopolitik untuk menelan Aceh hidup-hidup. Tuntut moratorium tambang, royalti 20%, audit SDA, reformasi UUD 2002. Sudah saatnya—Aceh membuat sejarah, atau tenggelam selamanya dalam badai buatan oligarki global.
**

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PEMIMPIN TANPA RENDAH HATI ADALAH BENCANA: JANGAN JUMAWA DI ATAS AMANAT RAKYAT

Next Post

Nyali KPK Bangkit: Panggil Lagi Yaqut Qoumas, Ada Kaitannya dengan Kisruh PBNU?

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Korupsi Kuota Haji: Luka Moral yang Tak Bisa Ditutup dengan Dalih Hukum

Nyali KPK Bangkit: Panggil Lagi Yaqut Qoumas, Ada Kaitannya dengan Kisruh PBNU?

Ijazah Jokowi : Asli Menurut Polisi, Meragukan Menurut Akal Sehat

Ijazah Jokowi : Asli Menurut Polisi, Meragukan Menurut Akal Sehat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...