• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Siapa yang Dituduh Tokoh Besar oleh Jokowi?

Ali Syarief by Ali Syarief
December 15, 2025
in Crime, Tokoh/Figur
0
Demokrat Mengklaim Rakyat akan Senang Jika SBY dan Megawati Bertemu
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Isu ijazah palsu Jokowi sejatinya bukan barang baru. Ia muncul, tenggelam, lalu muncul lagi—setiap kali dengan daya rusak yang sama: merusak nalar publik dan memperlihatkan rapuhnya tradisi keterbukaan kekuasaan. Namun yang menarik, dalam beberapa kesempatan, Jokowi justru melempar kalimat yang tak kalah problematik: “ada tokoh besar di balik isu ini.”

Kalimat itu bukan sekadar pembelaan diri. Ia adalah tuduhan politis yang sengaja dibiarkan menggantung di udara. Siapa tokoh besar itu? Mengapa tidak disebutkan secara terang? Dan apa implikasinya bagi demokrasi jika Presiden justru bermain dengan insinuasi?

Faisal Assegaf membaca pernyataan Jokowi secara lebih berani. Ia menyebut dua nama: Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tuduhan ini tentu mengejutkan, namun menariknya—bukan tanpa dasar logika politik.

Mari kita urai.

Pertama, Megawati dan PDIP.
Saat Jokowi maju sebagai calon presiden dua kali—2014 dan 2019—ia bukan calon independen. Ia diusung resmi oleh PDIP. Secara administratif dan konstitusional, seluruh berkas persyaratan capres dikirim oleh partai pengusung, termasuk dokumen ijazah S1. Artinya, jika hari ini muncul persoalan keabsahan ijazah, pertanyaan paling sederhana justru mengarah ke partai pengusung:
Apakah PDIP memverifikasi? Apakah dokumen itu asli? Dan jika asli, mengapa tidak dibuka secara transparan sejak awal?

Dalam logika ini, Megawati bukan dituding sebagai pemalsu, tetapi sebagai pihak yang secara institusional bertanggung jawab atas dokumen yang ia serahkan ke negara. Jika Jokowi merasa dizalimi oleh isu ini, maka menyebut ada “tokoh besar” justru membuka pintu kecurigaan ke lingkaran terdekatnya sendiri.

Kedua, SBY sebagai Presiden saat itu.
Pada Pilpres 2014, Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat Presiden Republik Indonesia. Seluruh proses pemilu—termasuk verifikasi administratif calon presiden—berlangsung di bawah pemerintahan yang ia pimpin. Maka, dalam perspektif negara, SBY memikul tanggung jawab politik dan administratif atas semua proses kenegaraan yang berjalan.

Jika ijazah Jokowi bermasalah dan lolos, itu berarti sistem verifikasi negara gagal. Jika tidak bermasalah, mengapa negara—hingga hari ini—gagal menghadirkan satu penjelasan yang tuntas dan meyakinkan publik?

Di sinilah persoalan menjadi ironis.
Alih-alih menjawab isu secara terang—dengan membuka dokumen, menjelaskan kronologi, dan menghormati kecerdasan publik—Jokowi justru memilih narasi konspiratif: ada tokoh besar di baliknya. Padahal, dalam demokrasi, narasi tanpa bukti adalah racun, terlebih jika dilontarkan oleh Presiden.

Pernyataan Jokowi itu seperti bumerang. Ia ingin mengalihkan isu, tetapi justru memperluas lingkaran kecurigaan. Ia ingin tampil sebagai korban, namun tanpa sadar menuding para elit yang justru mengantarkannya ke puncak kekuasaan.

Pada akhirnya, publik berhak bertanya:
Jika benar ada tokoh besar, sebutkan.
Jika tidak ada, hentikan insinuasi.
Dan jika ijazah itu sah, buka seterang matahari.

Sebab demokrasi tidak hidup dari bisik-bisik kekuasaan, melainkan dari kejujuran yang berani diuji.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ancaman Disintegrasi: Dari Frustrasi ke Sentimen Regional

Next Post

PEMIMPIN TANPA RENDAH HATI ADALAH BENCANA: JANGAN JUMAWA DI ATAS AMANAT RAKYAT

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers
Crime

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Next Post
Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo

PEMIMPIN TANPA RENDAH HATI ADALAH BENCANA: JANGAN JUMAWA DI ATAS AMANAT RAKYAT

Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

Dari Tsunami HAARP ke Banjir Kimia: Aceh Tenggelam dalam Perang AS-Cina?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist