• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Angan-Angan Pertumbuhan Delapan Persen Terancam ‘Fabrikasi’ Data Ekonomi

fusilat by fusilat
June 20, 2025
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Econom y and Policy Studies)

17 Juni 2025

Kampanye Pemilihan Presiden 2014 berlangsung dari pertengahan Maret sampai awal April 2014. Jokowi sesumbar akan membuat pertumbuhan ekonomi meroket menjadi 7 persen. Ketika itu, pertumbuhan ekonomi (2013) ‘hanya’ 5,56 persen.

Jokowi terpilih, dilantik 20 Oktober 2014. Jokowi langsung memangkas subsidi, dari subsidi BBM, subsidi kereta ekonomi dan lainnya, untuk dialihkan ke belanja infrastruktur. Kebijakan ini berakibat fatal. Tingkat kemiskinan versi BPS naik dari 27,73 juta orang atau 10,96 persen pada September 2014 menjadi 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari populasi pada Maret 2015. Indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan lebih buruk dari tiga tahun sebelumnya.

Baca:https://money.kompas.com/read/2015/09/15/190251226/Kemiskinan.Maret.2015.Lebih.Parah.Ketimbang.Tiga.Tahun.Lalu

Jangankan meroket, pertumbuhan ekonomi 2015 jeblok, hanya 4,88 persen. Ekonomi Indonesia sepanjang periode pertama Jokowi tidak mampu bangkit, hanya ‘stabil’ di sekitar 5 persen saja: 5,03 persen (2016); 5,07 persen (2017); 5,17 persen (2018); 5,02 persen (2019).

Pertumbuhan ekonomi yang ‘stabil’ seperti ini, untuk jangka waktu cukup lama, sangat tidak lazim, dan mengundang kecurigaan. Diduga ada ‘fabrikasi’ alias manipulasi terhadap angka pertumbuhan ekonomi tersebut. Hal ini terlihat jelas dari data pertumbuhan ekonomi triwulanan. Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mengikuti pola business cycle triwulanan, data pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat flat. Artinya, ‘too good to be true’: terlalu naif untuk dapat dipercaya kebenarannya. Begitu juga kalau dibandingkan dengan data pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2005-2014 yang cukup fluktuatif, mencerminkan data ekonomi seadanya tanpa ‘fabrikasi’, pertumbuhan ekonomi 2015-2024 jelas sangat mencurigakan. Lihat gambar.

Ketidakpercayaan terhadap data ekonomi Indonesia juga disampaikan oleh para ekonom luar negeri, antara lain Gareth Leather dari Capital Economics yang berbasis di London dan Trinh Nguyen dari lembaga keuangan yang berbasis di Hong Kong. Keduanya secara gamblang mengatakan tidak percaya dengan data ekonomi Indonesia. Karena, menurut pengamatan internal mereka, data ekonomi bulanan Indonesia sejak 2015 terus melemah.

Gareth Leather menyampaikan ini dalam tulisan yang berjudul: Why we don’t trust Indonesia’s GDP data. Luar biasa. Judul tulisan yang sangat berani dan penuh keyakinan, bahwa ada indikasi ‘fabrikasi’ data ekonomi Indonesia. Trinh Nguyen juga terheran-heran dengan pertumbuhan ekonomi yang ‘stabil’ tersebut: “I don’t know how an economy can grow at the same rate for so long, … “Gov spending is weak & investment slowing & imports contracting HARD.”

Baca : https://www.freemalaysiatoday.com/category/business/2019/11/05/economists-say-indonesias-steady-gdp-figures-are-suspiciously-stable

Hal yang sama juga sudah saya sampaikan sebelumnya:

Baca : https://www.neraca.co.id/article/124392/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-dipertanyakan-asing-wajarkah

‘Fabrikasi’ data ekonomi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Ekonomi terdiri dari nilai nominal dan nilai riil. Nilai nominal berdasarkan nilai transaksi (atas harga yang berlaku saat transaksi). Nilai riil berdasarkan nilai transaksi atas harga konstan, yaitu bebas dari kenaikan harga (dalam ekonomi dikenal dengan nama deflator). Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan nilai riil. Konversi dari nilai nominal menjadi nilai riil dilakukan dengan menghilangkan faktor kenaikan harga, menggunakan angka deflator.

Dengan demikian, ‘fabrikasi’ pertumbuhan ekonomi cukup dilakukan dengan cara memanipulasi kedua hal tersebut: nilai nominal dan angka deflator untuk dapat memperoleh pertumbuhan ekonomi sesuai target yang diinginkan.

‘Fabrikasi’ ekonomi dalam nilai nominal dilakukan pada data produksi dan konsumsi. Pertama, ‘fabrikasi’ data produksi (penyediaan) disesuaikan dengan target (pertumbuhan) yang diinginkan. Kedua, fabrikasi data konsumsi, disesuaikan dengan data produksi tersebut. Ketiga, dalam hal konsumsi tidak bisa menyerap produksi, dengan kata lain ada selisih, maka selisih tersebut ditampung di ‘perubahan inventori’ dan ‘diskrepansi statistik’, yang sebenarnya berfungsi seperti ‘keranjang sampah’: Produksi => Konsumsi => Perubahan Inventori + Diskrepansi Statistik.

Setelah itu, ‘fabrikasi’ pertumbuhan ekonomi cukup dilakukan dengan memanipulasi angka deflator (indeks kenaikan harga), yang menjadi faktor penentu besaran ekonomi nilai riil. Artinya, otak-atik angka deflator dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan, alias manipulatif.

Manipulasi data statistik ekonomi bukan hal baru. Banyak negara di dunia diperkirakan melakukan manipulasi terhadap data ekonominya, antara lain Argentina, Turki, Yunani, Itali, China dan lainnya.

Baca : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/09692290.2020.1769704#abstract

Ekonom India Arvind Subramanian, yang juga mantan penasehat ekonomi pemerintah India, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi India periode 2011-2016 terlalu tinggi sekitar 2,5 persen. Data resmi pemerintah India mengatakan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut mencapai rata-rata 7 persen per tahun. Tetapi menurut penelitian Arvind Subramanian, pertumbuhan ekonomi India diperkirakan hanya sekitar 4,5 persen per tahun, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error 1 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi India diperkirakan antara 3,5 persen sampai 5,5 persen saja. Jauh di bawah 7 persen seperti yang dipublikasi oleh Pemerintah India.

‘Fabrikasi’ data ekonomi yang terjadi selama ini akan pengaruhi data ekonomi dan pertumbuhan ekonomi ke depan. Mungkin saja, ‘fabrikasi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terlalu tinggi sekitar 2 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi sebenarnya hanya sekitar 3 persen. Kalau margin error 0,5 persen artinya pertumbuhan ekonomi saat ini hanya 2,5 persen sampai 3,5 persen saja. Dalam hal ini, angan-angan pertumbuhan ekonomi 8 persen, dari basis 3 persen, bisa-bisa hanya menjadi angan-angan saja.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SKANDAL ORANG PERTAMA IAEA JADI ALAT NARASI ISRAEL

Next Post

DIRGAHAYU JAKARTA!

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
DIRGAHAYU JAKARTA!

DIRGAHAYU JAKARTA!

Clungak-Clinguk di Negeri Orang, Gagap di Negeri Sendiri

Clungak-Clinguk di Negeri Orang, Gagap di Negeri Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...