• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Clungak-Clinguk di Negeri Orang, Gagap di Negeri Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
June 20, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Clungak-Clinguk di Negeri Orang, Gagap di Negeri Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Orang bilang, pemimpin adalah cerminan bangsa. Maka ketika seorang kepala negara pergi ke negeri asing, berdiri di podium, lalu berkata: “I want to test my minister… silakan Pak Tom, please answer,” dan wajahnya clungak-clinguk bak murid SD nyasar ke ruang ujian TOEFL, maka yang malu bukan cuma satu RT, bukan pula satu kementerian. Tapi seluruh republik ini, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ikut menundukkan kepala—bukan karena hormat, tapi karena sedih, getir, dan geli bercampur risih.

Kala itu Jokowi berada di Amerika Serikat. Negeri yang bahasanya adalah bahasa dunia, tempat Presiden Indonesia semestinya berdiri sejajar dengan para pemimpin global, bukan malah terengah-engah mengucap salam sambil mencari-cari wajah menteri yang bisa menyelamatkan muka. Tapi begitulah, ketika kapasitas tak diisi kompetensi, dan gaya disandarkan pada citra, maka saat ujian datang, yang keluar hanyalah gimmick. Dan gimmick, sayangnya, tak laku dalam diplomasi internasional.

Singapura bahkan lebih kejam. Negara kecil itu pernah membuat video viral yang menertawakan buruknya penguasaan bahasa Inggris Jokowi. Satir halus mereka lebih menusuk dari kritik tajam dalam negeri. Di mata mereka, Jokowi bukan sekadar presiden dari Indonesia, tapi simbol Asia Tenggara yang seharusnya mampu berdiri gagah di pentas global. Tapi yang terlihat hanyalah pemimpin yang terbata-bata, mengandalkan senyum dan spontanitas untuk menutupi kurangnya substansi.

Bandingkan dengan Prabowo. Ia bukan hanya seorang jenderal tua yang kini doyan berdiplomasi, tapi juga seorang orator multilingual yang bisa bicara dalam bahasa Inggris, Prancis, bahkan sedikit Jerman, jika diperlukan. Ketika ia berbicara di forum internasional, tak ada clungak-clinguk. Tak ada lirik kiri-kanan cari menteri cadangan. Ia tahu kapan harus serius, kapan harus retoris, dan kapan harus tegas. Prabowo tak hanya paham dunia, tapi ia ingin membawa Indonesia ke dalam pergaulan dunia—bukan sekadar jadi penonton, apalagi pelengkap penderita.

Itulah sebabnya, kecewa kita pada era Jokowi bukan cuma soal proyek mangkrak atau utang menumpuk. Tapi juga karena, dalam banyak kesempatan penting, kita disuguhi tontonan yang membuat kita kecil di mata dunia. Ketika Jokowi tak bisa menjawab pertanyaan sederhana dalam bahasa Inggris, itu bukan cuma soal linguistik. Itu soal legitimasi, soal kapabilitas seorang pemimpin mewakili bangsanya di forum tertinggi antarnegara.

Prabowo, dengan segala kontroversinya, tampaknya justru lebih siap memainkan peran itu. Dan publik tahu, bahkan mereka yang tak suka Prabowo pun diam-diam mengakui: “Kalau soal berbicara di dunia internasional, ya jelas lebih mending dia.”

Jadi, ketika nanti kita lihat lagi panggung-panggung dunia, kita ingin pemimpin yang tak hanya bisa berkata “please answer”, tapi pemimpin yang bisa menjawab sendiri. Dengan mantap, dengan logis, dengan bahasa dunia.

Karena bangsa besar tak butuh pemimpin yang malu-malu lidah. Kita butuh pemimpin yang bisa bicara. Bukan hanya di dalam negeri—tapi juga di luar negeri. Tanpa clungak, tanpa clinguk.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DIRGAHAYU JAKARTA!

Next Post

Jika Ijazah Jokowi Made in Pasar Pramuka Naik ke Meja Hijau – Rektor UGM, Cs Bisa Menjadi Tersangka

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik
Aya Aya Wae

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
Next Post

Jika Ijazah Jokowi Made in Pasar Pramuka Naik ke Meja Hijau - Rektor UGM, Cs Bisa Menjadi Tersangka

Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist