• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jika Ijazah Jokowi Made in Pasar Pramuka Naik ke Meja Hijau – Rektor UGM, Cs Bisa Menjadi Tersangka

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 20, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh; Damai Hari Lubis

Andai perkara ijazah Joko Widodo benar-benar naik ke meja hijau, maka ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bukan sekadar menjadi panggung hukum, tapi juga arena yang menguji fondasi moral kepemimpinan nasional. Nama “Made Pramuka”—tokoh fiktif yang mungkin hanya metafora dari kompleksitas absurditas kasus ini—bisa jadi akan duduk di kursi saksi, atau bahkan terdakwa, bersama para tokoh nyata yang selama ini diam dalam bayang-bayang kekuasaan.

Jokowi bukan sekadar Presiden. Ia adalah simbol dari kepercayaan publik. Dan jika simbol itu dibangun di atas fondasi kebohongan, sebagaimana dugaan pemalsuan ijazah, maka yang kita hadapi bukan lagi sekadar skandal hukum, melainkan tragedi nasional yang berubah rupa menjadi komedi hitam republik.

Jika perkara ini terbukti dan benar-benar disidangkan, maka tanggung jawab tidak bisa ditumpukan hanya kepada Jokowi. Nama mantan Rektor Universitas Gadjah Mada yang juga pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, akan turut terseret. Sebab, andai ijazah itu memang palsu, bagaimana mungkin seorang rektor—pejabat akademik tertinggi—tidak mengetahuinya?

Di sinilah masalah menjadi sistemik. Kebohongan sebesar ini takkan bisa bertahan tanpa keterlibatan banyak pihak. Mulai dari rektor pengganti, dekan Fakultas Kehutanan, staf tata usaha, hingga siapa pun yang membubuhkan tanda tangan, cap, atau sekadar menutup mata. Dalam terminologi hukum pidana, ini disebut persekongkolan jahat.

Baca : https://fusilatnews.com/lokus-delicti-ijazah-palsu-pasar-burung-matraman-jokowi-layak-disidangkan-di-pn-jakarta-pusat/

Lingkaran kekuasaan pun tak luput. Dalam situasi tertentu, aparatur negara justru bisa menjadi pelindung kebohongan, bukan penegak kebenaran. Kekuasaan menjadi pedoman moral menggantikan nurani. Aparat penegak hukum yang seharusnya membongkar kebenaran, bisa bertransformasi menjadi perisai, karena yang mereka hadapi bukan sekadar warga negara, tapi Presiden Republik Indonesia.

Dampaknya sistemik. Negara ini retak dari dalam. Seorang pemimpin yang lahir dari pemalsuan identitas akademik, bagaimana mungkin mampu membangun etika profesional yang sehat? Ia akan terus diburu oleh kebohongannya sendiri, dan seperti bola salju, kebohongan itu akan membesar. Untuk menutupinya, lahirlah rekayasa baru: pembungkaman, manipulasi dokumen, tekanan politik.

Kerusakan pun merambat. Di sektor politik, partai-partai pengusung menjadi korban. Megawati dan Hasto, yang bisa jadi tak mengetahui apa-apa soal keaslian ijazah Jokowi, akan tampak seperti sosok yang tertipu oleh aktor utama yang mereka angkat sendiri menjadi Presiden. Para ketua partai lain pun mengalami nasib serupa—meletakkan legitimasi politik di atas fondasi rapuh.

Di sektor hukum dan ekonomi, racunnya lebih mengerikan. Jika pemimpin tertinggi terbukti memalsukan identitas akademik dan tetap dibiarkan, maka hukum hanya akan menjadi alat propaganda, bukan alat keadilan. Investor, dalam situasi seperti itu, pasti berpikir ulang: siapa yang berani menanamkan modal di negeri yang dipimpin oleh kebohongan?

Daftar saksi akan panjang. Selain Jokowi, nama-nama berikut layak dihadirkan:

  1. Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto (Ketua dan Sekjen partai pengusung)
  2. Damai Hari Lubis (pelapor ijazah palsu)
  3. Koordinator pelapor yang pernah bertemu langsung dengan Jokowi
  4. Roy Suryo dan Rismon (pakar IT)
  5. Ketua KPU
  6. Beathor Suryadi
  7. Kepala Pasar Pramuka (jika relevan dengan dokumen atau informasi pendukung)
  8. Rektor UGM saat ini
  9. Dekan Fakultas Kehutanan UGM
  10. Mantan Rektor UGM / eks Mensesneg
  11. Iriana Jokowi
  12. Idayati, istri almarhum Prof. Mulyono
  13. Dan banyak lagi…

Sebagian dari saksi-saksi tersebut, terutama poin 7 hingga 12, bukan tak mungkin bergeser statusnya menjadi tersangka. Jika mereka terbukti terlibat dalam rekayasa, penutupan informasi, atau turut serta menyokong kebohongan, maka asas equality before the law menuntut keadilan ditegakkan.

Ironisnya, justru Megawati dan Hasto bisa menjadi korban, selama mereka benar-benar tak mengetahui kebohongan tersebut. Jika demikian, mereka berhak menuntut keadilan yang sama—telah ditipu oleh seseorang yang mereka beri kepercayaan penuh.

Perkara ini, jika benar-benar terungkap dan disidangkan, bukanlah perkara lembaran ijazah semata. Ini adalah perkara moral negara. Soal kejujuran yang ditegakkan bukan untuk menghancurkan seseorang, tetapi untuk menyelamatkan masa depan republik.

Dan bila republik ini masih ingin berdiri dengan waras, maka kebenaran—betapa pun menyakitkannya—harus ditegakkan. Karena dari kejujuranlah lahir legitimasi. Selebihnya, kita tinggal menunggu kapan Made Pramuka akan menulis buku: “Bikin Negara dari Kebohongan.”

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Clungak-Clinguk di Negeri Orang, Gagap di Negeri Sendiri

Next Post

Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

PEWARIS NABI DAN PEWARIS GOSIP

PEWARIS NABI DAN PEWARIS GOSIP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...