“Yang penting jaga netralitas sekarang warga desanya tau kok ini haknya orang-orang dewasa, yang tidak perlu diintervensi, perlu dihormati, jaga netralitas,” kata Anies di Kota Yogyakarta, Minggu, (31/12).
Yogyakarta – Fusilatnews – Menanggapi undangan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan kepala desa., Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengingatkan tetap menjaga netralitas setelah diundang ke Istana Negara.
“Yang penting jaga netralitas sekarang warga desanya tau kok ini haknya orang-orang dewasa, yang tidak perlu diintervensi, perlu dihormati, jaga netralitas,” kata Anies di Kota Yogyakarta, Minggu, (31/12).
Sementara Aliansi kepala desa lintas asosiasi menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (29/12/) untuk membahas perkembangan revisi Undang-Undang (UU) Desa.
“Kami bertemu dengan Presiden (Jokowi) kaitannya membahas revisi Undang-Undang Desa, Nomor 6 Tahun 2014,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Senthot Rudi Prastiono, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.
Senthot mengatakan ingin bertanya langsung kepada Presiden terkait revisi UU Desa.
“Kami ingin menanyakan kepada beliau langsung bagaimana perkembangan terkait revisi undang-undang tersebut,” kata Sentot
Ia mengatakan, ada sejumlah asosiasi lain yang hadir dalam pertemuan tersebut, selain Papdesi, di antaranya Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Jawa Timur dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
Menurut Senthot, Jokowi menyampaikan bahwa revisi UU Desa sudah berada di parlemen, revisi UU Desa tersebut bisa segera disahkan usai masa reses berakhir.
“Aspirasinya segera disahkan, kan sudah dibahas di Baleg (Badan Legislasi DPR) dan di Pemerintah sudah dibahas, surat dari presiden juga sudah keluar,” kata presiden dilansir dari Antara.
Dalam pertemuan para kepala desa lintas asosiasi , Senthot dan rombongan mengaku sama sekali tidak membicarakan soal politik dengan Jokowi.





















