Dalam pidato politik di agenda relawan Amanat Indonesia di Stadion Tenis Indoor Senayan Ahad (7/5), bersama para pendukungnya untuk melawan dominasi kekuatan besar Anies mengatakan akan selalu percaya dengan kekuatan spiritual
Jakarta – Fusilatnews. – Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan meyakini mampu menghadapi lawan dengan kekuatan material besar dalam kontestasi Pemilu 2024.
Dalam pidato politik pada acara relawan Amanat Indonesia di Stadion Tenis Indoor Senayan Ahad (7/5), bersama para pendukungnya untuk melawan dominasi kekuatan besar Anies mengatakan akan selalu percaya dengan kekuatan spiritual.
“Lawan yang bisa mendominasi. Tapi kita yakin dengan niat baik, Insyaallah kita buka pintu-pintu keberhasilan. Kita tidak pernah gentar dengan kekuatan material, kita tunjukkan kekuatan spiritual kita,” ungkap Anies dalam pidato politiknya, Ahad (7/5).
Pemilihan Presiden 2024 mendatang adalah kompetisi soal pemikiran yang akan ditawarkan untuk bangsa Indonesia.
Ia mafhum bahwa dirinya akan
menghadapi lawan yang kuat. Tetapi Anies tetap optimis dapat meraih kemenangan dalam Pilpres mendatang.
“Kita berhadapan dengan kompetisi, kompetisi gagasan dan rencana, dalam kompetisi ini kita berhadapan dengan sumber daya dan kekuatan yang super besar,” kata Anies.
“Ini bukan tentang satu orang, ini bukan tentang satu partai, ini dengan masa depan Bangsa Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anies juga sempat menjawab soal elektabilitasnya yang terus menempati urutan ketiga di sejumlah survei politik. Sejumlah survei menyebut elektabilitas Anies berada di bawah Ganjar dan Prabowo.
“Saya sering mendapatkan pertanyaan soal survei itu, saya tidak pernah nomor satu. Kami sudah biasa ditempatkan di nomor tiga dan kami optimis akan berjuang untuk Pilpres 2024,” ujar Anies dalam konferensi pers usai pidato.
Sekedar diketahui Setelah menerima hasil real count KPU DKI 100 persen pada pilkada DKI 2017, terlihat jelas mana lembaga survei yang memberikan hasil sesuai metodologi dan mana lembaga survei ‘abal – abal dan bayaran.
Peneliti alumnus FISIP Universitas Indonesia (UI), Fitri Hari, menjelaskan, perlu dilakukan audit publik kepada lembaga survei yang hasil surveinya berbeda jauh dengan penghitungan KPU DKI.
Dia menyarankan agar lembaga survei itu perlu diberikan peringatan atau ‘kartu merah’ oleh publik karena hasil buruk surveinya di putaran kedua Pilkada DKI.
“Publik harus aktif menilai kinerja lembaga survei. Sehingga, ke depannya lembaga survei lebih berhati-hati memublikasi risetnya dan lebih memperhatikan metodologi,” kata Fitri menyatakan temuannya, Jumat (21/4/ 2017 ). lampau
Menurut Fitri, evaluasi itu penting agar publik tidak hanya dijadikan objek oleh lembaga survei. Publik juga harus menjadi subjek, membangun tradisi mengkritik lembaga survei agar berhati-hati dengan publikasinya.
Fitri menggunakan, kategori kartu merah untuk lembaga survei yang salah fatal. Kartu kuning untuk lembaga survei yang tak mempublikasi hasil surveinya, padahal di putaran pertama mereka aktif. Kartu biru untuk lembaga survei yang berhasil menggambarkan realitas di hari Pilkada.
Kartu merah diberikan kepada SMRC (Saiful Mujani Research Center), Indikator, dan juaranya Charta Politika,” ujarnya.
Dia menambahkan, mengapa Charta Politika dianggap juara kartu merah? Pasalnya, Charta Politika menjadi satu satunya lembaga yang menggambarkan Ahok sudah menyalip Anies. Kenyataannya 180 derajat, dukungan Anies justru semakin meninggalkan Ahok.
























