• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Pahlawan dan Bajingan: Dikotomi yang Membuat Indonesia Tak Pernah Dewasa

fusilat by fusilat
November 11, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau Soeharto pahlawan, berarti Gus Dur, Nurcholish Madjid, Amien Rais itu penjahatnya dong?”

“Kalau Soekarno pahlawan, berarti Buya Hamka, Tan Malaka, Sutan Sjahrir itu bajingan semua dong?”

Pertanyaan-pertanyaan sampah ini terus bermunculan, diamplifikasi oleh Tempo yang buat dikotomi “ngajak gelut” saat nama Soeharto diusulkan jadi Pahlawan Nasional. Dan itulah penyakit kronis bangsa ini: otak dikotomi hitam-putih, otak bajingan-pahlawan, otak “kalo kamu benar, aku harus salah”.

Kalian pikir sejarah itu drama sinetron?
Ada pahlawan bersih 100%, ada penjahat kotor 100%?
Bangun bro! Sejarah itu abu-abu. Sejarah itu manusia. Sejarah itu keputusan sulit di saat bangsa terancam mati.

Logika Bajingan yang Dipakai Buzzer Kiri dan Kanan

Mereka yang benci Soeharto bilang:
“Kalau Soeharto pahlawan, berarti Gus Dur, Amien Rais, Nurcholish Madjid itu penjahat yang menjatuhkan Orde Baru!”

Lalu yang benci Soekarno balas:
“Kalau Soekarno pahlawan, berarti Natsir, Hamka, Sjahrir itu bajingan yang ditahan tanpa pengadilan!”

Kalian semua sama bodohnya.
Kalian pakai logika anak TK:
“Satu kursi, cuma boleh satu orang duduk. Yang lain harus berdiri jadi musuh.”

Faktanya:
1. Soeharto jatuh 1998 bukan karena Gus Dur, Amien Rais, atau Nurcholish Madjid.
Soeharto jatuh karena IMF, kroni, korupsi anak-anaknya, dan rakyat yang sudah muak dengan KKN.
Gus Dur, Amien, Nurcholish cuma pemicu, bukan penyebab.
Kalau Soeharto bersih, meski 10 juta orang mahasiswa turun ke jalan pun tak akan goyah.

  1. Soekarno jatuh 1966 bukan karena Natsir atau Hamka, atau karena kudeta Soeharto.
    Soekarno jatuh karena inflasi 650%, kelaparan, PKI membantai jenderal, dan rakyat yang makan singkong rebus tiap hari.
    Natsir, Hamka, Sjahrir cuma kritikus, bukan pengguling.

Pahlawan Bisa Jatuh. Bajingan Bisa Bangkit. Itu Manusiawi.
– Soekarno pernah jadi pahlawan proklamator, tapi juga pernah jadi diktator Demokrasi Terpimpin yang bunuh demokrasi.
– Soeharto pernah jadi penyelamat dari komunisme, bapak pembangunan, tapi juga jadi bapak korupsi kolusi nepotisme, meski KKN era Jokowi lebih parah lagi.
– Gus Dur pernah jadi penyelamat demokrasi, tapi juga pernah jadi presiden yang keluarkan 70+ dekrit seenak jidatnya.
– Amien Rais pernah jadi pahlawan Reformasi, tapi juga pernah jadi politisi yang dukung dinasti politik 180 derajat.

Semua manusia. Semua punya dosa. Semua punya jasa.

Kenapa Kita Takut Akui Soeharto Pahlawan?
Karena kalau Soeharto pahlawan:
– Anak-cucu Soekarno kehilangan alasan dendam 57 tahun.
– PDIP kehilangan bahan kampanye abadi.
– Buzzer bayaran kehilangan job gorengan 1965 tiap tahun.
– Media Soros kehilangan narasi “genosida” yang menghasilkan dolar.

Jadi lebih enak dipertahankan dikotomi:
Soeharto = bajingan 100%. Soekarno = malaikat 100%.

Dahlah! Hentikan dikotomi Bajingan-Pahlawan Ini

Kita bukan bangsa kanak-kanak yang butuh dongeng hitam-putih.
Kita bangsa yang pernah selamat dari penjajah Belanda, Jepang, dan hampir jadi negara komunis.

Kita butuh keberanian mengakui jasa, sekaligus keberanian mengakui kesalahan.
Tanpa takut kehilangan “kursi pahlawan” versi golongan sendiri.

Kalau Soeharto pahlawan, Gus Dur tetap pahlawan Reformasi.
Kalau Soekarno pahlawan, Hamka tetap pahlawan ulama anti-komunis.
Mereka tidak perlu berebut satu kursi.
Sejarah punya ribuan kursi untuk semua yang pernah berkorban bagi negeri ini.

Pesan untuk Generasi Medsos

Berhenti jadi budak dikotomi.
Berhenti jadi buzzer yang dibayar 500 ribu per hari untuk goreng dendam 60 tahun lalu.
Berhenti jadi orang Indonesia yang lebih takut kehilangan “idol” daripada kehilangan akal sehat.

Bangsa yang dewasa adalah bangsa yang bisa bilang:
– “Soeharto pahlawan karena selamatkan kita dari palu arit, yang jadikan negara ini setidaknya pernah berswasembada pangan, yang jadikan negara ini stabil, aman tentram, murah sandang pangan.”
– “Gus Dur pahlawan karena selamatkan kita dari militerisme.”
– “Soekarno pahlawan karena bacakan proklamasi negara ini.”
– “Hamka pahlawan karena pertahankan agama dari ateisme.”

Kalau kalian masih pakai logika “kalau dia pahlawan, aku harus jadi penjahat”, maka selamanya Indonesia akan jadi bangsa kanak-kanak yang tak pernah move on.

Sudahi dikotomi bajingan versus pahlawan.
Mulai hari ini, kita pilih jadi bangsa yang berani mengakui semua jasa pendahunya, tanpa ada dendam sejarah.

Karena hanya bangsa yang tak lagi diperbudak dendam, yang layak disebut bangsa besar.(Malika’s Insight – 11 November 2025)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Marsinah dan Soeharto: Ketika Sejarah Ditempeli Plakat Ironi

Next Post

Dendam Politik atau Fakta Sejarah 1965 yang Tak Terbantahkan: Di Balik Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Dendam Politik atau Fakta Sejarah 1965 yang Tak Terbantahkan: Di Balik Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Dendam Politik atau Fakta Sejarah 1965 yang Tak Terbantahkan: Di Balik Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

CERMIN ITU BERNAMA SOEHARTO

CERMIN ITU BERNAMA SOEHARTO

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...