• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Suara dan Amarah: Membaca Demonstran dan Penjarah dalam Perspektif Sosial

Ali Syarief by Ali Syarief
August 31, 2025
in Feature, Science & Cultural
0
Demonstrasi Jakarta dan Bayangan Gelap atas Investasi Asing di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena sosial selalu menyimpan wajah ganda. Di satu sisi, kita menyaksikan ribuan orang turun ke jalan, berteriak menuntut perubahan, mengibarkan suara kolektif. Di sisi lain, muncul pula kelompok-kelompok yang bergerak liar, merusak, bahkan menjarah rumah para politisi. Sekilas keduanya sama-sama “massa”, tetapi sesungguhnya mereka berbeda jika dilihat dari kacamata sosiologi: ada yang dapat disebut sebagai crowd, ada yang lebih dekat ke mass, bahkan ada yang menjelma sebagai gang.

Demonstran pada dasarnya adalah wujud dari crowd yang termobilisasi. Mereka berkumpul di satu ruang dan waktu tertentu karena terikat oleh isu bersama, misalnya kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Karakter crowd adalah spontan, emosional, dan mudah terbawa arus suasana. Tidak heran jika demonstrasi yang awalnya tertib, sewaktu-waktu bisa berubah menjadi penuh letupan emosi. Namun di balik spontanitas itu, crowd demonstran juga menyimpan kekuatan moral: mereka hadir untuk menyuarakan sesuatu yang melampaui kepentingan pribadi.

Berbeda dengan demonstran, para penjarah rumah politisi mencerminkan wajah lain dari dinamika sosial. Mereka tidak lagi sekadar crowd yang emosional, melainkan cenderung bertransformasi menjadi gang. Ada solidaritas internal yang kuat, ikatan emosional antaranggota, serta keberanian menantang norma sosial. Penjarahan tidak lahir dari spontanitas semata, tetapi dari solidaritas eksklusif dan—sering kali—dorongan oportunis. Dalam gang, loyalitas antaranggota dipelihara, tetapi arah gerakannya bisa menyimpang, bahkan kriminal.

Di tengah dua ekstrem itu, kita juga mengenal mass. Massa politik, misalnya, tidak harus hadir di jalan atau terlibat dalam penjarahan. Mereka bisa hanya menjadi penonton pasif di media sosial, membagikan opini, atau mendukung dari kejauhan. Mass bersifat anonim dan cair, tetapi justru inilah yang membuatnya menjadi ladang subur propaganda. Ketika isu menyentuh emosi kolektif, mass dapat menguatkan legitimasi crowd, atau sebaliknya memperkuat stigma terhadap demonstran.

Melalui lensa ini, kita bisa memahami bahwa demonstran kemarin bukanlah sekadar “pengacau” dan para penjarah bukan hanya “massa aksi” yang sama. Ada perbedaan mendasar: demonstran adalah crowd yang masih berjuang menyuarakan isu publik, sementara penjarah adalah gang yang menjadikan momen sosial sebagai peluang untuk kepentingan sempit. Sementara itu, mass yang menyaksikan dari kejauhan bisa memperbesar gema perjuangan, atau justru menenggelamkannya dalam narasi yang menyesatkan.

Dengan memahami ragam wajah kebersamaan manusia ini, kita tidak mudah terjebak pada generalisasi. Tidak semua demonstrasi identik dengan anarki, dan tidak semua massa yang turun ke jalan berniat merusak. Sama halnya, tindakan penjarahan tidak bisa disamakan dengan protes politik. Membaca realitas dengan kacamata sosiologi membantu kita memilah: mana yang suara, mana yang amarah; mana yang tuntutan, mana yang sekadar kesempatan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AMOK: KEKERASAN SOSIAL DARI FRUSTRASI KOLEKTIF

Next Post

Penjarahan Rumah Sri Mulyani di Bintaro: Ratusan Massa Diduga Bergerak Terkoordinasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Penjarahan Rumah Sri Mulyani di Bintaro: Ratusan Massa Diduga Bergerak Terkoordinasi

Penjarahan Rumah Sri Mulyani di Bintaro: Ratusan Massa Diduga Bergerak Terkoordinasi

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR, Pengamat: Keputusan Berisiko Guncang Internal

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR, Pengamat: Keputusan Berisiko Guncang Internal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...