• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

ANTRIAN PERTALITE DAN ANCAMAN KRISIS: BENARKAH INDONESIA DI AMBANG KEBANGKRUTAN?

fusilat by fusilat
October 14, 2025
in Birokrasi, Feature
0
ANTRIAN PERTALITE DAN ANCAMAN KRISIS: BENARKAH INDONESIA DI AMBANG KEBANGKRUTAN?
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh: Malika Dwi Ana

Sore ini, di banyak SPBU Pertamina, pemandangan antrian panjang kendaraan kembali jadi sorotan. Motor dan mobil berebut mengisi tangki Pertalite, tapi tak jarang pompa mati sebelum waktunya atau tak jarang kehabisan stok. Dari Timika, Papua, hingga Bulukumba, Sulawesi Selatan, keluhan serupa bergema: Pertalite langka, antrian mengular, dan harga eceran gelap melonjak hingga Rp50.000 per botol. Publik ramai berspekulasi: apakah BBM subsidi sengaja “dibuat langka”? Atau ini cuma soal distribusi yang kacau? Lebih menyeramkan dan mengkhawatirkan lagi, ini sinyal kebangkrutan negara, apalagi dengan desas-desus tarif listrik PLN bakal naik. Benarkah Indonesia sedang menuju jurang kejatuhan seperti Sri Lanka atau Lebanon?

Kelangkaan Pertalite: Krisis atau Salah Kelola?

Kelangkaan Pertalite bukan isapan jempol. Di Mimika, Papua, SPBU kehabisan stok karena keterlambatan kapal tanker akibat cuaca buruk, memaksa Pemkab menaikkan alokasi harian dari 70 kiloliter menjadi 136 kiloliter. Di Flores, NTT, tiga kabupaten—Ende, Nagekeo, dan Ngada—juga krisis akibat kerusakan kapal pengangkut. Pertamina bersikukuh stok nasional aman, tapi fakta di lapangan berbicara lain: antrian panjang, SPBU tutup sebelum jam operasional, dan warga terpaksa beli BBM eceran dengan harga selangit. Ini bukan soal “BBM dibuat langka” seperti teori konspirasi melainkan ketimpangan distribusi dan ketergantungan impor BBM yang mencapai 50% dari Timur Tengah. Produksi kilang domestik stuck di 1 juta barel per hari, jauh dari target 2 juta, sementara korupsi seperti kasus oplosan Pertamax yang rugikan negara Rp968 triliun (2018-2023) makin bikin Pertamina pincang.

Dampaknya? Transportasi terganggu, biaya logistik naik, dan UMKM yang bergantung pada BBM murah mulai tercekik. Subsidi BBM yang membengkak Rp200 triliun per tahun dari APBN juga jadi beban fiskal. Ini bukan sekadar antrian; ini soal roda ekonomi yang tersendat dan kepercayaan publik yang terkikis. Jika pemerintah tak serius benahi distribusi dan investasi kilang, kelangkaan ini bisa jadi bom waktu.

Isu Tarif Listrik PLN: Beban Baru atau Stabil?

Lalu, bagaimana dengan listrik? Kabar kenaikan tarif PLN menggema di tengah antrian BBM, memicu kecemasan rakyat yang sudah tertekan inflasi dan daya beli rendah. Untungnya, pemerintah menegaskan tarif listrik tetap hingga akhir 2025, bahkan dengan diskon 50% untuk pelanggan 450-2.200 VA pada Januari-Februari dan stabilitas tarif di triwulan Juli-September. Ini langkah cerdas untuk menjaga daya beli. Tapi, ada sisi gelap: PLN merugi Rp50 triliun per kuartal jika subsidi dari APBN tak cukup. Dengan utang PLN mencapai US$40 miliar dan ketergantungan 60% pada batubara—yang harganya diprediksi naik 10% akhir 2025—tekanan fiskal bisa membesar. Jika subsidi terus dikerek tanpa efisiensi, APBN berisiko defisit mendekati 2,5% PDB. Ini belum disebut zona bahaya, tapi sudah lampu kuning.

Depresiasi Rupiah dan Konteks Ekonomi

Salah satu elemen yang memperumit situasi adalah pelemahan Rupiah. Istilah depresiasi Rupiah 1,6% YTD(Year-To-Date) berarti nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS turun 1,6% sejak awal Januari hingga Oktober 2025. Misalnya, jika 1 Januari 1 USD = Rp 15.500, kini jadi Rp 15.750. Data terbaru bahkan menunjukkan pelemahan hingga 3% per September, dengan kurs tembus Rp 16.665, dan puncaknya Rp 17.261 pada April. Penyebabnya adalah ketidakpastian global seperti kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China, dan penurunan harga komoditas ekspor seperti batu bara (turun 12%). Ini membuat impor BBM dan bahan baku lebih mahal, menekan APBN dan perusahaan seperti Pertamina dan PLN. Meski cadangan devisa kita kuat di US$154,5 miliar (cukup untuk 8-9 bulan impor), depresiasi ini tetap jadi peringatan: ketergantungan impor harus dipangkas.

Tanda-Tanda Kebangkrutan Negara?

Sekarang, ke inti pertanyaan: apakah kelangkaan Pertalite dan potensi tekanan tarif listrik adalah tanda Indonesia bangkrut? Kebangkrutan negara—seperti dialami Sri Lanka 2022 atau Lebanon 2020—ditandai oleh defisit fiskal di atas 3% PDB, rasio utang melebihi 60% PDB, inflasi hiper di atas 50%, cadangan devisa tipis di bawah 3 bulan impor, dan kelangkaan barang esensial yang memicu kerusuhan. Bagaimana posisi Indonesia?

Fiskal kita terbilang masih tangguh. Hingga Mei 2025, APBN surplus Rp4,3 triliun atau 0,02% PDB, bukan defisit besar. Rasio utang stabil di 38-40% PDB, jauh dari ambang bahaya 60%. Inflasi terkendali di bawah 3%, bahkan sempat deflasi Februari lalu berkat subsidi yang terarah. Pertumbuhan ekonomi Q1 2025 mencapai 4,87%, ditopang konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,5% PDB. Cadangan devisa di atas US$140 miliar juga cukup untuk impor 8-9 bulan. Ini bukan gambaran negara di ujung tanduk.

Tapi, retakan ada. Pertumbuhan 2025 direvisi turun oleh OECD dari 4,9% ke 4,7%, dan IMF serta BI ke 4,6-5,4%. Konsumsi domestik melemah, penerimaan pajak turun 30-40% awal tahun karena harga komoditas anjlok, mirip krisis 2015. Depresiasi Rupiah tadi juga menambah beban impor. Jika pemerintah baru tak segera benahi inefisiensi BUMN seperti Pertamina dan PLN, tekanan fiskal bisa membesar. Subsidi BBM dan listrik yang capai Rp400 triliun per tahun mulai terasa seperti jerat, apalagi jika harga minyak global melonjak atau batubara kembali tak stabil.

Kritik dan Jalan Keluar

Pemerintah Prabowo harus berhenti main aman dengan subsidi tak berkelanjutan. Kelangkaan Pertalite bukan masalah musiman—ini kegagalan distribusi dan investasi infrastruktur energi. Dorong swasembada BBM lewat kilang baru (target 2026) dan percepat transisi ke kendaraan listrik (EV) untuk kurangi impor. Untuk PLN, efisiensi operasional harus jadi prioritas; jangan biarkan rakyat menanggung inefisiensi BUMN lewat tarif mahal. Yang tak kalah penting adalah transparansi! Rakyat berhak tahu mengapa antrian BBM terjadi, bukan cuma disuruh “jangan panik” oleh pejabat.

Apakah Indonesia menuju kebangkrutan? Tidak, atau belum. Angka-angka ekonomi kita masih jauh dari zona merah. Tapi, kelangkaan BBM dan tekanan pada PLN adalah alarm. Jika ini dibaikan, maka kita bisa tergelincir ke jurang seperti Sri Lanka: negara kaya sumber daya tapi miskin manajemen. Antrian Pertalite bukan cuma soal bensin; ini soal kepercayaan rakyat. Pemerintah harus bertindak cepat, sebelum kesabaran habis bersamaan dengan habisnya stok BBM.(MDA’s insight)

*Solo, 13102025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Purbaya Vs Luhut

Next Post

Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post

Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata

Norwegia Mundur dari Nikel Halmahera: Tamparan Moral Tambang Indonesia

Norwegia Mundur dari Nikel Halmahera: Tamparan Moral Tambang Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...