• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Norwegia Mundur dari Nikel Halmahera: Tamparan Moral Tambang Indonesia

fusilat by fusilat
October 14, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Norwegia Mundur dari Nikel Halmahera: Tamparan Moral Tambang Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Keputusan Norwegia menarik investasinya dari proyek eksplorasi nikel di Halmahera bukan sekadar langkah finansial. Ia adalah tamparan moral yang keras terhadap cara bangsa ini memperlakukan alam dan manusia di balik narasi besar hilirisasi dan transisi energi hijau. Ketika negara Skandinavia itu menilai eksploitasi nikel Indonesia sebagai bentuk pelanggaran terhadap lingkungan dan hak asasi manusia, sesungguhnya yang mereka soroti bukan sekadar perusahaan tambang, melainkan cara berpikir bangsa yang rela menukar hutan dan manusia demi logam mulia.

Langkah mundur itu diambil oleh Government Pension Fund Global (GPFG), dana pensiun milik Norwegia yang dikenal sebagai salah satu investor paling beretika di dunia. Mereka mencabut investasi dari Eramet SA, perusahaan tambang asal Prancis yang memiliki usaha patungan dengan PT Weda Bay Nickel di Halmahera Tengah. Alasannya jelas: eksploitasi nikel di kawasan itu dianggap menimbulkan risiko besar terhadap lingkungan dan menyingkirkan masyarakat adat O Hongana Manyawa dari tanah leluhurnya.

Di titik inilah, Indonesia seharusnya merenung. Apa gunanya berteriak tentang “kedaulatan sumber daya alam” jika dalam praktiknya rakyat kecil kehilangan tanah, hutan kehilangan pohon, dan laut kehilangan kejernihan airnya? Apa artinya “transisi energi bersih” bila energi yang melahirkan baterai kendaraan listrik justru meneteskan lumpur, debu, dan air mata?

Ironisnya, proyek nikel di Maluku Utara selama ini diklaim membawa kesejahteraan dan kemajuan ekonomi daerah. Namun di balik statistik pertumbuhan, tersimpan kisah pilu masyarakat yang tergusur, nelayan yang kehilangan sumber penghidupan, dan anak-anak adat yang kehilangan tempat bermain karena tanah mereka berubah menjadi kawasan industri. Semua itu terjadi atas nama pembangunan — pembangunan yang tak lagi memanusiakan manusia.

Norwegia, dengan perspektif etika lingkungannya, menolak menjadi bagian dari sistem yang menindas bumi dan manusia. Mereka mundur karena menyadari bahwa keuntungan finansial tidak sebanding dengan kehancuran ekologis yang ditinggalkan. Keputusan itu sekaligus memperlihatkan kontras mencolok antara “investor yang beretika” dan “pemerintah yang pragmatis”.

Ketika dunia semakin peduli pada keberlanjutan, Indonesia justru terlihat gagap membedakan antara kemajuan dan kerakusan. Setiap hektar hutan yang diratakan dianggap sebagai simbol pembangunan. Setiap izin tambang baru disambut sebagai peluang ekonomi. Padahal, di balik gemuruh mesin ekskavator, ada suara hutan yang pelan-pelan hilang — suara yang tak lagi bisa didengar karena tertutup bising jargon-jargon industri.

Kritik Norwegia seharusnya menjadi cermin, bukan ancaman. Ia memberi pelajaran bahwa dunia kini menilai peradaban bukan dari seberapa banyak mineral yang digali, tetapi dari seberapa beradab sebuah bangsa menjaga alamnya. Selama pemerintah terus menutup mata terhadap penderitaan masyarakat adat dan menganggap perusakan lingkungan sebagai harga wajar pembangunan, maka kata “berkelanjutan” hanya akan menjadi slogan kosong dalam dokumen kementerian.

Kita tak butuh lebih banyak investor jika semua datang untuk menambang kehancuran. Yang kita butuh adalah pemimpin yang mengerti makna merawat bumi — bukan sekadar mengeksploitasinya. Sebab di atas tanah yang rusak dan air yang tercemar, tidak akan pernah tumbuh masa depan yang sehat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata

Next Post

HPP Gabah: Perlindungan yang Masih Jauh dari Sejahtera

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Gabah Apa Adanya: Untung di Atas Kertas, Risiko di Tangan Bulog

HPP Gabah: Perlindungan yang Masih Jauh dari Sejahtera

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Isu Kunjungan Presiden Indonesia ke Israel, Dunia Internasional Bereaksi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist