Jakarta-Fusilatnews — Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah. Sejumlah media asing, termasuk Ynet News, Times of Israel, dan The Australian, melaporkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto disebut-sebut akan melakukan kunjungan ke Israel dalam waktu dekat — bahkan ada yang menyebut kemungkinan kunjungan itu bisa terjadi secepat besok. Jika benar, langkah ini akan menjadi sejarah baru, karena belum pernah ada presiden Indonesia yang menginjakkan kaki di Israel sejak kemerdekaan RI pada 1945.
Namun, hingga Selasa (15/10), tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun Kementerian Luar Negeri Indonesia. Pemerintah Israel pun enggan memberi pernyataan terbuka, dengan alasan “isu diplomatik yang sangat sensitif.”
Laporan Media Asing: Prabowo Diundang Hadiri Forum Perdamaian Gaza
Menurut The Australian, kunjungan Prabowo disebut terkait inisiatif perdamaian Gaza, di mana ia dikabarkan akan menghadiri Gaza Peace Summit yang dihadiri juga oleh beberapa pemimpin negara Timur Tengah dan Barat. Dalam laporan itu, Prabowo disebut tengah “menapaki garis tipis antara diplomasi dan risiko politik domestik,” karena isu hubungan dengan Israel sensitif di kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim.
Media tersebut menulis, “Prabowo Subianto tampak berusaha memainkan peran sebagai mediator perdamaian regional, namun ia juga sadar bahwa langkah seperti ini dapat memicu reaksi keras di dalam negeri.”
Ynet News dan Times of Israel: Ada Persetujuan Awal, Tapi Bisa Batal
Laporan Ynet News dan Times of Israel memberikan detail berbeda. Mereka mengutip sumber diplomatik yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo awalnya telah memberi persetujuan awal untuk melakukan kunjungan ke Israel, namun menarik diri setelah rencana tersebut bocor ke publik.
Sumber Times of Israel menulis, “Prabowo sempat memberikan sinyal hijau kepada pihak Israel untuk kunjungan resmi, tetapi berubah pikiran ketika informasi itu mulai beredar di media internasional.”
Kedua media itu juga menilai, jika kunjungan benar terjadi, langkah tersebut akan menandai terobosan besar dalam hubungan diplomatik Indonesia–Israel, dua negara yang hingga kini tidak memiliki hubungan resmi.
Sikap Indonesia: Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Indonesia belum mengeluarkan pernyataan terkait laporan tersebut. Namun, selama ini Indonesia konsisten menyatakan bahwa hubungan diplomatik dengan Israel hanya akan mungkin terjadi jika Palestina telah merdeka sepenuhnya.
Pernyataan itu sejalan dengan wawancara Prabowo sebelumnya bersama Reuters pada Mei 2025, di mana ia mengatakan:
“Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel apabila negara Palestina telah diberikan kemerdekaan secara penuh.”
Dilema Politik Domestik dan Citra Internasional
Langkah Prabowo, jika benar dilakukan, akan membawa implikasi politik yang besar. Di dalam negeri, kunjungan ke Israel dapat memicu reaksi keras dari kelompok Islam dan partai-partai yang pro-Palestina seperti PKS. Namun di kancah internasional, langkah ini bisa menempatkan Prabowo sebagai aktor penting dalam upaya perdamaian Timur Tengah, memperkuat posisi Indonesia di antara negara-negara non-blok yang memainkan peran diplomatik strategis.
Pengamat politik luar negeri, seperti dikutip The Australian, menilai bahwa Prabowo “tampaknya mencoba menyeimbangkan kepentingan diplomatik global dengan tekanan politik domestik.”
Kesimpulan
Sejauh ini, laporan media asing tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Namun rumor ini menunjukkan adanya pergeseran strategi diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto — dari sekadar mendukung Palestina, menuju upaya lebih aktif untuk mendamaikan konflik Israel–Palestina.
Apakah benar Presiden Prabowo akan menembus tabu diplomatik Indonesia dengan kunjungan ke Israel? Dunia tengah menunggu jawabannya dalam beberapa jam ke depan.


























