• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Lidah Kelu Istana Melahirkan Buzzer Negara

Ali Syarief by Ali Syarief
October 14, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Puji Prabowo  Karena Meningktanya Elektabilitas  Gerindra dan Dirinya
Share on FacebookShare on Twitter

Lemahnya kemampuan komunikasi Jokowi melahirkan budaya pendengung berbiaya negara—sementara Prabowo punya peluang mengembalikan makna komunikasi publik melalui PCO.

Oleh: Ali Syarief

Hal yang cukup menggelikan sekaligus ironis ketika mengingat Jokowi—orang nomor satu di negeri ini—ternyata bukanlah seorang orator handal nan diplomatis. Kalimat-kalimatnya sering tumpul dan tidak jarang justru menimbulkan tafsir liar di ruang publik. Ia kerap tergagap menjelaskan kebijakan, hingga muncul ungkapan populer yang kini menjadi simbol lemahnya komunikasi seorang presiden terhadap rakyatnya sendiri: “Ya ndak tahu, kok tanya saya?” (YNTKTS).

Kelemahan itu bukannya diatasi dengan memperkuat kualitas komunikasi publik negara, melainkan justru ditutupi dengan cara instan: membiayai para buzzer. Dari sinilah lahir era baru propaganda digital di Indonesia, di mana miliaran bahkan triliunan rupiah digelontorkan untuk “mengatur persepsi publik.” Lidah kelu sang raja digantikan oleh ribuan jari yang berisik di dunia maya—menggema di ruang publik dengan pola pikir hitam-putih: Jika bukan kami, maka musuh kami.

Menurut kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap data LPSE, pemerintah pusat menggelontorkan sekitar Rp 90,45 miliar dari 2014–2018 untuk paket pengadaan yang mencantumkan istilah influencer atau key opinion leader. ICW bahkan memperkirakan total anggaran aktivitas digital pemerintah dapat mencapai Rp 1,29 triliun — jumlah yang fantastis jika mengingat lemahnya efektivitas komunikasi publik di lapangan.

Pada masa pandemi, di tengah tekanan fiskal yang berat, pemerintah juga mengalokasikan Rp 72 miliar untuk promosi pariwisata melalui influencer. Kritik pun merebak: di saat tenaga medis kekurangan alat pelindung diri, negara justru sibuk membayar “pendengung.”

Buzzer akhirnya bukan sekadar pembela pemerintah, melainkan sekaligus penyaring informasi—menentukan mana suara rakyat yang layak didengar, dan mana yang harus dibungkam. Akibatnya, komunikasi pemerintah berubah dari public communication menjadi public manipulation. Polarisasi sosial pun mengeras, sementara istana makin jauh dari denyut realitas rakyat.

Fenomena ini bahkan melebar ke lembaga lain. Sebuah rencana proyek senilai sekitar Rp 100 miliar di lingkungan TNI Angkatan Laut, misalnya, sempat disorot publik karena mencantumkan istilah “penggiringan opini” dalam spesifikasi teknisnya. Walau TNI AL kemudian menyebut hal itu hanya kesalahan penulisan, kasus tersebut menunjukkan betapa narasi “kendali informasi” telah menembus hampir semua lini pemerintahan.

Ironinya, sebagian para buzzer yang dulu bekerja “di balik layar” kini justru mendapat posisi resmi di pemerintahan. Salah satu contohnya adalah Rudi Valinka, yang dikenal sebagai salah satu pendengung pro-pemerintah dan kemudian diangkat menjadi pejabat di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dari akun anonim berbayar menjadi pejabat bergaji negara—itulah potret perubahan dari propaganda digital menjadi institusi formal kekuasaan.

Di sisi lain, kontras tajam muncul ketika membandingkannya dengan Prabowo Subianto. Sepanjang karier militernya, Prabowo dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang solid, tegas, dan bernas. Ia terbiasa berbicara di depan publik dengan nada yang bersemangat, mampu membangun kepercayaan audiens, serta piawai bernegosiasi dalam forum internasional. Ia bukan sekadar pandai bicara—ia tahu apa yang harus dikatakan dan kapan harus mengatakan.

Maka, kehadiran Public Communication Office (PCO) di bawah kepemimpinannya kelak diharapkan menjadi sesuatu yang substansial, bukan kosmetik politik. PCO sejatinya harus berperan sebagai mata dan telinga istana, bukan corong propaganda seperti era sebelumnya. Lembaga ini mesti menjadi jembatan dua arah antara pemerintah dan rakyat: mendengar sebelum berbicara, menjelaskan tanpa menggurui, dan menyampaikan tanpa menutup ruang kritik.

PCO di tangan Prabowo semestinya menjadi simbol transisi: dari komunikasi yang dibangun atas ketakutan, menuju komunikasi yang dibangun atas kepercayaan. Sebab bangsa besar tidak akan tumbuh dari rakyat yang diatur untuk diam, melainkan dari rakyat yang didengar ketika berbicara. Dan jika komunikasi publik negara kembali berfungsi sebagaimana mestinya, maka suara rakyat tak lagi perlu digantikan oleh buzzer—karena istana sudah memiliki telinga yang mau mendengar, dan lidah yang berani berkata jujur.


Referensi:

  • Indonesia Corruption Watch (ICW), Laporan Pengadaan Influencer Pemerintah (2018)
  • Tempo.co, “Anggaran Jumbo Buat Influencer dan Buzzer Capai Rp 90,45 Miliar” (2018)
  • Iniriau.com, “Jokowi Hamburkan Dana APBN untuk Biayai Buzzer Istana Rp 72 Miliar” (2020)
  • Jawapos.com, “Soal Proyek Buzzer Rp 100 Miliar TNI AL: Untuk Pengamanan Informasi” (2024)
  • Suara.com, “Buzzer Jadi Pejabat: Dulu Dibayar, Sekarang Digaji” (2025)

🖋️ Ali Syarief
Penulis dan pengamat komunikasi politik. Aktif menulis esai dan opini tentang demokrasi, akuntabilitas, serta dinamika kekuasaan di Indonesia.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Isu Kunjungan Presiden Indonesia ke Israel, Dunia Internasional Bereaksi

Next Post

Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Biaya Tinggi, Utang Membengkak, Rugi Berulang — Tapi Tak Juga Disetop

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Ironis Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Turun di Padalarang

Kereta Cepat Jakarta–Bandung: Biaya Tinggi, Utang Membengkak, Rugi Berulang — Tapi Tak Juga Disetop

Dana Pensiun BUMN di Korupsi , Erick Thohir Marah Besar

Saatnya Erick Thohir Lempar Handuk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...