• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

HPP Gabah: Perlindungan yang Masih Jauh dari Sejahtera

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 14, 2025
in Economy, Feature
0
Gabah Apa Adanya: Untung di Atas Kertas, Risiko di Tangan Bulog
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja
(Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah merupakan instrumen kebijakan penting yang dirancang pemerintah guna melindungi pendapatan petani dan menjaga stabilitas harga di pasar. Melalui HPP, pemerintah berupaya memastikan agar petani tidak menjual hasil panennya di bawah harga tertentu yang telah ditetapkan.

Secara sederhana, HPP Gabah adalah harga minimum yang wajib dibayar oleh Bulog kepada petani. Besaran HPP ditentukan berdasarkan jenis dan kualitas gabah, seperti kadar air dan kadar hampa. Sebagai contoh, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%.

Kebijakan ini diharapkan dapat:

  1. Melindungi Petani. Memberikan jaminan harga agar petani tetap semangat berproduksi dan mendukung swasembada pangan.
  2. Meningkatkan Produktivitas. Dengan harga yang lebih baik, petani terdorong untuk memperbaiki kualitas hasil panen dan meningkatkan hasil.
  3. Menjaga Stabilitas Pangan. Pemerintah ingin memastikan harga gabah dan beras tetap stabil demi ketahanan pangan nasional.

Selain itu, kebijakan baru ini menghapus mekanisme rafaksi harga—pemotongan harga karena kadar air tinggi atau kualitas rendah—yang selama ini sering merugikan petani. Pemerintah pun menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gabah dan beras hingga 3 juta ton setara beras pada 2025.

Namun demikian, efektivitas kebijakan HPP ini patut dikritisi. Di lapangan, banyak petani menilai bahwa HPP sebesar Rp6.500/kg belum cukup untuk menyejahterakan mereka.

Khoirul Ansori, petani asal Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, menuturkan bahwa dengan tingginya biaya produksi—mulai dari pupuk, pestisida, hingga tenaga kerja—harga ideal yang bisa memberikan keuntungan bagi petani seharusnya di atas Rp7.000/kg.

Kendala di Lapangan

Beberapa masalah yang masih membelit petani dalam implementasi HPP antara lain:

  • Biaya produksi yang tinggi. Harga pupuk nonsubsidi melonjak, membuat margin keuntungan petani menipis.
  • Keterbatasan anggaran pemerintah. Daya serap Bulog terhadap gabah petani hanya cukup untuk satu musim tanam.
  • Ketergantungan pada tengkulak. Petani kerap terikat dengan pihak ketiga karena keterbatasan modal dan akses pasar.
  • Masalah kualitas dan penyimpanan. Gabah mudah rusak bila tidak segera dijual, sementara kapasitas gudang Bulog terbatas.

Jalan Keluar yang Perlu Ditempuh

Agar kebijakan HPP benar-benar menjadi benteng kesejahteraan petani, diperlukan langkah strategis:

  1. Membangun Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi petani bisa berperan menyerap gabah, memotong mata rantai distribusi, dan memperkuat posisi tawar petani.
  2. Kapitalisasi Petani. Diperlukan pemberian modal kerja agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
  3. Perbaikan Infrastruktur Pertanian. Jalan usaha tani, irigasi, dan gudang penyimpanan yang layak akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian pascapanen.

Kebijakan HPP seharusnya bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi cermin dari keberpihakan negara kepada petani—penopang utama ketahanan pangan bangsa.

Sudah sepatutnya penyesuaian HPP dilakukan dengan mempertimbangkan realitas biaya produksi dan aspirasi petani di lapangan, agar perlindungan tidak berhenti di tataran kebijakan, tetapi nyata dirasakan di tangan mereka yang menanam, memanen, dan memberi makan negeri ini.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Norwegia Mundur dari Nikel Halmahera: Tamparan Moral Tambang Indonesia

Next Post

Isu Kunjungan Presiden Indonesia ke Israel, Dunia Internasional Bereaksi

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Isu Kunjungan Presiden Indonesia ke Israel, Dunia Internasional Bereaksi

Jokowi Puji Prabowo  Karena Meningktanya Elektabilitas  Gerindra dan Dirinya

Ketika Lidah Kelu Istana Melahirkan Buzzer Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...