• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa Itu Epidemi Zoonosis Akibat Deforestasi?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 16, 2025
in Feature, Health
0
Apa Itu Epidemi Zoonosis Akibat Deforestasi?
Share on FacebookShare on Twitter

Pembukaan Hutan dan Risiko Kesehatan

Pembukaan 20 juta hektare hutan untuk swasembada pangan, energi, dan air menjadi isu serius yang tak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga kesehatan global. Proyek seperti food estate di Desa Tewai Baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mencerminkan dilema besar: kebutuhan untuk mengamankan ketahanan pangan versus dampak ekologi yang berpotensi memicu epidemi zoonosis.

Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Deforestasi, yang mengubah ekosistem alami menjadi area terbuka, merusak keseimbangan habitat satwa liar. Data menunjukkan bahwa selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia kehilangan 12,5 juta hektare hutan. Dampaknya tak hanya berupa hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatnya risiko penyebaran penyakit dari hewan liar ke manusia.

Zoonosis dan Kaitannya dengan Deforestasi

Penelitian Rory Gibb dari University College London menunjukkan bahwa deforestasi mendorong migrasi dan adaptasi satwa liar ke area yang lebih dekat dengan manusia. Hilangnya habitat alami membuat banyak spesies pembawa penyakit, seperti tikus, kelelawar, dan primata, masuk ke pemukiman manusia. Kondisi ini diperparah oleh berkurangnya jumlah karnivora, yang seharusnya menjadi predator alami hewan pembawa penyakit. Akibatnya, populasi hewan seperti tikus yang dikenal sebagai reservoir penyakit meningkat tajam.

Contoh nyata dari risiko zoonosis akibat deforestasi adalah munculnya virus Nipah, Ebola, dan pandemi COVID-19, yang semuanya terkait erat dengan interaksi manusia dan satwa liar di wilayah yang terdegradasi. Ketika habitat satwa liar rusak, peluang patogen zoonotik berpindah ke manusia menjadi lebih besar.

Food Estate: Solusi atau Ancaman?

Proyek food estate yang digagas sebagai jawaban atas kebutuhan pangan Indonesia menjadi sorotan utama. Di Desa Tewai Baru, Kalimantan Tengah, pembukaan lahan untuk tanaman singkong melibatkan penggundulan hutan dalam skala besar. Dampaknya, selain emisi karbon yang meningkat, risiko epidemi zoonosis juga bertambah. Proyek ini, yang dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan, justru berpotensi melemahkan ketahanan kesehatan nasional dan global.

Kritik terhadap proyek ini tidak hanya datang dari ahli lingkungan tetapi juga epidemiolog. Mereka memperingatkan bahwa keuntungan ekonomi jangka pendek tidak sebanding dengan potensi kerugian jangka panjang yang ditimbulkan oleh wabah penyakit.

Langkah Menuju Solusi

Mengatasi epidemi zoonosis akibat deforestasi membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Pemerintah harus memastikan kebijakan pembangunan berbasis keberlanjutan yang memprioritaskan perlindungan hutan. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai dampak deforestasi dan zoonosis perlu ditingkatkan.

Penerapan pendekatan berbasis ekosistem, seperti agroforestri, dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan pada hutan. Dengan menjaga keanekaragaman hayati, kita tidak hanya melindungi ekosistem tetapi juga mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis.

Penutup

Deforestasi yang masif di Indonesia telah membawa konsekuensi serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Risiko epidemi zoonosis menjadi alarm bagi kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mendorong solusi yang memadukan keberlanjutan ekologis dan kebutuhan pangan demi masa depan yang lebih sehat dan aman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Maria Lestari Kembali Mangkir, KPK Telusuri Alasan Ketidakhadiran

Next Post

Kapolri Bertanggung Jawab Penuh atas Pemagaran Laut di Indonesia

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Next Post
Apa Kata KKP Tentang Pagar Misterius di Perairan Tangerang?

Kapolri Bertanggung Jawab Penuh atas Pemagaran Laut di Indonesia

MENANTI KELAHIRAN BULOG BARU

MEMBANGUN KEJAYAAN BULOG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist