• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa Kata Roy Suryo Cs Pasca Reuni Fakultas Kehutanan UGM? Membangun Ketegangan Baru

Ali Syarief by Ali Syarief
July 27, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Apa Kata Roy Suryo Cs Pasca Reuni Fakultas Kehutanan UGM? Membangun Ketegangan Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Reuni akbar angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM pada Sabtu, 26 Juli 2025, semestinya menjadi ajang nostalgia, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan kembali jati diri sebagai akademisi. Namun, kehadiran Joko Widodo dalam forum tersebut malah menjadi bahan bakar baru bagi polemik lama yang tak kunjung reda: tudingan ijazah palsu. Di tengah semangat kebersamaan, Roy Suryo justru tampil kontras, tetap bersikukuh pada narasi bahwa skripsi Jokowi palsu dan ijazahnya tak valid. Maka pertanyaannya: apa sebenarnya yang dicari Roy Suryo Cs pasca reuni itu—kebenaran, keadilan, atau sekadar panggung?

Reuni Tak Mengubah Sikap

Dalam suasana kehangatan reuni yang mempertemukan kawan lama, Roy Suryo tidak menunjukkan tanda-tanda lunaknya sikap. Ia tetap tegas menyatakan bahwa skripsi Jokowi 99,9 persen palsu. Bagi Roy, kehadiran Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM bukanlah konfirmasi keabsahan sebagai alumni, melainkan hanya kunjungan simbolik sebagai pejabat negara. Penampilan Jokowi tanpa seragam reuni pun dijadikan bukti bahwa ia seolah berada di luar lingkaran komunitas alumni.

Roy bahkan mencatat bahwa Jokowi tak hadir di acara inti di Wanagama, hanya mampir sebentar, dan menyebut nama-nama teman semasa kuliah tanpa menyodorkan dokumen atau testimoni otentik. Maka, bagi Roy dan kelompoknya, semua itu tak cukup. Klaim Jokowi soal dosen pembimbing, Ir. Kasmudjo, dianggap bertolak belakang dengan pernyataan sang dosen sendiri yang membantah pernah membimbing atau menjadi dosen akademiknya.

Antara Kebenaran atau Narasi Politik?

Apakah upaya Roy Suryo Cs semata didorong oleh keinginan mencari kebenaran akademik? Atau sudah menyimpang menjadi proyek politik yang personal dan penuh prasangka? Roy dan rekan-rekannya, seperti Eggi Sudjana dan Tifauzia Tyassuma, jelas tidak sekadar bertanya. Mereka melaporkan Jokowi ke polisi, mengajukan permintaan penyitaan ijazah, bahkan mengumpulkan bukti dari kanal YouTube dan media sosial. Namun ketika narasi kecurigaan diulang terus tanpa mengungkap bukti baru yang objektif dan tak terbantahkan, publik mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang layak dicurigai?

Di sisi lain, Jokowi pun tak tinggal diam. Ia melaporkan balik tuduhan ini sebagai fitnah dan pencemaran nama baik. Perkara yang awalnya berada di ranah perdebatan publik kini masuk ke ranah hukum. Bahkan enam laporan polisi sudah masuk ke Polda Metro Jaya, dengan tiga di antaranya naik ke tahap penyidikan. Bola kini bergulir bukan lagi di ruang opini, tapi di meja penyidik.

Kaya Apa Setelah Ini?

Pertanyaan yang menggantung: Apa yang didapat Roy Suryo Cs setelah ini? Popularitas? Kepuasan pribadi? Kemenangan moral? Atau justru sebaliknya: jerat hukum yang menanti? Jika benar tujuan mereka adalah menuntut kejujuran dan integritas dari seorang kepala negara, seharusnya mereka juga berlaku jujur terhadap standar pembuktian dan tidak bersandar pada asumsi atau anekdot semata.

Reuni seharusnya menyadarkan bahwa integritas dan persahabatan akademik tak dibangun dari kebencian dan praduga, melainkan dari semangat mencari kebenaran dengan kerendahan hati. Namun ketika reuni hanya dijadikan latar panggung untuk menguatkan narasi personal yang belum tentu berdasar, maka esensinya hilang. Alih-alih menjadi ruang pembuktian, reuni justru dimanfaatkan untuk memperkuat polarisasi.

Penutup: Saatnya Menjawab dengan Bukti, Bukan Emosi

Kisruh ijazah ini, jika terus dibawa tanpa dasar baru dan hanya dengan semangat menjatuhkan, akan menjadi bumerang bagi mereka yang mengusungnya. Roy Suryo Cs harus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemburu sensasi atau pelayan agenda politik tersembunyi. Sebab jika tidak, yang akan kaya bukanlah kebenaran, melainkan kebencian. Dan sejarah tak pernah mencatat mereka yang menari di atas prasangka sebagai pahlawan kebenaran.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakyat Malaysia Tumpah ke Jalan: Tuntut Anwar Mundur, Biaya Hidup Tak Kunjung Turun

Next Post

Reuni Bukan Alat Bukti Keaslian Ijazah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)
Lingkungan Hidup

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Next Post

Reuni Bukan Alat Bukti Keaslian Ijazah

Jokowi Umar Bin Khattab, Prabowo Abu Bakar Ash-Shiddiq

Jokowi Umar Bin Khattab, Prabowo Abu Bakar Ash-Shiddiq

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist