• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa yang Tersisa dari Bangsa ini untuk Dibanggakan?

Korupsi: Potret Kelam Integritas Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
July 25, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jangan Senang Dulu – Itu Gula-Gula Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Korupsi bukan sekadar kejahatan terhadap keuangan negara. Ia adalah cermin retak dari wajah sebuah bangsa—potret buram tentang betapa rendahnya moralitas, rapuhnya nilai-nilai spiritual, dan sirnanya kesetiaan pada ideologi bangsa. Ketika korupsi tumbuh subur di semua lini, dari pusat kekuasaan hingga birokrasi terkecil, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang terlibat”, tetapi “apa yang tersisa dari bangsa ini untuk dibanggakan?”

Korupsi adalah manifestasi dari integritas yang runtuh. Ketika pemimpin yang seharusnya menjadi teladan justru menjadi pelaku, ketika hukum menjadi alat tukar dan keadilan bisa dinegosiasikan, maka bangsa ini tengah kehilangan fondasi moralnya. Rakyat pun tersandera dalam ketidakpercayaan—mereka yang jujur dianggap bodoh, mereka yang curang dijadikan panutan.

Dalam situasi seperti ini, agama tak lebih dari simbol. Nilai-nilai agama yang seharusnya menjadi benteng bagi perilaku individu, terpinggirkan oleh nafsu duniawi. Para koruptor tak segan-segan bersumpah atas nama Tuhan, namun pada saat yang sama menghisap darah rakyat miskin. Ketika spiritualitas hanya menjadi kosmetik sosial dan bukan nilai yang dihayati, korupsi pun menjadi sesuatu yang dianggap lumrah, bahkan bisa dibungkus dengan dalih-dalih yang tampak religius.

Lalu bagaimana dengan ideologi bangsa? Pancasila yang selama ini diklaim sebagai dasar negara hanya tinggal jargon dalam pidato-pidato seremonial. Sila-sila yang luhur, seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan ketuhanan, tak punya nyawa dalam praktik kenegaraan. Korupsi secara terang-terangan menghancurkan makna persatuan dan gotong royong, menciptakan jurang sosial yang dalam antara mereka yang memiliki kuasa dan mereka yang hanya mampu berharap.

Kita harus bertanya dengan jujur: jika integritas sudah mati, moral tak lagi dihargai, nilai agama diabaikan, dan ideologi hanya tinggal hafalan, maka apalagi yang bisa kita banggakan dari negeri ini? Apakah cukup membanggakan infrastruktur megah, pencitraan digital, atau pertumbuhan ekonomi semu yang dibangun di atas pondasi ketidakadilan?

Bangsa yang bangga akan pencapaiannya namun menutup mata terhadap korupsinya, adalah bangsa yang sedang menipu dirinya sendiri. Tidak ada kemajuan sejati dalam kebohongan. Yang ada hanyalah kemunduran yang dibungkus dengan kemilau palsu.

Jika bangsa ini ingin bangkit, maka bukan hanya sistem hukum yang harus diperbaiki, tetapi juga sistem nilai. Pendidikan harus kembali menanamkan integritas, keteladanan harus dimulai dari atas, dan spiritualitas harus menjadi landasan etika, bukan sekadar alat legitimasi. Hanya dengan begitu, bangsa ini bisa benar-benar berdiri tegak, bukan hanya karena bangga pada sejarahnya, tapi juga karena mampu membangun masa depan yang bersih dari korupsi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Deny Indrayana : Menakar Pemakzulan Gibran: Antara Konstitusi, Etika, dan Kepatuhan Bernegara

Next Post

Cuaca Ekstrem Melanda Berbagai Negara: Kebakaran Hutan hingga Banjir Besar Picu Korban Jiwa dan Pengungsian Massal

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Cuaca Ekstrem Melanda Berbagai Negara: Kebakaran Hutan hingga Banjir Besar Picu Korban Jiwa dan Pengungsian Massal

Cuaca Ekstrem Melanda Berbagai Negara: Kebakaran Hutan hingga Banjir Besar Picu Korban Jiwa dan Pengungsian Massal

Sudah Sampai di Puncak Gunung Lakon – Keluar Ijazah IR-HC Dari Jalan Pramuka

Ijazah Jokowi dan 12 Tersangka: Siapa Sebenarnya yang Bersalah?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist