• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“April Mob” Jokowi: Skandal Hukum Tanpa Kepastian, Upaya Membungkam Kritik Lewat Aparat?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
August 5, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis-Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik, Advokat KAI, dan Jurnalis KWRI


Laporan polisi yang dilayangkan oleh mantan Presiden Joko Widodo pada 30 April 2024 mengundang tanya: apakah ini bentuk serius dari penegakan hukum, atau hanya sandiwara politik bertajuk “April Mob”? Pasalnya, alih-alih menegakkan hukum secara transparan dan adil, laporan ini justru memperlihatkan wajah telanjang dari bias aparat penegak hukum serta memperkeruh citra pemerintahan sah saat ini di bawah Presiden Prabowo Subianto. Di mata publik, langkah ini semakin mengikis kepercayaan terhadap sistem hukum yang seharusnya bersifat netral, adil, dan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Laporan atau Sekadar Teror Politik?

Laporan Jokowi ke Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks soal ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM seakan menjadi babak baru dalam upaya membungkam kritik. Padahal, isu ini sudah bergulir sejak pencalonan Jokowi sebagai Capres 2019. Pertanyaannya kini: apakah laporan ini akan serius ditindaklanjuti, atau justru berakhir seperti banyak kasus lain di era Jokowi—dipetieskan demi kepentingan politik?

Publik sudah mengetahui bahwa belasan orang telah diperiksa, dan beberapa telah naik status ke tahap penyidikan. Namun hingga hari ini, belum satu pun ditetapkan sebagai tersangka. Situasi ini menguatkan kesan bahwa laporan ini hanyalah alat intimidasi politik terhadap aktivis dan akademisi kritis seperti dr. Tifa, para anggota TPUA, dan pihak-pihak lain yang mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi—yang ironisnya, mereka semua adalah alumnus asli UGM.

Ketimpangan Perlakuan Hukum

Sebelum laporan Jokowi dan para loyalisnya muncul, tudingan soal dugaan ijazah palsu telah lebih dulu menjadi perbincangan publik. Bahkan, TPUA telah membawa perkara ini ke ranah hukum melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan kemudian mengadukannya ke Dumas Bareskrim Polri pada 9 Desember 2024.

Namun sangat disayangkan, hingga kini Bareskrim tidak berani menyita atau menguji keaslian ijazah yang menjadi sumber polemik. Dua ahli forensik digital yang siap menjadi saksi pun belum pernah dipanggil. Padahal, mereka telah menyatakan dengan keyakinan penuh bahwa ijazah Jokowi “palsu sepuluh ribu milyar persen”—ungkapan hiperbolik yang mencerminkan betapa kuatnya dugaan itu.

Dampak Politik yang Tidak Bisa Diabaikan

Jika laporan Jokowi ini tak ditangani secara objektif, transparan, dan adil, maka dampaknya bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga:

  1. Merusak kredibilitas pemerintahan Prabowo sebagai penguasa sah saat ini.
  2. Menyulut instabilitas politik nasional akibat ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Lebih jauh, ada dugaan bahwa laporan ini digunakan sebagai alat politik terselubung yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah masyarakat—sebuah strategi lama yang mengandalkan benturan antara penguasa dan kelompok sipil yang kritis, demi memuluskan ambisi kekuasaan kelompok tertentu di lingkaran istana.

Penutup: Hukum Harus Berdiri di Atas Kebenaran, Bukan Kekuasaan

Kasus ini harus dijalankan oleh aparat yang profesional, independen, dan jujur. Sebab jika tidak, ia berpotensi menjadi preseden buruk yang menormalisasi penggunaan hukum sebagai senjata politik. Yang lebih mengkhawatirkan, hal ini bisa merusak fondasi demokrasi kita dan mengancam stabilitas nasional dalam jangka panjang.

Apakah hukum masih bisa diharapkan berdiri tegak, atau telah berubah menjadi alat kekuasaan untuk membungkam kritik?


Damai Hari Lubis adalah Advokat KAI dan Jurnalis KWRI.


.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gabah Any Quality: Solusi atau Bom Waktu Ketahanan Pangan?

Next Post

DHL: Ijazah Jokowi dan Luka di Jantung Republik: Antara Konsensus Nasional dan Keadilan yang Retak

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM

DHL: Ijazah Jokowi dan Luka di Jantung Republik: Antara Konsensus Nasional dan Keadilan yang Retak

Tak Hadir Saat Pelantikan, Hasto Kristiyanto Absen dari Struktur DPP PDIP 2025–2030

Tak Hadir Saat Pelantikan, Hasto Kristiyanto Absen dari Struktur DPP PDIP 2025–2030

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...