• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Awas ada IWAS: Kompensasi Tunadaksa?

fusilat by fusilat
December 4, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Awas ada IWAS: Kompensasi Tunadaksa?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Tenaga Ahli Anggota DPR RI 2004-2009 dan 2009-2014

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – Sepintas lalu secara nalar atau logika akal sehat, nyaris tak mungkin IWAS melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap AM, seorang mahasiswi sebuah universitas di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sebab, IWAS adalah seorang penyandang difabel tunadaksa atau tidak punya kedua tangan.

Tapi faktanya bisa. Bahkan korbannya bukan hanya AM, tapi juga dua mahasiswi lainnya. Lalu jumlah korban bertambah tiga lagi yang ketiganya adalah anak-anak. IWAS pun ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Saat aksi bejatnya dilaporkan, IWAS pun mencoba beralibi. Katanya, jangankan melakukan pemerkosaan, buang air kecil saja ia harus dibantu oleh keluarganya untuk membukakan celana.

Lalu, sambil nangis-nangis, seperti terlihat dalam rekaman video yang beredar, IWAS minta tolong Presiden Prabowo Subianto agar dibantu melepaskan diri dari tuduhan itu. Bahkan ia ingin menunjukkan kepiawaiannya melukis dengan kakinya di hadapan Presiden.

Namun, polisi bergeming. Berdasarkan keterangan korban, sejumlah saksi dan ahli, apa yang dilakukan IWAS menurut polisi mengarah pada aksi pemerkosaan. Pria difabel itu pun, sekali lagi, ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Dan dari kabar yang ramai tersiar, IWAS dalam melancarkan aksinya itu menggunakan modus operandi kombinasi antara bujuk rayu, tipu muslihat dan intimidasi.

Ketika AM jalan-jalan di sebuah taman dan mendapati sepasang muda-mudi berkasih mesra, rasa trauma AM akan masa lalunya tiba muncul dan ia pun langsung menangis.

Mendapati hal demikian, IWAS kemudian mendekati AM yang merupakan sesama mahasiswa dari kampus yang sama untuk merayunya agar gadis itu mau menceritakan pengalaman traumatisnya.

Setelah mendapatkan cerita, IWAS pun melancarkan intimidasi dan tipu muslihat. IWAS mengajak AM ke sebuah hotel. Jika tidak mau, apa yang diceritakan AM, yang kemudian ia sebut sebagai aib, akan diadukan ke orangtuanya.

Di sisi lain, IWAS juga melancarkan tipu muslihat dengan menyarankan AM mandi suci untuk membersihkan jiwanya dan menghilangkan traumanya.

Sesampainya di hotel, dengan terus mengintimidasi, IWAS minta AM membuka pakaiannya sekaligus membukakan celana dirinya.

Saat AM hendak berteriak, IWAS pun kembali melancarkan tipu muslihat bahwa jika ada yang mendengar teriakannya maka AM akan dinikahkan dengan dirinya. Akhirnya, dugaan pemerkosaan itu pun terjadi.

Tidak itu saja. Demi menyempurnakan alibinya, IWAS juga menyuruh AM untuk membayar sewa hotelnya.

Teori Kompensasi

Terlepas dari apakah penetapan status tersangka IWAS akan berujung ke pengadilan atau tidak, karena polisi bisa saja menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3); dan apakah nanti jika diadili ia terbukti bersalah atau tidak, kiranya patut ditelisik aspek psikologinya mengapa seorang penyandang tunadaksa bisa melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan kepada lawan jenisnya.

Bahkan korbannya tak hanya seorang, tetapi beberapa orang. Sebagian mahasiswi pula, yang secara psikis dan intelektual tak bisa dibilang lemah.

Secara psikologis, apa yang dilakukan IWAS itu boleh dikatakan tak terlepas dari teori kompensasi.

Dalam psikologi, istilah kompensasi digunakan terkait pencarian kepuasan dalam suatu bidang untuk memperoleh keseimbangan dari kekecewaan dalam bidang lain.

Kondisi fisik IWAS yang tak sempurna mungkin membuat mahasiswa itu kecewa. Maka dicarilah kompensasi untuk menutupi kekecewaan dan kelemahannya itu. IWAS pun memilih untuk melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap lawan jenisnya.

Kondisi fisiknya yang tak sempurna menjadikan IWAN merasa dipandang sebelah mata dan lemah oleh lingkungannya. Sebab itu, ia ingin mematahkan asumsi itu dengan menunjukkan kekuatan, keperkasaan dan kejantanannya dengan melakukan pemerkosaan.

Kondisi fisiknya yang tak sempurna menjadikan IWAS merasa tidak tampan. Akhirnya ia pun ingin membuktikan bahwa meskipun tidak tampan, tapi dia bisa menaklukkan kaum perempuan, mahasiswi pula yang dianggap masyarakat kelas sosialnya cukup tinggi.

Pendek kata, IWAS tak mau dipandang sebelah mata meskipun tunadaksa. IWAS tak mau dianggap lemah. IWAS merasa gagah, kuat, jantan dan perkasa.

IWAS juga tak mau dianggap tidak tampan. Ia merasa tampan sebagaimana laki-laki pada umumnya yang kondisi fisiknya normal.

Itulah teori kompensasi yang kemungkinan besar melatari IWAS melakukan dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Awas ada IWAS!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Alasan Firli Tidak Hadir: Pelecehan Terhadap Institusi dan Hukum

Next Post

KPK Periksa Cawagub Jateng Hendrar Prihadi Dalam Kasus Korupsi di Semarang

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
KPK Periksa Cawagub Jateng Hendrar Prihadi Dalam Kasus Korupsi di Semarang

KPK Periksa Cawagub Jateng Hendrar Prihadi Dalam Kasus Korupsi di Semarang

Kapolrestabes Semarang Minta Maaf Atas Kelalaian Anggota yang Tewaskan Pelajar SMK

Keluarga Siswa SMKN 4 Semarang  Korban  Penembakan Polisi, Berharap Diundang DPR Dalam RDP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...