• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bangsa dengan Naluri Hewani

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 21, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Indonesia Makin Kegelapan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta – Kelak sejarah akan mencatat bahwa di di muka Bumi di bawah Khatulistiwa ini pernah hidup sebuah bangsa dengan naluri hewani. Yakni, sebuah bangsa yang lebih berorientasi pada isi perut ketimbang isi hati dan isi otak. Dan sebuah bangsa itu bernama Indonesia.

Tapi sebenarnya bukan bangsanya, tapi pemerintahannya, lebih khusus Presidennya: Prabowo Subianto.

Revisi Undang-Undang (UU) No 34 Tahun 2004 tentang TNI, itu soal isi perut.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu efisiensi dan defisit anggaran, itu soal isi perut.

Ribut-ribut soal pagar laut di Tangerang, Bekasi, Surabaya dan Sidoarjo, Bali dan sebagainya, itu soal isi perut pula.

Korupsi yang mencapai ribuan triliun rupiah, itu juga soal isi perut.

Ternyata isi perut masih menjadi prioritas utama bangsa ini. Sebenarnya, sekali lagi, bukan bangsa, melainkan pemerintah. Khususnya Presiden Prabowo Subianto yang didukung Presiden yang digantikannya, Joko Widodo.

Revisi UU TNI

Ada tiga pasal dalam UU TNI yang sedang direvisi dan kini sedang menunggu pengesahan DPR. Yakni, Pasal 3, Pasal 47 ayat (2) dan Pasal 53.

Dalam Pasal 53 yang baru, bila sebelumnya usia pensiun TNI pangkat tamtama dan bintara adalah 53 tahun, ke depan menjadi 55 tahun.

Sedangkan perwira hingga pangkat kolonel pensiun paling tinggi usia 58 tahun.

Lalu, perwira tinggi (pati) bintang 1 pensiun usia 60 tahun, pati bintang 2 pensiun usia 61 tahun, dan pati bintang 3 pensiun usia 62 tahun.

Untuk pati bintang 4, pensiun usia 63 tahun atau tergantung Presiden.

Penambahan usia pensiun ini jelas terkait dengan pekerjaan atau kesejahteraan, sehingga orientasinya adalah isi perut.

Tak peduli bahwa selama ini di tubuh TNI terjadi penumpukan perwira non-job atau tanpa jabatan, sehingga penambahan usia pensiun ini akan menambah parah penumpukan “lemak” itu.

Tapi agaknya pemerintah dan DPR sudah memberi solusi, yakni merevisi Pasal 47 ayat (2) UU TNI. Bila sebelumnya prajurit aktif hanya bisa menduduki jabatan sipil di 10 kementerian/lembaga, kelak akan menjadi 14 kementerian/lembaga.

Lebih banyaknya prajurit aktif yang duduk di kursi-kursi jabatan sipil nanti juga terkait dengan isi perut.

Ironis, memang. TNI bukannya kian profesional di bidang pertahanan negara, justru akan kian tak profesional karena berkiprah bukan pada area tugas pokok dan fungsinya. Tentara itu dilatih untuk perang, bukan untuk jadi birokrat.

Maka masuk akal jika nanti TNI makin takut menghadapi musuh-musuhnya, terutama di Laut Natuna Utara melawan provokasi tentara China.

Defisit Anggaran

Program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo juga orientasinya isi perut.

Kalau untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh kembang, program MBG yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah jelas salah sasaran. Sebab stunting harus dicegah sejak janin dalam kandungan.

Program yang tahun 2025 memakan anggaran Rp71 triliun ini, dan akan menjadi 400-an triliun rupiah selama 5 tahun ke depan, menyebabkan pemerintah melakukan efisiensi anggaran (sekadar omon-omon) yang berimplikasi pada munculnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Buat apa anak mendapatkan makan gratis kalau ternyata orang tuanya kena PHK?

Program MBG juga menjadi salah satu pemicu defisit anggaran.
Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2025 mengalami defisit Rp31,2 triliun atau 0,13 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pendapatan negara selama dua bulan pertama 2025 tercatat sebesar Rp316,9 triliun, sedangkan belanja negara terealisasi sejumlah Rp348,1 triliun.

Pagar Laut

Laut yang dipasangi pagar bambu di Tangerang, Banten, Bekasi, Jawa Barat, Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, serta Bali dan daerah-daerah lain di Indonesia juga terkait dengan isi perut. Para pengusaha berbondong-bondong menguasai laut demi cuan.

Yang paling kontroversial adalah pagar laut di Tangerang yang letaknya hanya sepelemparan tombak dari proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang digarap Agung Sedayu Group milik taipan Sugianto Kusuma alias Aguan.

Meski dua anak perusahaan Agung Sedayu Group menguasai mayoritas Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di area laut berpagar ilegal itu, namun Polri tak pernah dan tak akan pernah memeriksa Aguan.

Korupsi

Demi isi perut, penguasa dan pengusaha ramai-ramai melakukan korupsi. Kerugian negara akibat korupsi saat ini bukan lagi dalam bilangan jutaan atau miliaran, melainkan triliunan rupiah.

Ada kasus korupsi proyek base transceiver station (BTS) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, kini Kementerian Komunikasi dan Digital yang merugikan keuangan negara Rp8,3 triliun.

Lalu kasus korupsi PT Asabri dengan kerugian negara Rp22 triliun, dan kasus korupsi PT Jiwasraya dengan kerugian negara Rp16 triliun.

Lantas kasus korupsi PT Timah yang merugikan keuangan negara hingga Rp300 triliun, dan ini yang paling spektakuler: kasus korupsi oplosan minyak di PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang merugikan keuangan negara hingga Rp1.000 triliun.

Semua kasus megakorupsi itu tujuannya adalah mengeruk kekayaan negara antara lain demi isi perut mereka.

Kasihan bangsa ini. Apalagi presidennya hanya bisa omon-omon belaka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PENCOPOTAN PIMWIL PERUM BULOG

Next Post

LBH Keadilan Mengutuk Keras Teror Kepala Babi terhadap Kantor Tempo, Minta Aparat Usut Tuntas

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
LBH Keadilan Mengutuk Keras Teror Kepala Babi terhadap Kantor Tempo, Minta Aparat Usut Tuntas

LBH Keadilan Mengutuk Keras Teror Kepala Babi terhadap Kantor Tempo, Minta Aparat Usut Tuntas

“Retret Itu Briefing Militer” – Apakah Itu Memiliterisasi Kepala Daerah?

Lingkaran Setan Paradoks

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...