• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bangsa yang Tidur Pulas atau Sedang Teler?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 20, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Bangsa yang Tidur Pulas atau Sedang Teler?
Share on FacebookShare on Twitter

Katanya, kita bangsa besar. Tapi kalau melihat kenyataan hari ini, saya lebih tergoda menyebut: kita bangsa pelupa yang sedang tertidur pulas. Atau jangan-jangan—jangan-jangan lho, ini cuma spekulasi liar seorang rakyat jelata—kita sebenarnya sedang teler. Mabuk kekuasaan, mabuk pencitraan, mabuk simbol dan upacara, dan tentu saja mabuk kekeluargaan.

Mari kita simak adegan demi adegan yang, andai ini panggung sandiwara, maka bisa disebut sebagai pertunjukan sirkus politik paling tidak tahu malu di era demokrasi. Seorang pria dari Solo, tanpa selembar ijazah asli yang bisa diperiksa publik, bisa naik pangkat dari walikota ke gubernur, dan naik lagi jadi presiden—bukan sekali, tapi dua kali. Ini bukan soal lulusan Harvard atau tukang kayu. Ini soal kejujuran dasar: punya atau tidak, itu saja tidak bisa dijawab jelas. Padahal, syarat menjadi kepala desa saja butuh ijazah. Tapi kita ini negara luar biasa—ijazah bisa jadi opsional asal didukung oligarki dan polesan kamera.

Dan selama jadi presiden, apa yang ditanam? Apakah benih demokrasi, keadilan, atau tata negara yang kokoh? Tidak. Yang tumbuh justru adalah pohon nepotisme yang buahnya manis hanya untuk keluarganya. Yang lain? Silakan minggir.

Gibran, putra sulungnya, bisa jadi calon wakil presiden berkat keputusan Mahkamah Konstitusi yang tak punya malu. Keputusan itu lahir tanpa musyawarah, tanpa malu-malu, dan penuh aroma sedap konflik kepentingan. Hakimnya? Adik Ipar. Hukum berubah jadi alat sulap yang bisa melengkungkan pasal sesuai arah angin istana. Kalau ini bukan penghinaan terhadap akal sehat, lalu apa?

Belum sempat kita mengelus dada, muncul Kaesang—anak bungsu yang, konon, katanya “anak muda penuh semangat.” Masuk partai politik dua hari, langsung jadi ketua umum. Dan kini—dengan senyum khas ‘tidak tahu menahu’—si bungsu kembali terpilih melalui e-voting. Bukan karena prestasi, tapi karena dinasti. PSI kini bukan lagi Partai Solidaritas Indonesia, melainkan Partai Sinar Istana.

Wahai bangsa yang katanya merdeka! Kita sedang dipertontonkan opera sabun politik yang skripnya ditulis oleh ambisi pribadi dan disutradarai oleh bapaknya sendiri. Dan anehnya, penontonnya—kita semua—tepuk tangan sambil bilang: “Bagus! Ini demokrasi!”

Maaf, Bung. Ini bukan demokrasi. Ini dinasti. Ini bukan meritokrasi. Ini monarki terselubung, versi lokal dengan sentuhan pencitraan ala milenial. Dan lebih parahnya, ini terjadi tanpa perlawanan berarti, tanpa kegaduhan ide, tanpa kemarahan rakyat. Yang ada hanya meme, komentar nyinyir di medsos, dan rasa lelah yang tak tahu arah.

Jadi, izinkan saya bertanya: kita ini sedang tidur pulas, atau benar-benar teler?

Para founding fathers mungkin akan menyeringai getir melihat zaman ini. Di eranya, kritik adalah keberanian. Di zaman kita, kritik dianggap kejahatan. Dan lucunya, semua ini terjadi dalam bingkai “pembangunan,” “kemajuan,” dan “cinta NKRI.”

Bangsa ini tidak sedang kekurangan musuh. Kita sedang kekurangan kesadaran. Kita membiarkan negeri ini disulap jadi perusahaan keluarga, dan kita sebagai karyawan magang tak bergaji yang hanya boleh berkata, “Siap, Pak.”

Kalau begini terus, jangan salahkan sejarah bila kelak menyebut kita bukan bangsa pemenang, tapi bangsa pelupa—yang tertidur dalam pelukan kekuasaan, dan bangun dalam cengkeraman penyesalan.

Selamat tidur, bangsaku. Atau selamat mabuk. Pilih sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PSI: Partai Gimmick Politik Dinasti, Bukan Gagasan Besar Bangsa

Next Post

Partai Spekulatif Indonesia. Tbk: Kader Jadi Investor, Politik Jadi Barang?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa
Feature

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat
Feature

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Mempertahankan Sistem Politik yang Tidak Ajeg: Demokrat Mempertanyakan Status PDIP
Feature

Mempertahankan Sistem Politik yang Tidak Ajeg: Demokrat Mempertanyakan Status PDIP

June 22, 2026
Next Post
Partai Spekulatif Indonesia. Tbk: Kader Jadi Investor, Politik Jadi Barang?

Partai Spekulatif Indonesia. Tbk: Kader Jadi Investor, Politik Jadi Barang?

Tawa di Tempat Kerja — Rahasia Kecil yang Menyembuhkan

Tawa di Tempat Kerja — Rahasia Kecil yang Menyembuhkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

by Karyudi Sutajah Putra
June 22, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026), terkesan seperti menangkap teroris....

Read more
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

June 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...