• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BANSOS “HULLER”

by
February 17, 2025
in Economy, Feature
0
BANSOS “HULLER”

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

“Huller” sering diartikan sebagai mesin untuk mengupas kulit tanduk dan kulit ari padi. Huller dianggap sebagai alat yang mampu menambah nilai tambah ekonomi suatu komoditas, khususnya padi. Berkat huller inilah gabah bisa dirubah menjadi beras. Harga beras yang terjadi pasar, bisa dua lali lipat harga gabah. Otomatis, nilai tambah ekonominya pun berubah.

Dalam mencermati dunia petani padi di negeri ini, ternyata sebagian besar petani padi kita adalah petani gurem dan petani buruh. Menurut Sensus Pertanian 2023, jumlah petani gurem selama 10 tahun terakhir (2013-2023), mengalami peningkatan sekitar 2,64 juta rumah tangga. Mereka hidup, hanya sekedar menyambung nyawa dari hari ke harinya.

Lebih menyedihkan lagi, ketika tersiar kabar sebesar 47,94 % warga bangsa yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrim berada di sektor pertanian. Dapat dipastikan, mereka adalah petani gurem dan buruh tani, yang cuma menguasai lahan pertanian, rata-rata 0,3 hektar dan sama sekali tidak memiliki lahan pertanian. Mereka ada dan hidup disekitar kita.

Dihadapkan pada suasana seperti ini, tentu saja memanggil kita untuk mencarikan solusi cerdas, agar hak petani untuk dapat hidup sejahtera, betul-betul dapat segera diwujudkan. Petani padi berlahan sempit, sudah waktunya dibebaskan dari jeratan hidup miskin dan melarat. Jangan biarkan mereka jadi korban pembangunan sepanjang waktu, tapi sudah saatnya mereka tampil elegan sebagai penikmat pembangunan.

Sebetulnya, banyak langkah dan strategi yang dapat dipilih untuk memberdayakan dan memartabatkan petani padi di Tanah Merdeka. Salah satunya adalah menggeser “status petani”, dari petani gabah menjadi petani beras. Artinya, petani padi yang selama ini menjual hasil akhir dari usahatani padi berujung dalam bentuk gabah kering panen, perlu dirubah menjadi beras.

Jujur kita akui, selama ini, para petani padi mengalami kesulitan untuk mengolah gabah menjadi beras atau menjual hasil panennya dalam bentuk beras. Masalahnya, bukan hanya disebabkan oleh adanya kemesraan antara petani dengan para bandar dan tengkulak, namun juga petani memang tidak memiliki kemampuan untuk mengolahnya.

Dengan bahasa lain, dapat juga dosebutkan, umum nya para petani kita akan berhenti dan selesai berusahatani nya bila mereka sudah memanen tanaman nya dalam bentuk gabah. Mereka menjual gabah nya kepada para pedagang. Ada juga yang menjual tanaman padi nya sebelum di panen. Memelas nya, ketika musim panen tiba, mereka hanya bisa duduk termenung di pinggiran sawah nya.

Usahatani padi di negara kita, betul-betul terkendali atau boleh juga dikatakan dikendalikan oleh Pemerintah. Benih disarankan agar yang bertifikat. Pupuk masih ada yang disubsidi. Harga diatur lewat Harga Penetapan Pemerintah (HPP), baik untuk harga gabah atau pun harga beras. Semua ini ditempuh, karena bagi bangsa kita, beras tetap diposisikan sebagai komoditas politis dan strategis. Akibat nya wajar jika ada pihak yang menyatakan bahwa beras merupakan komoditas yang berkharisma.

.Di sisi lain, dikenali pula bahwa jika rangkaian produksi padi diawali dari benih kemudian berubah jadi gabah, lalu diolah menjadi beras dan akhir nya jadi nasi yang kita makan, maka nilai tambah ekonomi yang paling tinggi adalah proses dari beras menjadi nasi. Yang paling kecil nilai ekonomi nya adalah dari benih menjadi gabah. Proses pengolahan dari gabah menjadi beras, memiliki nilai tambah ekonomi yang cukup memberi banyak manfaat.

Mengamati rangkaian proses diatas, ternyata sebagian besar petani padi kita berada dalam proses benih menjadi gabah. Mereka tentu akan memiliki nilai tambah ekonomi yang relatif kecil. Berbeda dengan mereka yang melakukan proses merubah gabah menjadi beras. Umum nya yang melaksanakan proses ini, jika tidak tengkulak, para pengusaha penggilingan padi atau BUMN milik Pemerintah.

Perubahan nilai tambah ekonomi dari gabah menjadi beras, mesti nya dapat dinikmati oleh para petani padi. Sayang, dengan berbagai keterbatasan dan kondisi obyektif petani padi di lapangan, para petani hanya mampu menjadi penonton menyaksikan bekerja nya para pemilik penggilingan memproses perubahan gabah menjadi beras.

Dihadapkan pada suasana yang demikian, andaikan kita memiliki keinginan untuk menggeser nilai tambah ekonomi itu agar dapat dinikmati para petani, maka salah satu langkah cerdas nya adalah melatih petani padi supaya mampu tampil sebagai pengusaha penggilingan padi kecil-kecilan di daerah masing-masing. Disinilah negara harus hadir di tengah-tengah petani.

Cara nya, Pemerintah perlu merancang bantuan alsintan, yang bukan hanya mengarah pada upaya peningkatan produksi, namun juga perlu dipikirkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan nilai tambah ekonomi petani. Bantuan huller atau penggilingan padi skala mini merupakan program bantuan alsintan yang sepatut nya dipikirkan oleh Pemerintah.
Huller ini dikelola oleh Kelompok atau Gabungan Kelompok Tani. Lalu mereka diberi pelatihan bagaimana mengoperasikan mesin penggilingan padi mini ini. Bayangkan, kalau setiap desa ada 5 Huller, maka hal ini akan mendongkrak pendapatan nya. Mereka yang selama ini hanya memperoleh nilai tambah dari benih ke gabah, kini nilai tambah itu menjadi lebih besar, karena mereka mampu menikmati tambahan nilai dari gabah menjadi beras.

Inilah esensi petani beras. Apa yang mereka lakukan dalam berusahatani padi, berujung menjadi beras. Upaya menggeser dari petani gabah menjadi petani beras, pada dasar nya merupakan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi yang selama ini tidak dirasakan nikmat nya oleh para petani padi kita. Nikmat itu malah dirasakan oleh para pengusaha penggilingan padi atau BUMN. Betapa indah nya bila kita mampu berbagi kenikmatan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bila Punya Duit, Sebaiknya Beli Emas

Next Post

Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Kuasa Hukum Hasto Tuding Ada Politisasi Dalam Kasus Harun Masiku

Hasto Tak bisa Hadir Dalam Pemeriksaan di KPK Hari Ini, dan Meminta Penundaan Kembali

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...