• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Bila Punya Duit, Sebaiknya Beli Emas

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
February 17, 2025
in Komunitas, News
0
Bila Punya Duit, Sebaiknya Beli Emas
Share on FacebookShare on Twitter

Cibubur, FusilatNews14 Februari 2024 – Dalam acara Dialog Kebangsaan dan Bedah Kitab Prahara Bangsa, yang berlangsung di Rumah Makan Bawah Pohon, Jatisempurna, Cibubur, Rabu sore (14/2), Prof. Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., menegaskan bahwa dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, menyimpan kekayaan dalam bentuk emas adalah pilihan yang lebih bijak.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Angga, Ichsanuddin menjelaskan bahwa bukunya, Prahara Bangsa, membahas berbagai peristiwa yang menyebabkan hilangnya satu generasi akibat transisi politik 1997-1998. “Saat itu ada tiga krisis utama: ketidakpercayaan sosial, pembangkangan masyarakat, dan maraknya penyelundupan pajak, yang akhirnya melahirkan Reformasi dan mengubah konstitusi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada masa itu, tidak ada satu pun pihak yang benar-benar menyadari dinamika besar yang terjadi, termasuk intervensi terhadap Pangkostrad dan sistem intelijen oleh kepentingan asing, yang dikemas dalam proyek senyap bernama Amandemen Washington. Menurutnya, hingga kini masih sedikit yang memahami implikasi dari kebijakan ekonomi konstitusional yang diterapkan.

Ichsanuddin juga menyoroti bagaimana kondisi ekonomi global semakin kacau akibat tidak adanya regulasi dalam persaingan teknologi, terutama terkait frekuensi siber. “Singapura telah membeli Indosat, yang menyimpan data aset Indonesia, dan masih menyisakan satu slot kosong. Namun, mereka tetap khawatir kehilangan dominasi modalnya di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengkritik kebijakan liberalisasi ekonomi yang dikendalikan oleh Bank Dunia, termasuk di sektor minyak dan gas yang dianggap merugikan kepentingan domestik Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun disebut telah menipu publik dengan dalih fluktuasi nilai tukar rupiah. “Kalau kita punya uang, lebih baik beli emas. Tinggalkan yang berkaitan dengan riba, dan jika harus berutang, pastikan untuk hal yang produktif,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung dampak globalisasi dan hegemoni Amerika Serikat (AS) yang menggunakan berbagai strategi untuk melemahkan bangsa-bangsa lain. “AS membangun enam kemenangan: perang campuran, konflik Ukraina yang membingungkan tatanan dunia baru, serta pandemi COVID-19 yang menambah kompleksitas sosial, termasuk meningkatnya propaganda LGBT,” jelasnya.

Di sisi lain, Ichsanuddin juga mengkritik dampak amandemen UUD 1945 yang dianggap menyebabkan keterbelahan bangsa. “Prof. Amien Rais pernah meminta maaf karena perubahan konstitusi ini menyebabkan hilangnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejarah tokoh-tokoh Islam. Bahkan, Prof. Jimly Asshiddiqie menilai bahwa sistem MPR saat ini lebih menyerupai sistem komunis karena telah menghapuskan perwakilan rakyat yang sejati,” tambahnya.

Sebagai bentuk refleksi, ia juga menyoroti bagaimana Jepang dan Swedia mulai melarang penggunaan ponsel bagi pelajar demi melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi. Ia mengajak agar Indonesia menyusun kurikulum yang mandiri guna menjauhkan anak-anak dari sekularisme dan moderasi agama yang berlebihan.

Di penghujung acara, Pimpinan Radio Silaturahmi (Rasil), Syekh Ikhsan Thalib, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya diskusi bulanan ini. “Kajian ini penuh dengan pelajaran berharga. Kini kita berada di tengah prahara bangsa, sehingga dialog seperti ini menjadi semakin penting,” pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa aktivis, termasuk Ustaz Tedjo dan Dr. Yulia, yang berkesempatan menerima buku Prahara Bangsa secara gratis.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sesama Anggota Polri Dikriminalisasi, Ini Kata IPW

Next Post

BANSOS “HULLER”

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi
daerah

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Next Post
BANSOS “HULLER”

BANSOS "HULLER"

Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist