Dugaan keterlibatan istana dalam pendirian koalisi Partai Golkar, PAN, dan PPP. Dibantah langsung oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan, ia menepis isu tersebut.
“Tidak ada kaitannya istana dengan pertemuan itu. Ini kan hanya silaturahmi, dalam rangka Lebaran. Sah-sah saja bertemu,” ungkapnya dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu 14 Mei 2022
Irfan juga menepis isu koalisi itu dengan wacana penundaan pemilu. Dia menegaskan perdebatan wacana itu sudah usai.
Bantahan ini merespons kecurigaan Analis Komunikasi Politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio yang mempertanyakan apakah ada campur tangan istana dalam pertemuan tiga ketum parpol Golkar, PAN, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia meminta Hendri untuk tidak selalu mencurigai istana saat ada peristiwa politik. Dia mengingatkan bahwa saat ini masih dalam suasana Idulfitri.
“Mas Hendri Satrio ini orang baik, tetapi lebih baik menjaga lisannya, memperhatikan lagi tuduhannya. Jangan selalu mencurigai atau malah mau ambil keuntungan dari hal itu,” ujarnya.
Terpisah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno juga membantah dugaan ada peran istana dalam pertemuan tiga ketua umum (ketum) partai politik (parpol) pada 12/05/2022.
Eddy memastikan setiap ketum parpol secara independen datang dan sudah membahas secara internal.
Sebelumnya, Partai Golkar, PAN, dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Koalisi itu dibentuk dalam rangka pemenangan pada Pemilu 2024.
Pengamat politik Hendri Satrio mempertanyakan niat tiga partai itu membentuk koalisi jauh sebelum pemilu. Dia curiga ada campur tangan istana dalam pembentukan koalisi itu.
Pasalnya, Ketua Umum Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini sama-sama berada di pemerintahan. Selain itu, ketiga parpol tersebut kini masih jadi bagian koalisi pemerintah.
“Ada sebuah pertanyaan besar, apakah ada arahan dari Istana? Karena tiga-tiganya parpol koalisi pemerintah. Satu sedang di ujung tanduk, satu lagi baru ditinggal tokoh sentral, yang satu lagi enggak jelas arahnya ke mana karena ada isu bahkan ketua umum mau dilengserkan, kasus macam-macamlah,” ujar Hendri dalam diskusi daring bertajuk “Kasak-kusuk Koalisi Partai dan Capres 2024” dikutip kompas Sabtu (14/5/2022).

























