• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menghidupkan Kembali Jabatan Perdana Menteri di Indonesia

fusilat by fusilat
May 14, 2022
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

KETIKA Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden Indonesia, saya memperoleh kesempatan nyantrik kenegaraan dan kebangsaan dari beliau. Pada masa itu saya amati bahwa tugas presiden Indonesia teramat sangat terlalu berat akibat merangkap jabatan eksekutif sekaligus representatif. Manajerial sekaligus seremonial. Beban tugas kepresidenan Indonesia jelas lebih berat ketimbang tugas kepresidenan Jerman dan Singapura di mana presiden hanya mengemban tugas representatif, sementara tugas eksekutif di Jerman diserahkan kepada kanselir dan di Singapura sama dengan Malaysia diserahkan kepada perdana menteri.

Sejak Joko Widodo atau Jokowi terpilih oleh rakyat untuk menjadi presiden keempat Indonesia, beliau menugaskan Luhut Binsar Panjaitan untuk berperan multi rangkap sebagai:

  1. Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional;
  2. Koordinator PPKM Wilayah Jawa-Bali;
  3. Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri;
  4. Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional;
  5. Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia;
  6. Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung;
  7. Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional;
  8. Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara di G-20;
  9. Kepala Kantor Staf Kepresidenan;
  10. Menko Polhukam ;
  11. Menko Maritim dan Investasi.

Belum terhitung tugas-tugas yang diberikan secara tidak resmi oleh Presiden Jokowi kepada Luhut Binsar Panjaitan.

Belum terhitung tugas-tugas yang diberikan secara tidak resmi oleh Presiden Jokowi kepada Luhut Binsar Panjaitan. Menyimak fakta bahwa Presiden Jokowi menyerahkan begitu banyak jabatan dan tugas penting kepada Luhut Binsar Panjaitan sebenarnya sang putra terbaik Indonesia kelahiran Silaen, Sumatra Utara, secara de facto sudah berperan sebagai perdana menteri.

Mumpung Pilpres 2024 masih dua tahun, maka lembaga legislatif negara berkesempatan untuk meninjau demi mempertimbangkan amandemen konstitusi ketatanegaraan, memberikan peran representatif sepenuhnya kepada presiden dan peran eksekutif sepenuhnya kepada perdana menteri. Dengan demikian, sejak 2024 secara konstitusional presiden berbagi tugas dengan perdana menteri demi bukan hanya mengurangi beban tugas tetapi juga membatasi kekuasaan presiden. Jika gagasan saya dianggap mengada-ada, silakan diabaikan saja.

Namun sebenarnya saya bukan mengada-ada sebab sejarah membuktikan bahwa selama 14 tahun sejak 1945 sampai dengan 1959 jabatan perdana menteri sudah pernah resmi secara konstitusional hadir di Republik Indonesia.

Perdana Menteri pertama dijabat oleh Sutan Syahrir, disusul Amir Sjafruddin, lalu Muhammad Hatta, kemudian Susanto Tirtoprodjo, Abdoel Halim, Mohammad Natsir, Sukiman Wirosandjojo, Wilopo, Ali Sastroamidjojo, Burhanuddin Harahap, Djoeanda Kartawijaya sebelum akhirnya dirangkap oleh Bung Karno. Berarti secara historis-politis sebenarnya tidak melanggar konstitusi apabila mulai tahun 2024, jabatan perdana menteri dihidupkan kembali di sistem ketata-negaraan Repulik Indonesia demi mengurangi beban tugas presiden seperti yang telah terbukti de facto maupun de jure pernah nyata ditatalaksanakan sejak 1945 sampai dengan 1959. Merdeka!

Dikutip dari Kompas.com. Sabtu 13 mei 2022.


Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengamat : Koalisi Indonesia Bersatu Tak Memiliki Tokoh Kuat untuk Maju Pilpres 2024

Next Post

Bantahan Keterlibatan Istana Balik Koalisi Golkar, PAN, PPP

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Bantahan Keterlibatan Istana Balik Koalisi Golkar, PAN, PPP

Bantahan Keterlibatan Istana Balik Koalisi Golkar, PAN, PPP

Survei Pew Menunjukkan Secara Global  Rusia dianggap  Bukan Ancaman

Survei Pew Menunjukkan Secara Global  Rusia dianggap  Bukan Ancaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist