Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai koalisi partai politik Indonesia Bersatu bakal melalui jalan yang berat Karena koalisi tersebut tidak memiliki tokoh kuat untuk maju pada Pilpres 2024. Kalaupun koalisi tersebut mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres tetap akan berat, Menurutnya ini didasarkan pada hasil survei yang menyebut elektabilitas Airlangga sangat rendah.
Khoirul Umam mengatakan, sebagai partai mediocre, PAN dan PPP tidak siap untuk menghadapi segala risiko kekalahan yang mungkin akan terjadi dalam Pilpres nanti, sehingga mereka tak lagi bisa menikmati kekuasaan dalam 5 tahun ke depan.
Dia mengatakan, hal ini berdasarkan dari survei di mana menyebut Airlangga sangat rendah dari sisi elektabilitasnya. “Maka diprediksi juga PAN dan PPP tidak akan mau usung mengusung Airlangga dalam Pilpres 2024,” ungakapnya dikutip dari tempo.co, Sabtu, 14 April 2022.
Lanjutnya, jika pada fase komunikasi awal ini Golkar sudah mengunci PAN dan PPP untuk mendukung Airlangga sebagai capres, akan cenderung kontraproduktif. Gerbong koalisi ini akan dihadapkan pada potensi kemenangan yang terbatas dan spekulatif.
Khoirul Umam menilai PAN dan PPP, yang masuk dalam kategori menengah, belum siap menanggung risiko kekalahan pada Pilpres 2024. Walaupun demikian, kata dia, situasi politik di Tanah Air relatif cair sehingga dukungan PAN dan PPP dapat diperoleh dan dikendalikan oleh Golkar
Sebelumnya, komitmen Partai Golkar, PPP, dan PAN membentuk koalisi diumumkan usai pertemuan tiga ketua umum partai di Rumah Heritage Jakarta, Kamis lalu.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya mematok syarat harus mengusung ketua umumnya, Airlangga Hartarto, sebagai calon presiden. “Kami masih konsisten dengan (syarat) itu,” ujar Ace kepada Tempo, Kamis malam, 12 Mei 2022.
Menurut dia prasyarat itu mengacu pada amanat Munas Golkar. Saat ditanya apakah PPP dan PAN sudah menerima syarat tersebut, Ace menjawab politis. “Keputusan Munas Partai Golkar soal pencapresan Pak Airlangga sudah diketahui PAN dan PPP,” ujar dia.
Koalisi yang diinisiasi Golkar-PAN-PPP ini diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu. Kata “BERSATU” diambil dari gabungan simbol-simbol tiga partai, yakni BERingin lambangnya Golkar, SuryA atau matahari lambangnya PAN, dan baiTUllah (kabah) lambangnya PPP

























