Menurut Arief bantuan pangan beras tahap kedua ini dilaksanakan sampai November. Tiap bulan Bulog akan keluarkan sekitar 210.000 ton atau itu ekuivalen dengan sekitar 7% sampai 8% terhadap konsumsi beras bulanan secara nasional.
Dalam satu pekan sampai dua pekan ke depan .Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi optimistis harga beras akan turun
Arief menegaskan melalui program bantuan pangan beras yang disalurkan kepada keluarga penerima manfaat akan mampu memberi tekanan terhadap laju kenaikan beras yang belakangan ini melonjak.
Menurut Arief bantuan pangan beras tahap kedua ini dilaksanakan sampai November. Tiap bulan Bulog akan keluarkan sekitar 210.000 ton atau itu ekuivalen dengan sekitar 7% sampai 8% terhadap konsumsi beras bulanan secara nasional.
“Dengan itu, kemungkinan dalam waktu 1 atau 2 pekan ke depan akan ada depresiasi harga beras,” kata Arief dalam keterangannya, Jumat (15/9).
Saat ini pemerintah melalui Perum Bulog tengah melakukan percepatan penyaluran guna mempercepat proses intervensi harga beras.
“Presiden minta agar bantuan pangan dipastikan cepat sampai ke masyarakat dan kemudian semua lini pasar harus dibanjiri dengan Cadangan Beras Pemerintah,” pungkas Arief.
Sebagaimana diketahui, bantuan pangan beras tahap kedua telah dirilis semenjak 11 September dengan sasaran penerima 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sebanyak 640 ribu ton beras disalurkan dan setiap KPM mendapatkan 10 Kg beras dalam tiga kali penyaluran hingga November 2023.
Perlu diketahui Bantuan pangan berupa 10 kg beras akan didistribusikan setiap bulannya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejak September hingga November 2023. diharapkan mampu mengendalikan kenaikan harga beras yang mencapai sekitar10 persen sampai 40 persen dari harga normal
Dalam beberapa bulan terakhir membuat pemerintah mempercepat menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat tak mampu. Fluktuasi harga beras berdampak pada tingkat inflasi.
Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada jajaran pemerintahan agar mendistribusikan bantuan 10 kilogram beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan mulai September 2023.
“Mulai awal September ini akan didistribusikan secepatnya bantuan pangan beras satu keluarga penerima manfaat dapat 10 kilogram beras. Ini juga seperti operasi pasar,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Presiden menjelaskan, bantuan pangan berupa 10 kg beras tersebut akan didistribusikan setiap bulannya kepada KPM sejak September hingga November 2023 atau mencapai 210 ribu ton beras per bulan. Sebelumnya, bantuan pangan beras ini akan dibagikan pada Oktober 2023, namun dipercepat mengingat harga beras yang masih tinggi serta situasi iklim akibat ancaman El Nino yang memicu ketersediaan bahan pangan.
Saat ini stok cadangan beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 1,6 juta ton sehingga dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan Nasional. Adapun, Bulog saat ini memiliki stok 1,2 juta ton, sisanya sebesar 400 ribu ton lagi adalah jatah beras impor.
Presiden juga meminta agar para pemangku kepentingan, seperti Perum Bulog dan pemerintah daerah dapat menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar jika harga beras masih belum stabil























